Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Di Kerjain Pembantu


__ADS_3

"Akhhh, si*al! Rasanya benar-benar panas, huhh ... huhh ... Dahlah, sana pergi!"


"Kalau sampai kau mengerjaiku, maka 3 bulan ke depan saya pastikan kau tidak akan mendapatkan gaji, paham!"


"Huss, huss ... Pergi sana!"


Teriak Lola, sambil terus meniup kakinya yang terasa amat perih dan dan juga terbakar. Sementara pembantu itu meminta maaf dengan raut wajahnya yang sangat sedih, lalu pergi meninggalkan Lola.


Selama perjalanan langkahnya kembali ke kamar, pembantu itu hanya bisa tertawa kecil saat misinya telah berhasil. Walaupun rasanya tidak puas, tetapi ini sudah cukup baginya untuk memberikan kesan pemula.


Awalnya niat pembantu itu, ingin melumuri minyak racikannya itu ke semua kaki dan juga tangannya. Akan tetapi, reaksi minyak racikannya jauh lebih cepat. Jadi, dia belum bisa mengoleskan ke semua tubuh.


"Haha ... Rasain loh, siapa suruh pembantu kek gini di lawan. Anggap aja itu sebagai tanda perkenalan kita, masih banyak lagi kejutan yang akan aku berikan agar kau tidak betah berada di rumah ini!" ucap sang pembantu di dalam hati kecilnya.


Jika di dalam kamar pembantunya sedang menikmati kesenangannya sambil memakan cemilan serta menonton drakor. Berbeda sama Lola, dia bolak-balik ke kamar mandi untuk menyabuni kakinya sampai rasa panasnya masih belum juga hilang.


"Akhh, sumpah! Jalan satu-satunya aku harus berendan di air yang dingin!" pekik Lola langsung mengisi bathtub, kemudian dia tinggal sambil berjingkrak-jingkrakkan keluar kamar untuk mengambil baju ganti serta yang lainnya.


Sebenarnya Lola sudah mandi, tetapi karena ulah pembantunya itu. Dia harus kembali berendam demi kakinya agar sedikit mengurangi rasa panasnya.


Di saat Lola sedang sibuk dengan kakinya, pembantunya di kamar yang lagi santai-santai tiba-tiba teringat akan suatu hal. Dia segera terdiam sejenak kembali membayangkan apa yang sudah dia lupakan.

__ADS_1


"Tu-tunggu deh, ta-tadi kalau tidak salah wanita itu bisa mengangkat kaki kanannya sampai ke depan mulutnya. Bukannya itu hal yang sulit bagi Ibu hamil? Apa lagi perutnya sudah besar, tapi bagaimana mungkin dia bisa melakukan itu?"


"Sungguh, aku benar-benar jadi penasaran sama kehamilannya. Ja-jangan bilang kalau dia ...."


Pembantu itu langsung menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya. Matanya membola besar saat pikirannya mulai melayang ke mana-mana.


"Sumpah, kalau itu terjadi. A-artinya Tuan Gala akan segera menyesali semua perbuatannya pada Nyonya Becca dan juga Den Naku. Apa bila itu benar terbukti, maka aku akan mengungkap semuanya kepada Tuan!"


Tatapan menyorot tajam benar-benar membuatnya kesal. Ternyata selama ini ada permainan taktik yang hampir menipu semua orang. Dari sini, pembantu tersebut segera berpikir bagaimana caranya untuk mengatakan semua itu pada Gala.


Apa bila di tidak memberikan barang bukti, otomatis Gala akan lebih mempercayai Lola dari pda pembantunya yang susah bersamanya jauh dari sebelum Lola ada.


Sudah hampir 1 jam, Lola masih berada di dalam kamar mandi membut Gala yang habis dari ruang kerjanya merasa bingung tidak menemukan Lola di atas ranjangnya.


"Ya, sebentar aku lagi handukkan!" teriak Lola dari dalam kamar mandi.


"Hahh? Ka-kamu mandi?" tanya Gala, terkejut.


"Ya-ya, badanku gerah. Lagian cuman berendam kok, ini juga keinginan anakmu!" seru Lola, sedikit panik.


"Astaga, apa kamu tidak lihat. Ini sudah jam 9, Lola! Apa kamu tidak kasihan dengan anakmu itu, dia pasti kedinginan!" teriak Gala, merasa khawatir pada anaknya.

__ADS_1


"Tenang aja, Sayang. Dia gapapa, kok. Ini sebentar lagi aku selesai, aku pakai baju dulu!"


Gala hanya menggelengkan kepalanya. Dia merasa kesal atas sikap Lola yang semakin hari semakin aneh, seharusnya di usia yang sudah besar itu Lola harus memikirkan sang anak bukan semuanya di turuti, meski itu bahaya untuk kandungannya.


Gala duduk di atas ranjang, memainkan ponselnya. Tidak lama pintu kamar mandi terbuka lebar, bersamaan munculnya Lola yang sudah menggunakan pakaian lengkap untuk tidur.


Rasa panas di kaki Lola, sudah lumayan berkurang. Walaupun rasanya masih hangat, tetapi tidak sepanas pertama kali.


Melihat itu, Gala segera menegur Lola dengan nasihat-nasihat yang membuat Lola hanya terdiam sambil meminta maaf. Sebenernya dia juga tidak ingin melakukannya, tetapi tidak ada cara lain untuk menghilangkan rasa panas di kakinya tersebut.


Lola tidak ingin mengatakan jika dia meminta pembantunya untuk memijit tubuhnya, karena apa bila Gala tahu pasti dia akan marah lantaran Gala takut jika pembantunya salah untuk memijit urat di tubuhnya.


Setelah itu mereka kembali berbalikan, dan saling merebahkan tubuhnya di ranjang dalam keadaan posisi Gala melipat tangan di atas dadanya dan mulai tertidur, akibat besok pagi akan ada meeting penting dengan kolega bisnisnya.


Begitu juga Lola, susah payah dia memejamkan matanya dalam kondisu kaki kanannya masih terasa panas, di tambah rasa panasnya cukup kencang saat berada di dalam selimut. Sehingga Lola tertidur dengan posisi kedua kaki tidak masuk ke dalam selimut.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2