Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Mommy Hamidun?


__ADS_3

Disaat Rio dan Becca sedang terpana dengan perkataan manis dari bibir Naku, tiba-tiba saja Yola melepaskan pelukan Naku lalu menatap matanya lekat-lekat. Naku bisa melihat betapa bingungnya wajah Yola saat mendengar semua itu.


"A-apa tadi yang Ka-kakak bilang? A-adik kita? Ma-maksudnya?" tanya Yola, wajahnya benar-benar terlihat polos dibalik air mata yang masih menetes.


Perlahan tangan Naku mengusap air mata sang adik sambil memberikan senyuman kecil, "Jangan nangis lagi, oke? Lebih banyak kamu tanyakan sama itu pada Mommy, biarkan Mommy yang menjelaskan semuanya padamu. Kakak hanya bisa berharap ketika kamu mendengar langsung dari Mommy, semoga itu menjadu hadiah terindah buat kita semua."


Kata-kata Naku terdengar begitu berat, seakan terpaksa menerima kenyataan yang sebenarnya tidak dia inginkan. Jika dibilang senang pasti Naku sangat senang karena akan mempunyai dua adik hingga membuat rumah bisa bertambah ramai.


Namun, di dalam hati kecil Naku masih terasa berat lantaran tidak ingin melihat ada perselisihan, iri, keributan dan lain sebagainya. Apa lagi, posisi Yola baru saja merasakan kasih sayang kedua orang tua secara lengkap. Sehingga Naku merasa takut jika nanti Yola kekurangan kasih sayang.


Yola yang masih kecil pasti belum bisa mengerti tentang keadaan sepenuhnya, berbeda sama Naku yang sudah tumbuh menjadi pria dewasa. Dia akan lebih mudah memahami keadaan jika nanti sewaktu-waktu Becca akan lebih fokus mengurus adik yang paling kecil.


Bagi Naku, Tuhan terlalu cepat untuk memberikan anugerahnya disaat Yola belum puas mendapatkan kasih sayang yang cukup. Naku hanya ingin menjaga Yola dan Becca, agar kelak tidak ada bentrokan seperti yang ada dipikirannya.


Satu sisi Naku harus menjaga Yola agar dia bisa mendapatkan kasih sayang sama seperti calon adik mereka, walaupun kasih sayang untuk Naku akan sedikit berkurang. Di sisi lainnya, Naku juga ingin menjaga Becca agar tetap sehat tanpa beban pikiran yang nantinya akan membahayakan kehamilannya sendiri.


Jika seandainya anugerah itu bisa ditentukan kapan akan diberikan, kemungkinan besar Naku tidak akan meminta dalam waktu dekat ini. Dikarenakan Yola masih belum puas untuk mendapatkan kasih sayang seorang ibu.


Naku mengira kalau Becca tidak akan bisa hamil lagi, sebab usianya tidak semuda wanita lain. Akan tetapi, Tuhan berkata lain. Rahimnya yang masih sehat, bisa memproduksi janin jauh lebih cepat dari yang Naku duga.


Selepas mendengar penjelasan dari sang Kakak, Yola langsung berbalik mendekati Becca yang saat ini tersenyum disela air mata sambil mengusap lembut pipi putri kecilnya.


"Kenapa, Sayang?" tanya Becca menatap manik mata sang anak begitu dalam.


"Mommy, Kakak bilang Kakak tidak mau kalau Yola sampai sedih karena merasa iri sama adik kita. Pertanyaan Yola, adik kita itu siapa? Apa Mommy mau nikah lagi dan bawa adik kita sama kaya Yola dulu, iya? Emangnya Daddy kasih izin buat Mommy nikah lagi?"


Pertanyaan polos yang keluar dari mulut Yola membuat Becca gemas. Dia langsung mengunyel-ngunyel kedua pipi Yola sambil menempelkan kening dan hidungnya secara bersamaan untuk beberapa detik.

__ADS_1


Becca kembali menjauhkan wajahnya, lalu tersenyum sangat lebar memegang tangan kanan Yola yang di arahkan keperut. Wajah Yola masih terlihat bingung dengan kode yang Becca berikan, sesekali melihat wajah Rio dan Naku yang saat ini tersenyum menatapnya.


"Yola tahu tidak, di sini itu ada adik bayi yang masih sangat kecil. Nanti lama kelamaan perut Mommy bisa semakin membesar kaya balon ketika ditiup. Akan tiba saatnya, di mana adik bayi ini akan lahir ke dunia untuk menemui kedua kakaknya, Mommy juga Daddy. Sampai sini Yola paham sama yang Mommy katakan, hem?"


Yola terdiam mencerna semua penjelasan yang Becca berikan. Tidak lupa tangan Becca terus mengarahkan tangan Yola agar bisa mengelus perutnya sambil menunggu reaksi Yola.


Dalam hitungan beberapa detik, Yola membolakan matanya tepat saat menatap Becca. Koneksi jaringan yang sempat terputus, kini telah kembali loading hingga membuat Yola langsung paham sama kode-kode yang Becca berikan.


Mata Yola beralih ke arah perut Becca sekilas yang masih terlihat datar, kemudian menatap wajah sang mommy dan berkata, "Mo-mommy ha-hamidun?" Seketika pertanyaan Yola malah membuat mereka semua tercenga.


"Hamil, woi! Bukan hamidun, dikira Mommy pemain bola kali!" sahut Naku kesal, membuat Yola malah terkekeh melihat reaksi mereka.


"Hihihi, ya ... Ya, maaflah. Lagian juga ibu-ibu di sekolah Yola kalau bilang hamil itu hamidun, jadi enggak salah dong, yang penting Yola udah tahu kalau sekarang Mommy lagi hamid---"


"Hamil!" pekik mereka membuat Yola terdiam sejenak dan kembali tertawa.


"Hamil!" sambung Naku.


"Ya, ishh ... Yola paham kali, Kak. Hamil, 'kan? Ya, iya, Yola mau bilang itu malah dipotong dasar!" sahut Yola kesal, membuat Naku hanya bisa mengusap dadanya untuk tetap sabar menghadapi adik model Yola.


Yola langsung kembali ketopik utama yaitu, Becca. Dia langsung memeluk Becca sangat erat saking senangnya mendengar berita tersebut, "Aaa ... Mommy, Yola bahagia deh, akhirnya Yola jadi Kakak juga. Terima kasih ya, Mom, Dad. Terima kasih!"


"Akhirnya, sudah lama Yola meminta adik sama Daddy, tapi ada aja alesannya. Terus bagian Yola gak minta, Mommy malah ngasih Yola adik, aaa ... Bahagianya punya Mommy baik, enggak kaya Daddy. Apa-apa ngeles mulu kaya metromini mangkal di terminal!"


Coloteh Yola benar-benar membuat Rio terkejut, apa lagi lirikan mata Becca yang mengejek membuat Rio semakin merasa terpojokkan.


"Apa tadi, Daddy ngeles kamu bilang, hem?" tanya Rio penuh penekanan.

__ADS_1


"Ya, emang bener, kok. Buktinya waktu itu Yola minta adik sama Daddy, tapi Daddy bilang gak bisa, gak bisa mulu. Tuh, buktinya Mommy gak diminta adik langsung ngasih."


"Heii, Markonah! Kamu kir----"


"Namaku, Yola. Bukan Markonah, Daddy!" pekik Yola kesal, lantaran namanya diganti begitu saja.


"Ya, terserah! Daddy cuman mau ingetin kamu, minta adik tidak semudah yang kamu ucapkan. Jika Daddy tidak ada lawannya, bagaimana Daddy bisa memberikanmu adik?"


Yola menggerakan kedua bahunya dengan tatapan malas, "Mana Yola tahu, intinya cuman Mommy yang mengerti keinginan Yola tanpa harus memintanya. Dari pada Daddy, berapa kali Yola minta malah enggak dikasih. Dasar pelit!"


"Hyaakk, anak satu ini benar-benar ya! Asal kamu tahu ya, Mommymu juga kalau tidak ada Daddy tidak akan bisa hamil, begitu juga sebaliknya. Daddy yang produksi, Mommy pabriknya. Mana mungkin Daddy atau Mommy hamil sendiri, aneh!"


"Lagian juga ya, di mana-mana itu yang hamil perempuan, bukan laki-laki. Jadi, kalau Yola minta adik sama Daddy yang belum punya istri itu salah. Ya, kali Daddy hamil, mau keluar lewat jalur mana? Jalur pintas? Ya, kali, jalur Daddy aja buntu semua, masa iya mau lewat jalur itu. bisa-bisa bukan keluar adik, malah ampas. Mau?"


"Isshh, By! Jorok banget sih, kamu. Udahlah, Yola jangan dengarin omong Daddy, menyesatkan! Intinya sekarang, kita harus bahagia-bahagia terus, oke? Gimana, seneng punya adik, hem?"


Becca langsung mengalihkan pembicaraan Rio yang sangat tidak jelas. Daripada nanti pikiran Yola semakin ke mana-mana, lebih baik Becca menarik perhatiannya agar tidak fokus memikirkan perkataan Rio.


Yola mengangguk antusias, lalu memeluk Becca kembali serta tidak lupa menciumi seluruh wajah hingga membuat Becca terkekeh geli akibat kerandoman sifat sang anak yang lagi manja-manjanya.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2