Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kabar Seseorang


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Vivi sudah diperbolehkan untuk pulang ke rumah dan beristirahat. Kebetulan kondisinya kian membaik dan tubuhnya juga sudah bergerak meskipun, harus secara perlahan supaya otot-otot yang tidak dapat bergerak akibat kaku perlahan kembali bekerja.


Dalam waktu kurang lebih beberapa bulan, Vivi benar-benar dinyatakan sembuh total. Dia juga sudah tidak pergi ke rumah sakit untuk kontrol sesuai jadwal dokter.


Vivi sembuh bertepatan dengan ulang tahun Nuel yang akan diadakan bulan depan. Semua rangkaian acara telah di susun untuk merayakan acara ulang tahun anak kedua Vivi dan Leon yang ke-3 tahun.


Serangkaian acara akan dilakukan tepatnya di sebuah gedung luas, besar, dan mewah. Sehingga gedung tersebut, mampu menampung para tamu undangan sebesar 10.000. Acara ini tidak hanya untuk Nuel, tetapi untuk Vivi juga. Semua dilakukan sebagai ucapan terima kasih pada semua orang karen sudah mendoakan serta memberikan suport kepada keluarga Naya.


Hari semakin berganti sampailah di mana acara ulang tahun Nuel sedang berlangsung. Semua para tamu yang hadir harus menunjukkan undangan khusus, baik berupa kertas yang terdapat barkot cukup mewah, atau menunjukkan barkot yang ada di dalam ponselnya. Sehingga hanya akan ada tamu undangan tertentu yang dapat memasuki gedung tersebut.


Semua dilakukan demi keamanan semua anak kecil yang hadir, lantaran Leon tidak ingin apabila ada penyusup yang hadir untuk membuat kekacauan.


Acara dimulai dari jam 5 sore hari sampai jam 9 malam. Tidak hanya ada tempat duduk, tetapi ada juga beberapa mainan anak kecil yang tidak membahayakan supaya mereka tetap betah dan tidak rewel selama acara berlangsung. Maklum saja, anak kecil terkadang cepat sekali merasakan bosan, sampai akhirnya Leon harus merogoh isi saldo cukup besar hanya demi menyulap gedung seperti sebuah tempat mainan.


Tidak hanya keluarga Naku dan Yola yang datang, keluarga Joey pun datang. Pria itu membawa kedua orang tua untuk dikenalkan oleh keluarga Naya yang sudah dianggap sebagai Kakak. Selama ada Naya, Naku tidak dapat bertingkah seenaknya untuk menghakimi Joey. Betapa beruntungnya pria itu bisa dengan bebas bermain sama Yola selagi Naya ada di samping Naku.


Di saat semuanya sedang bahagia, Rio malah mendapatkan panggilan dari seseorang yang membuat suasana menjadi berubah tegang.


[Halo, iya, selamat malam juga. Ada apa ya, Pak? Apakah ada masalah di sana?]


Awal-awal ketika mengangkat panggilan tersebut wajah Rio biasa saja, tetapi setelah mendengar penjelasan dari seseorang barulah semua berubah menjadi datar dengan ekspresi terkejut.


[Hahh, sakit? Kok, bisa sakit? Bagaimana kronologinya, Pak? Bukannya 3 hari lalu, keadaannya baik-baik saja. Terus kenala sekarang tiba-tiba sakit?]

__ADS_1


Rio tak henti-hentinya terus mencecar pertanyaan-pertanyaan disertai rasa kekhawatiran yang besar kepada seseorang yang sedang menjadi topik pembicaraan mereka.


[Terus gimana kondisinya sekarang, Pak? Apakah dibawa ke rumah sakit? Kalau memang di bawa ke rumah sakit, apa nama rumah sakitnya saya akan menjenguknya malam ini juga!]


Kepanikan Rio membuat Becca dan orang tua Joey merasa bingung. Sebenarnya siapa yang Rio maksud itu, kenapa wajahnya telihat berubah layaknya mendapatkan kabar penting mengenai kesehatan seseorang.


Sementara anak-anak sedang asyik bermain menemani adik-adik mereka yang masih butuh penjagaan, serta perlindungan supaya dapat bermain dengan senang tanpa tangisan.


[Baiklah, besok pagi sekitar jam 8 atau jam 9 saya akan datang ke rumah sakit. Tolong berikan perawatan terbaik, Pak. Saya yang akan urus semua administrasi tanpa tundakan.]


[Sebelumnya saya ucapkan banyak-banyak terima kasih atas kabar yang sudah diberikan dan terima kasih Bapak sudah merawat dia dengan baik. Sekali lagi, terima kasih.]


[Selamat malam juga.]


"By, siapa yang barusan telpon? Kenapa wajahmu jadi berubah murung begitu?" tanya Becca, tidak sabar saat melihat wajah suaminya yang langsung murung.


"E,ee ... I-itu tadi yang nelpon---"


Perkataan Rio terhenti ketika kedatangan Vivi dan Leon yang sudah selesai menyambut para tamu yang hadir. Mereka berdua duduk di maju meja yang sama dengan enam kursi yang mengelilingi meja berbentuk bulat.


"Loh, loh, kenapa wajah kalian tegang sekali. Ada apa ini? Apakah kehadiranku dan istriku telah menganggung obrolan kalian? Jika benar, maafkan kami. Kami bisa pindah tempat kok," ucap Leon, menatap aneh ke arah mereka berempat. Becca, Rio, Rani, dan Ragil hanya bisa bertatal satu sama lain.


"Tidak perlu, duduklah. Kami tegang karena suamiku mendapatkan kabar tentang seseorang yang sedang sakit. Makanya kami seperti ini karena sedang mencoba mwngintrogasi Rio," jawab Becca, menatap Vivi dan Ragil kemudian, melirik ke arah Rio.

__ADS_1


"Loh, siapa yang sakit, Tuan Rio? Apakah itu kerabat Tuan atau bagaimana? Jika memang kalian ingin pergi menjenguknya tak apa, silakkan saja. Kami tidak akan melarangnya kok," sahut Leon, tersenyum.


"Ya, benar apa yang suamiku bilang barusan. Jika penting tak apa, biar anak-anak kami yang jaga. Nanti jika terlalu lama mereka akan menginap di rumah kami saja, kasihan juga kalau lagi asyik main diganggu," sambung Vivi, tak enak hati melihat wajah Rio yang murung.


"Entahlah, aku bingung. Sebenarnya siapa yang sakit, By? Kenapa kamu diam terus. Apa itu kerabat jauhmu? Jika memang begitu, besok pagi kita minta izin sama guru anak-anak. Setelah itu, kita menjenguk kerabatmu. Gimana?" Becca memberikan usul yang sangat menarik, tetapi Rio bingung untuk mengungkapkannya. Namun, tidak ada cara lain selain dia mengatakan apa yang telah terjadi.


Mata Rio menatap satu persatu dari mereka, kemudian menjelaskan apa yang telah terjadi dan siapa orang yang Rio maksud itu. Becca langsung terdiam ketik mendengar bahwa, kabar yang diberitahu oleh sang suami adalah kabar mengenai mantan suaminya dulu.


Di mana Gala mengalami drop akbat penyakit jantungnya kambuh lantaran kelelahan, sehingga membuat dia harus di rawat di rumah sakit khusus yang bekerja sama dengan pihak berwajib.


Mendengar semua itu, yang lain langsung terdiam. Dikarenakan ini semua berkaitan dengan masa lalu keluarga Becca. Mereka tidak ingin salah kata apabila mengatakan sesuatu yang nantinya akan membuat perasaan Becca tersentil.


Sebisa mungkin semua hanya terdiam, menunggu reaksi Becca. Apakah dia ingin menjenguk mantan suaminya atau tidak, karena keputusan ada di tangan wanita tersebut.


Beberapa menit mereka terdiam, akhirnya Becca mulai berbicara dan menyetujui keputusan apa yang akan suaminya ambil. Terpenting keputusan itu adalah keputusan yang terbaik dan tidak akan membuat keduanya menjadi tidak nyaman.


Akan tetapi, ketika mereka sedang berbincang-bincang mengenai keadaan Gala, tiba-tiba saja seseorang datang mengejutkan mereka semua dengan wajah datarnya.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2