
Sepertinya ada sesuatu yang bocil itu sembunyikan, jika memang dia terkena penyakit lambung. Lantas, kenapa orang tuanya bilang kalau tuh, bocil harus melakukan pemeriksaan rutin tiap bulannya?
Hem, ada yang aneh! Aku harus mencari tahu semua ini, jangan sampai dia menyembunyikan sesuatu yang nanti akan merugikan keluargaku. Siapa tahu dia punya penyakit tertular, bisa-bisa keluargaku terkena imbasnya. Hahh, aku harus membuat mereka berjaga jarak sama tuh, bocil kema*tian. Dengan begitu keluargaku tidak akan tertular penyakitnya!
Naku melirik sinis ke arah Joey yang masih setia sama senyumannya ketika mengobrol dengan semua orang. Suara hati itu mewakilkan ketidak sukaan Naku kepada Joey. Apa lagi saat melihat ada yang Joey sembunyikan membuat Naku semakin bertekat untuk menjauhkan keluarganya, termasuk Yola agar tidak akan ada penyakit yang menular.
Hampir 1 jam lebih mereka berada di Restoran itu, sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah empat. Mereka semua berdiri dari kursinya, kemudian saling berpamitan satu sama lain untuk mengakhiri pertemuan kali ini.
Keluarga Joey sangat menyukai Yola, meskipun Yola punya bodyguard yang menyebalkan tetap saja mereka merasa senang bisa berkenalan dengan semua keluarga gadis kecil yang selalu Joey ceritakan.
Keluarga Joey pergi lebih dulu meninggalkan keluatha Naku yang masih berdiri di tempat untuk menyelesaikan pembayaran. Kali ini Rio meneraktir mereka semua demi perkenalan satu sama lain. Tidak lupa Rio dan Ragil juga memiliki rencana untuk bergabung membuat bisnis kerja sama yang saling menguntungkan buat kedua pihak. Hanya saja, tidak tahu kapan bisnis itu akan berjalan setidaknya mereka sudah ada rencana.
Wajah bahagia dari Yola tidak henti-hentinya terpancar membuat Becca merasa senang. Akhirnya gadis kecil kesayangan bisa kembali bertemu temannya. Tinggal Naku yang belum kembali di pertemukan dengan gadis yang dulu pernah menjadi temannya.
Saat ini keluarga Yola sudah berada di dalam mobil menuju pulang ke rumah. Selama di perjalanan Yola tidak pernah berhenti berbicara untuk mengungkapkan betapa bahagianya dia ketika dipertemukan kembali oleh pria yang selalu menolongnya.
"Ternyata keluarga Kak Joey baik ya, Mom, Dad. Apa lagi Tante Rani, dia cantik banget terus juga seneng ketemu sama Yola katanya. Yola jadi enggak bisa lupain malam siang ini. Kapan-kapan Mommy sama Daddy ajak mereka main ke sini ya, nanti kita bikin piknik-piknik gitu biar seru hehe ... Boleh, 'kan?"
"***---"
__ADS_1
"Enggak boleh! Pokoknya gak ada yang boleh ajak bocil itu main ke rumah, titik!" pekik Naku, menatap kesal ke arah Yola.
"Issh, Kakak. Apaan sih, Kakak tuh selalu aja begitu, kenapa sih Kakak gak suka sama Kak Joey? Kakak lihat sendiri, keluarga Kak Joey baik banget, ramah juga lagi. Apa yang buat Kakka gak suka sama Kak Joey? Coba bilang!"
"Kamu mau tahu, kenapa aku tidak suka sama dia, iya? Baiklah, aku akan kasih tahu kamu. Aku merasa ada yang tidak beres dengan bocil itu, apa kamu ingat tadi ketika orang tuanya mau mengatakan tentang penyakit Joey, wajahnya terlihat panik juga gelisah. Itu artinya Joey punya penyakit serius, gimana kalau penyakitnya menular? Apa kamu gak kasihan sama Mommy yang lagi mengandung adik kita?"
"Selama ini Mommy selalu menjaga kesehatan begitu juga keluarga kita, terus kalau hanya kehadiran bocil kema*tian itu bisa membuat keluarga sakit-sakitan mending kita jauhin dia. Anggaplah kita tidak mengenal bocil itu. Apa kamu paham?"
Yola terdiam mematung saat mendengar penyakit tertular dari mulut sang kakak yang menuduh kalau penyakit Joey bukanlah penyakit sembarangan.
Satu sisi Yola terlihat bingung bagaimana menjaga kesehatan Becca agar jatuh sakit karena sedang mengandung. Satu sisi lagi, Yola merasa tidak bisa menjauh dari teman yang sudah dianggap sebagai sahabt juga kakaknya sendiri.
"Kakak, hentikan perkataanmu itu, Nak. Kamu tidak boleh menuduh seseorang seperti itu. Kamu sudah besar, jadi harus tahu kalimat mana yang nagus diucapkan dan tidak. Jangan sampai kalimatmu menimbulkan fitnah yang kejam karena itu bisa di kenakan pasal. Kamu paham itu, bukan?"
"Tapi, Mom. Apa yang Naku katakan itu benar, mana ada penyakit lambung diperiksa setiap bulannya. Hanya penyakit-penyakit tertentu yang bisa melakukan itu semua. Jadi----"
"Kakak, Daddy mohon pengertiannya ya, apa yang dikatakan Mommymu itu benar. Kamu sudah dewasa, bukan lagi seperti Yola yang pemikirannya masih terlalu pendek. Harusnya kamu bisa berpikir baik, siapa tahu aja Joey memang terkena penyakit lambung yang diharuskan melakukan pemeriksaan rutin. Jadi, cobalah berpikir positif terhadap orang lain. Oke?"
"Daddy tidak melarangmu untuk tidak menyukai Joey, hanya saja Daddy gak mau kamu punya pemikiran yang seburuk itu tentangnya. Kalau emmang Joey memiliki penyakit menular yang kamu kira, tidak mungkin dong, dia bisa keluar rumah sesuka hatinya atau bisa juga dia akan dirawat di rumah sakit tertentu dengan kamar tersendiri. Apa lagi penyakit menular itu sangat berbahaya, sehingga tidak sembarangan orang bisa keluar rumah atau rumah sakit seperti Joey."
__ADS_1
"Ayolah, Kakak. Daddy mohon, jangan berpikir negatif terus sama Joey. Dia anak yang baik, tidak sejelek yang Kakak pikirkan. Kasihan adikmu, dia pasti kepikiran sama perkataamu itu bahkan kepalanya sudah mulai sakit. Apa kamu tega, hem?"
Nasihat yang Rio katakan tidak pernah dibantah oleh sang anak. Naku malah meminta maaf atas perkataannya yang cukup kasar untuk mereka dengar, meskipun wajahnya terlihat masih tidak ikhlas setidaknya Becca dan Rio sudah sedikit tenang. Jika Naku tidak akan kembali berburuk sangka pada orang lain kalau tidak memiliki bukti yang pasti.
"Mo-mom, kepala Yola pusing mikirin perkataan Kakak. Emang iya, Kak Joey punya penyakit mengerikan itu? Kak Joey orang baik, mana mungkin bisa kena penyakit itu. Yola jadi kasihan sama Kak Joey, apa Yola telpon Kak Joey aja ya, sekarang supaya bisa nyemangatin dia."
"Jangan, Dek. Kakak minta maaf, Kakak cuman mengarang cerita aja. Kakak juga tidak tahu bocil itu kena penyakit apa, udah mending kamu tiduran aja sini!"
"Ma*tikan ponselmu kasian mata butuh istirahat, mungkin saat ini kamu sedang kecapean, jadi tidurlah! Jangan pikirkan apa-apa lagi, nanti kalau sudah sampai Kakak bangunin. Maaf kalau perkataan Kakak udah membuat kepala Yola sakit."
Yola menganggukan kepalanya perlahan, lalu tiduran berbantalkan paha Naku. Tangannya mengusap kepala sang adik penuh kasih sayang. Rio dan Becca yang melihat suasana di belakang hanya tersenyum, dan sedikit menasihati Naku kembali agar tidak mengulangi kesalahan nantinya akan menimbulkan pencemaran nama baik.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1