
Beberapa hari kemudian, Yola sudah kembali ke rumahnya setelah kondisinya pulih. Hubungan antara Yola sama Naku pun telah membaik, hanya saja Naku berusaha untuk menjaga jarak agar Becca tidak terlalu dekat dengan Rio.
Naku belum bisa menerima jika hubungan Rio dan Becca lebih sekedar teman atau sahabat. Naku tidak ingin posisi Gala tergantikan oleh pria mana pun. Meskipun, Gala terbilang sudah menyakiti hati mereka, tetapi bagimana pun Gala tetaplah Ayah kandungnya.
Hari ini Becca diam-diam pergi menemui Rio di sebuah Mall yang tidak jauh dari toko cake milih Becca. Semua itu Becca lakukan, karena semenjak kejadian di mana Yola meminta Becca untuk menikah dengan Rio. Di situ sikap posesif Naku mulai terlihat, sehingga dia hanya memperbolehkan Becca ketemu dengan Rio atas izinnya.
Namun, kali ini Becca nekat menemui Rio di sebuah Mall demi untuk makan siang serta membicarakan mengenai usahanya yang semakin hari semakin maju.
Rio sudah sampai di Mall jauh lebih dulu dari Becca, lantaran dia habis bertemu dengan temannya ketika pekerjaan di kantor tidak terlalu padat.
Tidak lama, di saat Rio sedang duduk di suatu Cafe yang ada di Mall tersebut. Tiba-tiba Becca datang dengan wajah yang begitu senang.
"Hai, Kak!" panggil Becca, membuat Rio menoleh dan perlahan berdiri dari kursinya. Rio tersenyum sambil melambaikan tangannya, membuat Becca segera mendekatinya.
"Aaakhh, aku senang sekali hari ini sumpah!" seru Becca langsung memeluk Rio begitu erat. Rio yang terkejut terdiam merasakan jantungnya yang sedang berdetak kencang.
Wajah yang awalnya terlihat biasa saja, seketika perlahan memerah. Entah karena malu di lihat banyak pengunjung lainnya, atau karena Rio memiliki perasaan lain kepadanya.
"Ca, u-udah selesai belum peluknya. Ma-malu di lihat banyak orang," ucap Rio, lirih sambil tersenyum kikuk saat semua orang menatapnya.
Becca yang baru menyadari akan hal itu, segera melepaskannya. Sikapnya menjadi salah tingkah, hingga Becca menyengir sambil melirik ke arah semuanya. Kemudian mereka duduk sedikit menganggukan kepalanya kepada semua orang yang tersenyum, di mana posisi Becca saling berhadapan sama Rio.
__ADS_1
Terlihat jelas apa bila keduanya yang awalnya biasa saja, seketika berubah menjadi canggung. Becca bergegas untuk meminta maaf atas sikapnya yang sembrono.
"So-sorry, ta-tadi aku tidak sengaja meluk Kakak, habisnya aku seneng banget hari ini. Kakak tahu enggak, tadi aku dapat pesanan yang begitu besar. Di mana ada seorang wanita paruh baya ingin pes---"
"Astaga, Ca. Dari dulu kamu memang tidak berubah sama sekali ya, masih aja seperti ini. Setiap kali kamu merasakan bahagia atau pun senang, pasti kamu akan bercerita dengan antusias sampai melupakan napasmu sendiri. Sudah berapa kali aku bilang dari dulu, senang boleh, cerita boleh tapi kamu juga harus bisa mengontrol napasmu. Coba sekali-kali, ceritanya pelan-pelan sambil tarik napas perlahan biar kamu tidak ngos-ngosan kaya orang abis lari maraton."
Becca tertawa kecil ketika Rio masih sangat hapal bagaimana kebiasaan dia dari dulu sampai detik ini yang tidak berubah. Nada berbicara Becca memang seperti itu ketika dia merasa happy.
Terkadang Becca sampai kehabisan napas hanya sekedar menceritakan apa yang membuatnya bahagia. Maka dari itu, Rio segera menghentikannya dan sedikit menasihatinya agar Becca tidak mengulangi kesalahan yang sama.
"Hehe, ma-maaf, Kak. Namanya juga aku terbawa suasana, makannya aku langsung mengajak Kakak untuk makan siang dan aku yang akan membayarnya, hitung-hitung aku menteraktir Kakakku sendiri di saat aku punya rezeki hihi ...."
"Hyaakk ... Kakak apaan sih! Pangeran bau tanah iya, mana ada aku mikirin kaya gitu. Pokoknya aku mau fokus untuk membesarkan Naku dan meniti karier agar aku bisa menjadi wanita mandiri yang tidak tergantung pada orang lain kecuali sama Kakak!"
"Hahh? Ke-kenapa aku? Nasib-nasib, aku lagi aja yang kena, memang dasar adik tidak ada akhlak. Bilang mau mandiri, tapi tetap aja nyusain Kakaknya. Sama aja itu namanya bohong!"
"Haha ... Biarin, lagian juga tidak ada yang keberatan. Wlee ... Toh, membantu adik sendiri itu pahala loh, jadi jangan bosen-bosen ya, Kak."
"Hem, yayaya. Bagaimana enaknya kamu aja dah, susah memang kalau udah debat sama kamu tuh. Udah akhh, cepat ceritakan apa yang membuatmu bahagia?"
"Hihi ... Jadi, gini, Kak. Tadi saat aku datang ke toko, pas banget sama kedatangan seorang wanita paruh baya paling sekitar usia 50 tahunanlah ya. Nah, beliau itu memesan cake pernikahan yang super duper besar. Dia minta 10 tingkat, dengan desain cantik dominan putih dan biru laut gitu, tapi di bentuk seperti kerajaan-kerajaan. Aaakhh ... Rasanya aku pengen nangis sumpah, aku terharu banget, Kak. Itu cake pesanan pertama yang akan di buat, aku takut hasilnya tidak memuaskan. Apa lagi, tokoku masih toko kecil tidak seperti toko yang jauh lebih besar. Jadi---"
__ADS_1
"Ssstt, kamu tidak boleh pesimis. Ingat! Usaha yabg di lakukan dengan sungguh-sungguh, tidak akan mengkhianati hasilnya. Nanti aku akan carikan chef atau koki khusus untuk membantu mempersiapkan semua itu. Yang penting, satu. Kamu harus percaya diri, kalau cake di tokomu itu adalah cake yang sangat enak. Jangan sampai mengecewakan pelangganmu yang sudah mempercayai toko itu dari pada yang lain, paham?"
Senyuman Becca melebar bersamaan dengan menetesnya air mata di pipinya. Dia benar-benar bahagia, karena selalu mendapatkan suport serta dukungan penuh dari Rio.
Dukungan ini yang dari dulu Becca inginkan dari suaminya kelak, akan tetapi Gala malah membuat Becca untuk berdiam diri di rumah sesekali memantau usahanya dari jarak jauh.
Ya, memang maksud Gala baik agar Becca tidak sampai kelelahan. Begitu juga Rio, hanya cara mereka yang memperlakukan Becca saja yang berbeda.
Namun, tujuannya sama yaitu ingin membuat orang yang di sayangnya bahagia tanpa harus merasakan sakit.
Rio tidak bisa melihat seorang wanita menangis, segera mengelap air mata Becca menggunakan tangannya dan mencoba menenangkannya. Supaya, Becca tidak lagi menangis. Apa pun alasannya, Rio tidak membiarkan Becca meneteskan air mata kembali.
Setelah kondisi Becca kembali tersenyum, Rio pun segera memesan makanan serta minuman bersama Becca untuk sejenak memanjakan perut dan mengembalikan mood Becca yang harus menangis akibat terharu atas perlakuan Rio.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1