Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Meminta Izin Pada Naku


__ADS_3

Setelah Becca selesai berbicara sama pembantunya. Dia segera pergi ke ruang tengah untuk menyusul anaknya yang sudah lebih dulu. Degup gantung Becca mulai bergetar tidak karuan ketika dia bingung harus berbicara dari mana.


Akan tetapi, Becca tidak ingin menyerah begitu saja. Dia harus mengatakannya saat ini juga sebelum Naku mengetahuinya sendiri. Itu malah jauh lebih bahaya dan membuat Naku merasa di bohongi.


Perlahan langkah kaki Becca pijakkan mendekati Naku yang sedang asyik menonton televisi, kemudian Becca duduk di sebelahnya dalam keadaan tersenyum dan sedikit gugup menatap wajah anaknya yang sudah penasaran dari tadi.


"Sesuai janji Mommy, Mommy mau bicara serius sama kamu. Bisa?" tanya Becca, tatapannya mulai terlihat mendalam.


"Apa yang mau Mommy bicarain? Katakan!" titah Naku, langsung membalas tatapan Becca.


"Janji tidak akan marah? Kita bicarakan semuanya baik-baik, oke?" ucap Becca untuk memastikan agar tidak ada pertengkaran di antara mereka berdua.


"Emangnya Mommy mau ngomong apaan sih, kenapa harus pakai janji-janji kaya gini segala. Aneh!" ucap Naku kesal.


"Semua ini untuk memastikan agar tidak ada yang saling emosi, Mommy tidak mau kalau kita malah jadi bertengkar setelah membicarakan apa yang akan Mommy katakan ini. Jadi, janji ya?"


Mata Becca mulai berkaca-kaca ketika menatap anaknya, begitu juga Naku. Tanpa memperpanjang semuanya, dia langsung menyetujui apa yang di katakan Becca supaya bisa segera mendengar apa yang ingin Becca sampaikan padanya.


Perlahan Becca menarik napasnya sangat dalam, lalu menghembuskannya melalui mulut. Setelah itu Becca memegang salah satu tangan anaknya, kemudian menatap manik matanya sangat mendalam.


"Sebelumnya Mommy minta maaf jika ucapan Mommy ini sedikit membuatmu tidak nyaman, tapi Mommy di sini hanya tidak ingin melangkahi kamu. Maka dari itu Mommy mau minta izin untuk melanjutkan hidup Mommy bersama dengan seseorang yang nantinya akan menjadi ayah sambung kamu."

__ADS_1


Perkataan Becca kali ini benar-benar membuat Naku syok. Dia tidak menyangka di usia Becca yang terbilang sudah berumur ini harus kepikiran untuk menikah lagi.


Sementara Naku, sedikit malu jika harus mendapatkan cemo'oh atau caci maki dari teman-temannya ketika mereka tahu kalau Mommy akan memulai hidupnya kembali bersama orang lain, bukan bersama ayah kandungnya.


Melihat reaksi dari wajah Naku yang terlihat kaget dan terkejut, membuat Becca terus menggenggem tangan anaknya dengan air mata yang sudah mengalir.


Becca tidak tahu, akankah Naku bisa mengerti keadaan atau situasinya. Atau Naku akan membantah keras semua itu agar tidak mengizinkan Becca kembali menikah di usia yang sudah mulai kepala 4.


"Mommy tahu, Naku pasti terkejut sama apa yang Mommy bicarakan kali ini. Mommy paham kok, kalau Naku belum bisa mengizinkan Mommy kembali menikah, hanya saja Mommy tidak bisa melewati semua kehidupan ini seorang diri. Ini terlalu berat buat Mommy, Nak. Setidaknya jika Mommy punya suami, itu bisa sedikit mengurangi beban di hidup Mom---"


"Apa orang itu Om Rio? Dia yang ingin menikahi Mommy? Dan, dia juga yang ingin menggantikan posisi daddy di hidup Naku gitu?"


"Tidak, tidak seperti itu sayang. Sampai kapan pun, On Rio tidak bisa menggantikan daddymu. Dia hanya menggantikan tugas daddymu untuk melindungi kita dan juga menyayangi kita sebaik mungkin. Dia tidak ada niatan sedikit pun untuk mengambil alih posisi daddymu, dia tetaplah ayah kandungmu sedangkan Om Rio ayang sambungmu yang nanti akan menemani kita jika sesuatu terjadi pada kita."


Dari tatapan yang Naku berikan berhasil membuat Becca mengerti. Ternyata ada rasa ragu, bimbang juga tidak rela bila Becca kembali menikah lagi bersama pria yang bukan ayah kandung Naku.


Memang tidak mudah bagi Naku menerima semua itu, apa lagi dia sudah sangat mengerti tentang pernikahan. Tidak seperti Yola yang masih kecil dan belum tahu menahu tentang semua itu.


Becca menarik napas kembali, dia memikirkan semuanya sedetail mungkin agar tidak salah dalam menjawab pertanyaan anaknya. Dikarenakan, usia Naku sudah beranjak dewasa pasti dia akan bertanya sampai menemukan jawaban yang berhasil meluluhkan hatinya.


"Sayang, dengerin Mommy ya. Mungkin sekarang Naku bisa berbicara seperti ini, karena Naku berpikir kita akan selalu bersama, bukan? Tapi, nyatanya itu tidak akan bisa sayang. Mungkin orang tua memang tidak bisa meninggalkan anaknya, berbeda sama anak yang sewaktu-waktu bisa meninggalkan orang tuanya. Apa lgi kalau Naku sudah beranjang dewasa, Naku punya pasangan lalu menikah. Terus bagaimana sama Mommy? Tidak mungkin Mommy harus ikut bersama Naku, jika nanti Naku sudah berumah tangga. Itu tidak boleh sayang, kecuali Naku dan istri Naku sendiri yang memang ingin tinggal sama Mommy. Nah, kalau istri Naku keberatan bagaimana? Tidak mungkin Naku memaksakannya, bukan?"

__ADS_1


"Berbeda kalau Momny punya pasangan lagi, pasti Mommy akan punya teman meskipun nanti anak-anak Mommy pergi meninggalkan Mommy. Naku pernah ingat, sebaik apapun anak, sepintar apapun anak atau sehebat apapun anak. Dia tidak akan bisa selalu bersama dengan orang tuanya, karena mereka akan memiliki kehidupan masing-masing. Berbeda sama pasangan, mau nanti anak meninggalkan kita atau sebagainya. Pasanganlah yang akan tetap bersama kita, nemenin kita sampai kita tutup usia. Makannya itu banyak orang yang memilih pasangan ketimbang anak."


"Lain cerita, bila pasangan kita tidak baik. Sampai kapan pun kita akan tetap memilih anak, tapi kalau pasangan kita baik dan saling mencintai. Kita akan memilih pasangan dari pada anak sendiri. Sampai di sini Naku paham? Jika tidak, ya gapapa. Kelak Naku akan paham, apa yang Mommy katakan ini. Ada masanya di mana nanti Naku bisa mengerti, setidaknya Mommy sudah meminta izin baik-baik pada Naku. Selebihnya itu hak Naku, mau mengizinkan Mommy menikah lagi dengan Om Rio atau tidak, Mommy tidak akan melangkahi restu dari Naku."


"Restu Naku, adalah restu yang paling penting buat Mommy. Jadi, apapun keputusan Naku nantinya Mommy terima kok. Mommy tidak akan marah, jika Naku lebih senang hidup berdua sama Mommy. Mommy terima, tapi kalau Naku mengizinkan Mommy itu jauh lebih baik lagi."


"Maaf kalau ucapan Mommy berhasil membuat Naku tidak nyaman, Mommy akan berikan Naku waktu. Naku pikirkan baik-baik saja, nanti kalau Naku sudah punya jawaban sesuai sama isi hati Naku, kabarin Mommy segera ya. Karena Om Rio juga menunggu jawaban itu, Mommy berharap Naku bisa mengambil tindakan sedewasa mungkin. Ya sudah, Mommy ke kamar dulu ya istirhat. Good night, Sayang. Muuachh!"


Becca langsung berpamitan sama Naku untuk kembali ke kamarnya, karena dia merasa tidak kuat lagi untuk menatap wajah anaknya. Apa lagi, Becca tahu sekali dari tatapan Naku dia sangat tidak suka sama apa yang Becca bicarakan sekarang.


Melihat Becca pergi sambil menangis, membuat Naku Naku menjadi tidak karuan. Satu sisi dia bingung juga bimbang, haruskah dia mengizinkan Becca menikah lagi, atau tetap membatasi kebahagiaan mommynya sendiri.


Naku terdiam sejenak, dia kembali mencerna semua ucapan yang sudah Becca sampaikan beberada detik lalu sambil mengingat semua kebaikan yang sudah Rio berikan pada mereka.


Memang sih, Rio merupakan pria yang bertanggung jawab, baik juga bisa membuat Becca selalu bahagia bila ada di dekatnya. Hanya saja, apakah kelak dia bisa menyayangi Naku seperti Yola anak kandungnya sendiri? Atau akan pilih kasih, lantaran Naku tidak berasal dari da*rah dagingnya.


Hanya ada satu yang Naku takutin saat ini, dia takut kalau Rio akan seperti ayah sambung lainnya yang kelak akan berubah menjadi monster setelah mereka hidup bersama.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2