
"Udah cukup sandiwaranya, sekarang jelaskan padaku. Ada hubungan apa antara Mommy dan dia?"
Becca terdiam sejenak, melirik Rio yang menganggukkan kepalanya. Pertanda bila Rio pun telah mendukungnya dan akan siap siaga untuk membantu Becca menjelaskan pada Naku.
Perlahan Becca mulai menceritakan pada Naku menggunakan bahasa yang mudah di pahami, bagaimana hubungan Becca dan Rio. Begitu pun dengan Rio sama Yola, mereka terdiam sambil Yola memakan dessertnya dan sibuk memainkan ponselnya.
Naku terdiam menyimak apa yang saat ini sedang Becca jelaskan. Sedikit rumit, tetapi Naku tetap berusaha untuk terus mendengarkan semuanya tanpa memotong pembicaraan Becca.
Dari mulai Becca sekolah di luar negeri, bertemu Rio, meninggalkannya lantaran menikah dengan Gala. Setelah itu bertemu kembali setelah sekian tahun enggak pernah ketemu, itu pun dalam keadaan Becca kurang baik.
Mata Naku perlahan menatap ke arah Rio yang juga meliriknya sekilas sambil mencoba untuk mengalihkan Yola. Kemudian Rio pun mulai memberikan penjelasan sedikit demi sedikit, sambil membantu Becca.
"Jika memang Mommy sama Om Rio hanya sekedsr teman lama, terus kenapa kalian terlihat akrab? Dan kenapa Yola bisa memanggil Mommy dengan sebutan Buma?" tanya Naku, menatap Becca.
Rio terdiam menatap Becca, seakan dia juga bingung kenapa Yola bisa sampai seperti itu pada Becca. Padahal mereka baru kenal beberapa jam lalu, tetapi sudah terlihat begitu akrab.
Becca pun memberikan kode pada Rio yang langsung diangguki olehnya, setelah itu Becca kembali menjelaskan pada Naku.
"Kamu tahu 'kan, tidak mudah menjalani kehidupan tanpa orang tua di samping kita. Begitu pun Yola, dia sudah dari umur 2 tahun di tinggal oleh Ibunya. Sehingga dia hanya merasakan kasih sayang Om Rio selaku Ayah sekaligus Ibu untuknya."
"Om Rio aja baru tahu hari ini, bila Yola ternyata di sekolah mengalami pembullyan oleh teman-temannya. Jadi, wajar saja kalau Yola ingin merasakan kasih sayang seorang Ibu melalui Mommy yang dia anggap sebagai Ibunya. Begitu pun kamu, Yola juga ingin merasakan bagaimana dia memiliki seorang Kakak. Kamu tahu sendiri, hidupnya saat ini hanya sekedar tentang dirinya dan juga Daddy. Tidak ada kata Mommy, Kakak ataupun Adik. Sampai sini kamu paham?"
Penjelasan yang Becca berikan pada Naku, berhasil membuatnya terdiam. Dia langsung menatap Yola yang sedang asyik bermain dengan tatapan sedih.
__ADS_1
Inilah yang sebenarnya Naku takutkan. Dia takut jika semua orang akan menjauhinya, hanya karena kedua orang tuanya berpisah. Ke khawatiran Naku membuat dirinya sendiri menjadi gelisah, Naku tidak ingin berada di antara dua pilihan. Yaitu, Becca dan juga Gala.
Di saat Naku sudah mulai paham apa yang di jelaskan oleh Becca mengenai Rio dan Yola. Saatnya dia kembali mempertanyakan tentang bukti yang Becca miliki ketika dia sudah memergoki suaminya.
"Kalau memang bukan Mommy yang selingkuh, berarti Daddy yang selingkuh?" tanya Naku, menatap datar.
Becca bingung harus mengatakan pada Naku dengan cara seperti apa. Karena dia juga sebenarnya tidak ingin memperlihatkan kejadian yang tidak akan pernah bisa Naku lupakan.
Akan tetapi, bagaimana pun caranya. Becca harus tetap memberitahu semua ini pada anaknya, agar dia tidak semakin membuatnya bertanya-tanya ataupun menaruh dendam yang lebih dari pada ini.
Jujur, Becca sangat tahu ketika harus menceritakan kejadian yang menyakiti hatinya. Hanyaa saja, Becca tidak ingin terus berlarut untuk menyembunyikan semuanya dari Naku.
Dengan berat hati dan juga harapan yang besar. Becca menarik napas dalam-dalam, lalu perlahan mengeluarkan ponselnya dari dalam tas kecil yang dia pakai.
"Dari tadi Naku nanya sama Mommy, terus kenapa Mommy malah bermain ponsel? Apa Mommy lupa, Mommy sendiri yang mengatakan sem---"
Becca memberikan ponselnya kepada anaknya. Dimana mata Naku menatap Becca dengan tatapan bingung, perlahan tangannya pun mulai mengambil ponsel Becca.
Satu video dengan durasi kurang lebih 2 menit menjadi tanda tanya di dalam hati Naku sendiri. Tangannya sedikit gemetar untuk menyetel rekaman itu, seakan dia belum siap untuk melihat semuanya di dalam video yang Becca rekam.
Namun, rasa penasaran yang begitu besar membuat Naku memberanikan diri untuk melihat isi di dalam rekaman video tersebut.
"Daddy, Kakak agi onton apa?" tanya Yola.
__ADS_1
"Itu, Kakak lagi lihat tugas sekolahnya. Ya udah Yola fokus aja main masak-masaknya ya, dari pada nanti gosong. Hayo?" jawab Rio, mengalihkan perhatian Yola.
"Api, Yola mau iyat itu!" sahut Yola, menatap ke arah Naku yang masih fokus melihat rekaman tersebut.
"Anak kecil tidak boleh ikut campur urusan orang dewasa, nanti kalau Yola sudah besar baru bisa ik--"
"Ishh, Daddy. Yola mau iy--"
"Wah ... Lihatlah, Sayang. Itu Masakannya Yola gosong semuanya. Aduh, bisa-bisa pelanggan pada marah-marah. Hem, gimana ya?"
"Tenang, Dad. Yola bica kok macak agi, bial meleka ndak malah-malah. Daddy iyat ya!."
Yola kembali fokus pada permainannya saat Rio terus berusaha menarik perhatiannya agar bisa fokus pada permainannya. Supaya, dia tidak melihat atau pun mendengar semua obrolan yang Naku dan Becca bicarakan.
Becca hanya melihat Rio dan Yola, kemudian kembali lagi menatap Naku. Dimana respon Naku benar-benar di luar dugaan. Dia hanya terdiam sambil mengembalikan ponsel Becca. Wajahnya benar-benar sangat datar, tanpa ekspresi sedikit pun.
Sikap seperti inilah yang membuat Becca langsung khawatir. Jika Naku meresponnya dengan amarah itu sangatlah wajar, tapi bila Naku hanya terdiam tanpa ekspresi apapun. Itu yang menjadi tanda tanya di dalam hatinya.
Sampai akhirnya Naku mengajak Becca untuk pulang, awalnya Yola menolak. Dia masih ingin bermain sama Naku, akan tetapi Rio selalu membujuknya bila Naku sedang tidak enak badan. Sehingga mereka pun pulang ke rumahnya masing-masing dalam suasana yang sangat berbeda.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung