Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Gramedia


__ADS_3

1 Minggu telah berlalu, kehidupan Becca dan Rio pun sudah terlihat jauh lebih baik setelah Gala berada di kantor polisi. Hanya saja ada satu berita yang sangat mengejutkan mereka semua terutama Becca, ketika salon kecantikannya ditutup paksa oleh pihak berwenang dikarenakan semua itu hasil dari uang yang tidak baik.


Keterkejutan Becca membuat dia jatuh sakit, sebab apa yang sudah dia perjuangan ternyata sia-sia. Salon yang dari kecil dia kelola hingga besar, kini harus menjadi salah satu korban investasi Gala yang diluar dari nalar.


Becca tidak menyangka kalau jauh dari sebelum Gala ketemu dengannya, ternyata Gala telah melakukan bisnis ilegal bersama yang mengajak dia untuk melakukan iming-iming investasi. Nyatanya, semua itu adalah penipuan. Gala memang tidak tahu menahu apa yang dia lakukan pada waktu itu benar atau salah, terpenting dia bisa menghasilkan uang dalam jumlah banyak untuk memperluas bisnis yang lagi dia kelola.


Namun, lama kelamaan semua itu malah terungkap saat pemeriksaan dari korban-korban yang lama telah melaporkan semuanya. Apa lagi, teman tersebut ternyata juga pernah berada di polisi itu. Serapat apapun bangkai disembunyikan, tetap saja suatu saat akan terbongkar.


Becca masih belum sanggup menerima semua itu, usaha yang sudah dia lakukan selama ini tidak seindah apa yang ada dibayangannya dulu. Melihat Becca drop membuat Rio pun bingung harus bagaimana, sampai seketika dia pergi kembali menemui Gala untuk meminta penjelasan yang lebih detail.


Setelah itu, Rio hanya bisa pasrah. Dia tidak bisa berkata apa-apa lagi, jika memang semua itu sudah terjadi. Akan tetapi, Rio tidak tinggal diam. Dia terus berusaha bagaimana mengendalikan emosi sang istri yang sangat terpukul atas hancurnya usaha dia selama ini.


Naku dan Yola tidak kuat melihat Becca selalu bolak-balik ke rumah sakit akibat kondisi tubuhnya yang benar-benar drop. Semua itu disebabkan oleh pikiran Becca yang masih belum bisa merelakan semua yang terjadi atas usaha dia yang hilang begitu saja. Untungnya usaha cakek adalah usaha bersama dengan Rio jadi masih bisa diselamatkan.


Saat ini Becca sedang dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari kedepan sampai kondisi juga mentalnya benar-benar kembali pulih. Tidak lupa juga Rio mendatangkan seorang psikolog untuk bisa menenangkan mentah Becca yang sedikit terganggu.


Setelah beberapa hari kemudian, akhirnya Becca sudah bisa menerima semua yang terjadi di dalam hidup yang tidak bisa dia rubah. Mungkin ini adalah salah satu cobaan yang harus Becca lalui supaya bisa memiliki pendirian yang kuat kalau suatu saat dia pasti akan kembali sukses dengan suport suami juga anak-anak.


... 🌟🌟🌟🌟🌟...


Pada hari Minggu, pukul 3 sore. Naku menemani Yola untuk pergi ke Gramedia (toko buku), berujung Rio sedang sibuk bekerja dia tidak bisa menemani anak-anak, begitu juga Becca. Dia mendapatkan tawaran menarik untuk berbisnis dengan toko cake yang lebih besar lagi, semua itu seperti mimpi. Sama halnya seperti pepatah bilang, jika salah satu pintu rezeki tertutup masih ada 1000 pintu yang terbuka lebar. Hanya saja, kita harus tahu bagaimana cara menjemput rezeki tersebut.

__ADS_1



Mall Plaza adalah pusat berbelanja yang terkenal, sehingga banyak pengunjung yang datang untuk berbondong-bondong mencari kebutuhan apa yang merek inginkan. Di sini terdiri dari beberapa lantai yang masing-masing memiliki ciri khas sendiri.


Ada yang khusus pakaian, make up, tas, tempat makan, mainan dan sebagainya. Semua di bagi beberapa lantai agar semua pengunjung tidak merasa bingung apa bila semua dijadikan satu lantai sekaligus.


Tidak hanya itu, Gramedia di sini jauh lebih lengkap dari Mall yang lain. Semua jenis buku ada di sini, jadi tidak heran kalau Mall ini sangat ramai dikunjunginsetiap harinya, apa lagi hari Minggu tempat-tampat orang liburan menyenangkan hati sendiri.


Naku selalu mengawasi Yola ke mana pun dia pergi tanpa melepaskannya. Semua itu karena sudah tidak ada lagi babysitter yang menjaga dia seperti waktu masih kecil, sesuai permintaan Becca. Dia akan mengurus anak-anak seorang diri sampai mereka tumbuh besar dan memiliki kebahagiaan masing-masing.


Ya, walaupun Becca terlihat sibut, tetapi dia tidak sesibuk biasanya. Becca hanya keluar rumah seminggu sekali itu pun kalau penting, jika tidak dia akan berdiam diri mengurus rumah, anak juga suami tercinta tanpa meyibukkan diri dengan pekerjaan.


"Haahh, lama-lama semua buku di sini aku borong sumpah. Kesel banget, isshhh!" Kedua tangan Yola menggeram layaknya seekor singa yang sedang marah besar.


"Boronglah, kalau kau bisa. Emangnya kau punya uang? Kalau punya ya sudah, silakkan!" titah Naku, cuek sambil menaruh kembali buku yang tidak sesuai sama apa yang Yola cari.


Yola langsung menyengir layaknya seseorang yang tidak punya salah apapun. "Heheh, e-enggak jadi, Kak. Ya sudah, kakak tolong cariin ya, Yola mau ke situ dulu beli minum aus banget ini. Kakak mau?"


"Enggak ada, udah diem di sini. Kalau nanti kamu hilang gimana? Siapa yang tanggung jawab? Bisa-bisa palaku kena gorok mommy kalau sampai kau hilang!"


Tatapan kedua mata Naku seperti melarang keras untuk Yola pergi dari sampingnya, sebab Naku sudah diserahkan oleh kedua orang tua agar bisa menjaga Yola.

__ADS_1


"Astaga, Kakak! Aku ini bukan anak kecil lagi loh, ini juga Mall sering kita kunjungi. Masa iya aku hilang disini, aku juga punya ponsel bisa nelpon kakak. Terus juga di sini banyak security aku bisa minta tolong sama mereka, jadi enggak usah khawatir. Aku pergi juga bukan buat kabur kali, orang mau beli minum. Ayolah, Kak. Boleh ya, boleh. Please!"


Yola memohon pada Naku agar membiarkan di pergi seorang diri hanya sekedar membeli minum, awalnya Naku keberatan dia ingin mengantar adiknya itu untuk membeli minum dan akn kembali lagi mencari minum. Akan tetapi, Yola tetap menolak itu. Dia ingin belajar mandiri supaya tidak tergantung pada Naku yang selalu menjaga bagaikan bodygur ataupun babysitter yang dulu selalu ada di sampingnya.


"Huhhh, baiklah. Tapi, hanya beli minum ya, tidak ke mana-mana langsung balik ke sini. Coba lihat ponseu nyala atau tidak, awas aja kalau di matiin!"


"Aaaa ... Sayang kakak banyak-banyak!"


Yola langsung memeluk Naku begitu erat karena dia merasa senang, dikarenakan Naku sudah mengerti apa yang dia inginkan. Setelah itu Naku mengecek ponsel yang ada di tas kecil Yola, lalu mengencangkan volume agar suaranya terdengar nyaring sampai membuat semua orang juga ikut mendengar.


Selepas itu, Yola pun pergi dengan hati yang senang. Entah itu perasaan apa, Yola sendiri tidak tahu intinya dia senang banget seakan-akan ada kejutan yang sebentar lagi dia dapatkan. Yola berjalan sambil bersenandung, menaiki lift yang berjalan sedikit lambat. Sesampainya di atas dia langsung memilih untuk mencari minuman dan cemilan apa yang akan dia beli untuk makan bersama sang kakak.


Namun, saat Yola sudah menemukannya, tiba-tiba saja dia menabrak seseorang yang membuat Yola terjatuh sedikit meringis. Meskipun tidak lecet, tetap saja terasa sakit di area dengkul milik Yola karena di tabrak oleh seseorang dalam keadaan berlari.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2