
Rio sudah datang lebih dulu di sebuah gudang yang ada di belakang gedung. Rio memantau semuanya sambil menunggu seorang pelayan untuk membicarakan apa yang ingin dia sampaikan padanya.
Tidak lama, pelayan itu datang dalam keadaan terburu-buru dan juga panik. Dia tahu apa bila sampai ada yang melihat mereka berdua, maka pekerjaannya akan menjadi taruhannya.
Rio langsung membawa pelayan itu masuk ke dalam gudang dengan sangat hati-hati. Di mana mereka melewati beberapa CCTV yang ada agar gerak-geriknya tidak sampai ketahuan.
"Tuan, ada apa Tuan menyuruh saya ke sini?" tanya pelayan itu gugup menatap manik mata Rio.
"Kau tidak perlu takut, saya tidak akan macam-macam padamu. Saya hanya ingin kamu membantu saja untuk membuktikan bahwa kehamilan istri dari sahabat saya itu adalah palsu. Tuan tamu yang ada di gedung ini, adalah sahabat saya. Dan dia tahu jika istrinya sedang hamil, tapi pada kenyataannya istrinya hanya hamil palsu bukan real hamil," jawab Rio, wajahnya begitu serius.
"Sa-saya harus bantu Tuan apa? Bukannya Tuan yang sudah tahu semuanya, terus kenapa bukan Tuan sendiri tidak memberitahu kepada sahabat Tuan?" tanya pelayan itu, kembali.
"Berulang kali aku sudah mengungkapkannya. Hanya saja, aku tidak memiliki bukti yang kuat. Maka dari itu, saya ingin meminta bantuanmu untuk membantu membuktikan semua itu. Tugasmu gampang kok, tidak sulit!"
Rio berusaha membuat pelayan itu percaya padanya, memang tidak mudah menarik perhatiannya. Sebab, pelayan itu pasti akan mikir kalau apa yang akan dia lakukan adalah perbuatan yang salah.
"Bagaimana jika istri dari sahabat Tuan itu beneran hamil? Nasibku akan terancam, Tuan! Bagaimana semisalkan ketahuan, lalu saya di penjara? Lantas nasib keluarga saya di rumah seperti apa? Istri saya baru melahirkan Tuan, saya tidak ingin membuat keluarga saya kecewa!"
__ADS_1
"Percaya sama saya, dia tidak hamil. Semua konsekuensi saya yang akan bertanggung jawab. Kau tenang saja, saya tidak akan menyeretmu ke dalam bahaya! Tenang, saya akan memberikanmu penawaran 150 juta jika kamu berhasil membantu saya membongkar semua ini."
Pelayan itu terdiam, dia memikirkan penawaran yang sangat menarik. Mungkin, bagi orang biasa uang dengan jumlah segitu sudah sangat banyak. Berbeda jika orang berada, pasti akan menganggapnya sedikit. Sehingga penawaran itu berhasil membuat pelayan itu merasa dilema.
Satu sisi dia takut terjadi hal buruk padanya, jika sampai ketahuan. Satu sisinya lagi, penawaran emasi ini tidak akan pernah terulang kembali. Hitung-hitung rencana ini merupakan rencana untuk membuktikan keberanan bukan untuk mencelakai atau menyakiti seseorang.
Jadi, dengan kemantapan hatinya. Pelayan itu segera menerima tawaran tersebut, demi menambah tabungannya untuk biaya hidup keluarga kecilnya.
"Baiklah, Tuan. Saya siap membantu Tuan, apa bila Tuan bisa menjamin semua keaman untuk saya. Terus, apa yang harus saya lakukan agar bisa membantu teman Tuan itu?"
Rio tersenyum miring, sambil menatap pelayan tersebut dengan tatapan penuh arti. Rio mengeluarkan botol kecil yang berisikan minyak, apa bisa di teteskan ke lantai maka seseorang yang menginjaknya bisa langsung jatuh saking licinnya.
Rio tidak memberitahukan secara detail tugas pelayan itu, dia hanya memberikan botol kecil yang berisikan minyak serta apa yang dia lakukan. Selebihnya pelayan itu harus menggunakan akal sehat dan juga kecerdasan dalam menentukan situasi yang pas untuk dia melangsungkan aksinya.
Perlahan Rio membuka ponselnya dan menunjukkan foto Lola serta Gala yang dia ambil di dalam gedung. Pelayan itu mengamati semuanya sebaik mungkin agar tidak salah orang.
"Ini foto wanita yang harus masuk ke dalam jebakanmu, dan ini suaminya. Mereka adalah Tuan rumah di acara tersebut, kamu pasti tahu bukan? Jadi, lakukan semuanya dalam keadaan tenang dan tidak perlu gugup supaya rencanamu bisa berhasil!"
__ADS_1
Pelayan itu menganggukan kepalanya saat dia mulai paham sama apa yang telah di jelaskan oleh Rio. Kemudian dia menerima botol itu dan nyimpannya secara hati-hati. Setelah semuanya selesai, pelayan itu segera kembali melakukan pekerjaannya karena dia sudah terlalu lama meninggalkannya.
Tidak lupa, Rio memberikan nomor telepon yang bisa dia hubungi sewaktu-waktu ada perubahan rencana atau untuk mengirimkan bukti video atas rencana yang sudah berhasil.
Rio bergegas pergi dari sana dan kembali menuju ke dalam mobilnya sambil memantau semuanya dari jarak jauh demi menjaga semua keamanan rencananya.
Benar saja, selesai kembalinya Lola dari kamar mandi. Dia baru ingin melewati pelayan itu, salah satu tangan pelayan mengeluarkan botol kecil dan menumpahkannya tepat di lantai yang akan Lola injak.
Momen yang sangat bagus, Pelayan itu berhasil mendapatkan waktu yang pas untuk melakukan semua rencana dari Rio. Hanya hitungan detik, Lola terpeleset akibat jalan licin, hak yang cukup tinggi serta gaun yang ribet seakan mendukung semua takdirnya yang berakhir tepat di depan banyak orang.
Di situlah Rio pun terkejut saat dia mendapati semua video yang sangat luar biasa. Rencana kecil yang niatnya hanya membantu Becca untuk mengungkapkan kedok Lola, ternyata langsung di dukung oleh takdir Tuhan. Sehingga kejadian besar itu terjadi begitu saja tanpa di sangka-sangka.
.......
.......
.......
__ADS_1
...***💜💜>Bersambung