
[Mau ngapain lagi Daddy nelpon, hahh? Belum cukup di marahin Mommy?]
[Daddy akui aktingmu sangat bagus, Boy. Daddy suka! Terus kenapa selama beberapa hari ini panggilan Daddy tidak pernah kamu angkat, malah di rijeck gitu aja. Apa alasannya? Apa karena kamu lagi menjaga kepercayaan Mommymu lagi?]
[Akting? Daddy salah! Ini semua tidak ada akting sama sekali, aku benar-benar sudah menyesal karena sempat kehasut oleh rayuan mautmu. Sampai-sampai aku melawan Mommyku sendiri, padahal dialah orang yang paling tersakiti atas perselingkuhanmu!]
Gala terdiam beberapa detik, lantaran cukup syok ketima mendengar alasan Naku. Kini, anaknya sudah tidak lagi berada di dalam genggamannya.
Sebuah kekhawatiran yang sangat besar langsung memenuhi pikiran Gala. Dia tidak ingin anaknya kembali menjauhinya setelah sadar, kalau Naku sudah mengetahui niat aslinya.
[Kenapa diam, Dad? Kaget, syok atau bingung?]
[E-enggak, Daddy hanya sedang mikir apa yang membuatmu seperti ini. Apa semua karena pria itu? Apa yang sudah di kasih padamu, hem? Mainan, uang atau kartu?]
[Lebih dari semua itu!]
[Apa? Sebutkan! Daddy bisa kasih berkali-kali lipat dari semua itu!]
[Cinta kasih yang sangat luar biasa!]
__ADS_1
Jantung Gala langsung berhenti beberapa detik, kemudian kembali berdetak kencang melebihi kecepatan saat lomba lari.
Gala tidak menyangka, Naku bisa mengatakan semua itu padanya tanpa rasa ragu sedikit pun. Sehingga kata-kata Naku, berhasil membuat Gala merasa tersaingi atas apa yang Rio lakukan pada anak serta mantan istrinya.
Beberapa menit tidak ada jawaban, senyuman miring mulI terukir di sudut bibir Naku. Kemenangan berada dipihaknya, sampai Gala tidak berdaya serta bingung harus menjawab apa.
Kata-kata yang terucap dari mulu Naku, seakan sedang menyindir keras Gala karena dia tidak bisa memberikan cinta kasih yang luar biasa pada kaluarganya. Di tambah cinta itu sempat terbagi oleh wanita lain dan pada akhirnya berujung kebohongan.
[Kenapa diam lagi, Dad? Pasti berat ya, karena cinta kasih yang Daddy berikan pada keluarga tidak sebesar cinta kasih yang Om Rio berikan, padahal dia bukan keluarga loh. Sementara orang berstatus keluarga malah menghancurkannya, apa itu bisa di sebut dengan cinta kasih yang tulus? Tidak, Dad. Tidak!]
[Beribu cara Daddy lakukan untuk mendapatkan Mommy, kalau awalnya benar tapi ujungnya salah tetap akan salah. Ingat baik-baik, Dad! Luka yang Daddy berikan pada Mommy sudah sangat dalam, bahkan sampai kapan pun tidak akan pernah hilang!]
[Syukur kalau Daddy benar-benar berubah atas kesadaran Daddy sendiri dan memperlakukan Mommy selayaknyantanpa paksaan, lama kelamaan Mommy akan luluh. Namun, jika Daddy sadar atas dasar cemburu ketika melihat Mommy dan Om Rio. Itu artinya bukan cinta, Dad. Hanya Obsesi semata yang di atas namakan cinta!]
[Namun, berbeda sama Om Rio. Sebanyak apa pun ujian yang dia hadapi, walau itu menyakitkan hatinya. Om Rio tetap nomor satukan orang yang dia sayangi. Dia lebih memilih di sakiti, asalkan orang yang dia sayangi itu bahagia dengan pilihannya sendiri dari pada harus menghancurkan hatinya!]
[Dan satu lagi, Berkat Om Rio. Naku jadi tahu, pentingnya keluarga dari pada apapun. Dia rela meninggalkan semua pekerjaan pentingnya, demi orang yang dia sayangi. Tidak peduli sebanyak apa kerugian yang akan dia hadapi karena membatalkan proyek, saat harus mencari Mommy yang tidak tahu di mana keberadaannya. Sementara Daddy?]
[Daddy orang satu-satunya yang mengikuti Mommy dari rumah, tapi masih saja ketinggalan jejak. Setelah itu, dengan mudahnya Daddy memutuskan untuk pergi ke kantor karena ada meeting bersama kolega besar, sedangkan nyawa Mommy sudah ada di ujung tanduk. Kalau bukan Om Rio, mungkin Naku akan menjadi anak yang sangat menyesal seumur hidup akibat keegoisan membuat Mommy pergi jauh tanpa kembali!]
__ADS_1
Entah Naku dapat ucapan bijak ini dari mana, sampai akhirnya dia benar-benar membungkam mulut Daddynya sendiri.
Kedewasaan Naku semakin hari semakin
terlihat karena nasihat-nasihat yang selalu Rio berikan padanya. Awalnya Naku menganggap semua itu hanya omong kosong yang Rio berikan, demi bisa mendekati Becca.
Namun, lama kelamaan Naku semakin percaya apa bila Rio merupakan sosok pria yang patut untuk di sandingkan oleh Mommynya. Dari pada Naku harus membuat luka Mommynya kembali basah atas keegoisannya, lebih baik Naku mengalah asalkan Mommynya bisa bahagia.
Maka dari itu, Naku berusaha untuk melawan Daddynya sendiri demi mempertahankan hak Mommynya agar bisa bahagia sama pilihannya sendiri, tanpa campur tangan Naku atau Gala.
Jantung Gala langsung memompo cepat persis seperti orang yang terkena serangan jantung secara mendadak. Ucapan Naku benar-benar menghancurkan hatinya, padahal niat Gala hanya ingin mereka kembali berkumpul seperti dulu.
Hanya saja, kehadiran sosok Rio menjadi penghalang yang sangat berat untuknya. Sambungan telepon terputus sepihak, Gala langsung spontans duduk di tepi ranjang sambil mencekram dadanya yang sangat sakit.
Sorotan matanya seakan penuh kemarahan ketika anaknya sendiri sedang memuji pria lain selain dirinya. Gala sangat tahu, betapa Naku mengidolakannya karena menganggap Gala adalah sosok Ayah terbaik. Nyatanya, hari ini Naku berhasil mematahkan hatinya saat membangga-banggakan sosok Rio yang baru di kenalnya sama Daddynya sendiri yang telah menyakiti hati Mommynya.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...