
"Udah ya, nangisnya. Lebih baik kita pulang saja, tidak baik lama-lama di sini. Pasti semua pengunjung ini sudah sangat hapal dengan wajah kita, terutama dirimu. Jadi, kita cari aman saja. Setidaknya kamu tidak apa-apa dan aku bisa tenang," ucap Rio.
Anggukan kepala Becca mewakilkan jawabannya, kemudian mereka pun berjalan perlahan meninggalkan Mall menggunakan pintu belakang di bagian utara. Jika mereka keluar dari pintu utama, pasti akan ada banyak orang yang menertawakan atau menatap aneh kepada keduanya.
Di mana sposisi Rio masih basah kuyup, dan juga Becca yang juga sedikit basah akibat terkeca cipratan air yang mengenai tubuh Rio saat melindunginya. Tidak banyak, tetap cukup terlihat.
Hanya ada beberapa orang yang menatap bingung ke arah Rio dan Becca. Selepas dia sampai di parkiran, Rio dan Becca segera memasuki mobil. Mereka saling menatap satu sama lain, lalu tertawa ketika mengingat kejadian lucu yang membuat Rio sampai basah kuyub.
"Astaga, aduh ... Hehe, Kakak kenapa membelaku di depan semua orang? Apa Kakak tidak takut di amuk sama Ibu-ibu yang ganas-ganas itu?" tanya Becca, pensaran.
"Ya, mau bagaimana lagi, Ca. Satu sisi aku khawatir denganmu, satu sisi aku juga takut. Hanya saja aku berpura-pura aja berani, biar kelihatan super hero. Padahal di dalam hatiku ini aku sangat ketakutan hihi ...."
"Huhh, dasar. Ohya, ngomong-ngomong bagaimana Kakak bisa ada tepat di saat Ibu itu ingin mengguyurku dengan air?"
Rio melirik Becca, lalu dia perlahan menyalakan mobilnya untuk sedikit menasinya barulah dia mengendarainya meninggalkan parkiran Mall.
__ADS_1
"Ya, aku curiga saja. Udah hampir 10 menit kamu tidak kembali, aku kira kamu nyasar. Pas aku susulin, terus aku lihat ada keramaian di toilet. Saat aku mencari tahu dari seseorang, ternyata kamu lagi bertengkar sama wanita itu. Ya, aku bingung. Awalnya aku ragu ingin masuk ke dalam di saat semuanya hanya ada wanita."
"Namun, saat aku mengetahui ada Ibu-ibu yang rese dan terbilang nekat itu ingin mengguyurmu. Aku langsung menyelamatkanmu, dari pada kamu basah kuyub lebih baik aku saja. Lagi, pula aku tidak tega melihatmu di perlakukan seperti itu sama semua orang. Aku kira kamu ada cekcok karena ketidak sengajaan, ternyata oh ternyata. Ketika aku tahu siapa wanita itu, aku tidak heran jika kamu terpancing oleh suasa sampai membuat satu toilet menjadi heboh."
Becca hanya tertawa kecil mendengar cerita dari Rio. Entah dia harus senang, atau sedih. Bagi Becca perbuatan Lola memang tidak di benarkan, tetapi dia juga tidak ingin ikut campur atas masalah yang akan menimpa Gala.
"Ohya, Kak. Kakak tidak mau ganti baju dulu? Kasihan badan Kakak, nanti masuk angin loh," ucap Becca, melihat pakaian Rio yang basah.
"Aku gapapa, habis mengantarkanmu aku bisa langsung pulang dan ganti baju di rumah. Udah tenang saja, aku kuat kok," jawab Rio tersenyum melirik Becca dan kembali pada setir mobilnya.
"Ya sudah kalau gitu. Kak, Kakak tahu enggak, kenapa aku bisa berantem sama dia?" tanya Becca.
"Ckk, menyebalkan!" seru Becca, kesal.
"Hihi, bercanda. Memangnya apa yang kalian ributkan? Soal Gala? Atau kau berniat mau rujuk dengannya?" tanya Rio, langsung mendapatkan cubitan maut dari Becca di perut samping kirinya.
__ADS_1
Rio spontan terkejut akibat geli, sehingga membuat laju mobil sedikit oleh dan kembali berjalan lurus pada posisinya.
"Aduh, haha ... Ma-maafkan aku, Tuan putri yang cantik jelita. Udah akhh, jangan ngambek. Sekarang caba ceritakan, apa yang terjadi di toilet tadi!"
"Huhh, jadi begini, Kak."
Becca langsung menceritakan asal mula perdebatan mereka di mulai, pertama Rio masih terlihat santai dan mengangguk, sesekali melihat ke arah Becca. Akn teapi, ketika inti cerita sudah mulai masuk. Rio refleks menghentikan laju mobilnya dan menatap kaget ke arah Becca.
Rio tidak percaya jika Lola melakukan semua itu hanya demi mendapatkan Gala, sementara Gala yang bod*doh tidak tahu menahu tentang kehamilan palsu yang Lola rencanakan.
Sungguh, ini benar-benar membuat Rio syok. Dia segera meminggirkan mobilnya, lalu menatap penuh keseriusan ke arah Becca. Di situ Becca sontak menjadi gugup, ketika tatapan Rio sangat tajam menatapnya.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung