Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Berencana Menikah


__ADS_3

Di dalam kamar, Naku masih belum bisa tidur dengan tenang. Ucapan Rio selalu terngiang-ngiang di dalam ingatan Naku, dia benar-benar bingung. Dilema yang di hadapi Naku, seakan berperang dengan isi hati dan juga pikirannya sendiri.


Entah, mana yang harus Naku percaya. Isi hatinya ataukah pikirannya yang sudah mulai tercuci oleh kata-kata Gala yang menginginkan kebahagiaan mereka kembali.


"Om Rio memang orang baik, dia selalu ada di saat Mommy membutuhkannya tanpa harus di minta. Tapi, Daddy? Daddy orang yang sangat Mommy cintai. Haruskah aku membiarkan Om Rio mendekati Mommy, atau melarangnya agar cinta mereka kembali?"


"Arrghhh ... Kenapa aku malah bimbang seperti ini sih! Kabahagiaan Mommy itu ada pada Daddy, karena dia orang yang sangat Daddy cintai, bukan Om Rio yang baru muncul kembali di dalam hidup Mommy!"


"Cuman kalau flashback kebelakang, Daddy adalah orang yang telah membuat aku dan Mommy ada di posisi ini. Sedangkan Om Rio, orang yang membuatku dan Mommy bisa kembali bangkit untuk terus semangat menjalani hidup meskipun tanpa Daddy!"


"Terus kenapa aku malah membela Daddy yang sudah jelas-jelas menyakiti Mommy, bukan Om Rio yang selalu membuat Mommy tersenyum?"


"Akhh, tapi yang Daddy katakan juga benar. Apa lagi di sini yang cinta hanya Om Rio, bukan Mommy. Jadi sudah pasti kalau Mommy akan tetap mencintai Daddy, dan aku harus menyatukan cinta mereka. Dengan begitu, Mommy tidak perlu capek-capek kerja sana-sini demi membesarkanku, karena sudah ada Daddy yang bekerja!"


"Dahlah, dari pada aku pusing-pusing mikirin itu, mendingan aku tidur. Besok harus sekolah, aku tidak mau sampai ke siangan apa lagi bolos. Bagiku belajar itu penting, supaya nanti aku bisa membahagiakan Mommy dan Daddy dengan nilai terbaikku!"


Naku mengoceh sendiri ketika dia bingung sama perasaannya yang terkadang berpihak pada Rio dan terkadang apa yang di katakan Gala pun ada benarnya. Mungkin karena kelabilan sifat yang Naku miliki, membuat dia belum menyadari.


Semoga saja, kelak Naku akan menyadari kalau Gala hanya memanfaatkannya demi kepentingannya sendiri. Di mana Gala merasa menyesal dan menginginkan apa yang sudah dia rusak bisa kembali menjadi utuh.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Keesokan harinya, tepatnya di pagi hari. Rio berangkat lebih dulu pulang ke rumah untuk berganti baju, karena tepat di jam setengah 8 dia akan ada meeting penting. Sehingga Rio harus mengutamakan penampilannya yang sopan agar tidak mengecewakan kolega bisnisnya.

__ADS_1


Becca mengetahui itu semua dari pembantunya, lantaran Rio tidak ingin menganggu jam tidur orang rumah hanya untuk berpamitan.


Rio hanya menitip pesan untuk menjaga Yola sampai dia kembali, setelah urusan selesai Rio akan menjemput Yola dan membawanya pulang ke rumah.


Setelah mengetahui itu semua, Becca segera menyiapkan sarapan untuk Yola dan juga Naku serta bekal yang akan di bawa Naku ke sekolah. Semua itu Becca siapkan agar Naku tidak sampai lupa mengisi perutnya ketika dia sedang sibuk belajar.


Selesai menyiapkan semuanya, Naku turun ke bawah menuju ruang makan dengan penampilan yang tampan menggunakan seragam sekolahnya.


"Pagi, Sayang? Gimana semalam tidurnya, nyenyak?" tanya Becca sambil tersenyum saat melihat anaknya datang.


"Pagi juga, Mom. Lumayan," sahut Naku, segera duduk di kursinya.


"Syukurlah, ya sudah. Ayo sarapan dulu, Mommy ambilin!" seru Becca, segera menyendokkan 2 centong nasi goreng ke atas piring Naku. Berikut telur mata sapi, 2 naget dan juga kerupuk.


"Dimana Om Rio? Bukannya semalam dia berobat di sini?" tanya Naku, masih dengan nada ketusnya.


"Kamu enggak boleh berbicara seperti itu sama Om Rio, Nak. Mau bagaimana pun dia orang yang sudah banyak membantu kita, jadi wajar kalau Mommy merawat Yola. Lagi pula Yola udah Mommy anggap sebagai anak Mommy sendiri," jawab Becca, nerhasil membuat Naku tersendak secara tiba-tiba.


"Uhukk ... Uhukk ...."


Becca segera bangkit dari kursinya dan memberikan air minum pada Naku. Kemudian Naku minum dengan perlahan sambil mencoba untuk menarik napasnya.


"Makannya, kalau lagi makan habisin dulu yang di mulut baru ngomong. Kalau udah kesendak begini, baru kapok!" sindir Becca kembali duduk di kursinya.

__ADS_1


"Apa tadi Mommy bilang? Yola udah Mommy anggap sebagai anak sendiri? Itu artinya Mommy berencana ingin menikah sama Om Rio gitu?"


Becca yang baru saja minum langsung tersendak gantian sama Naku yang telah mendingan. Becca tersendak bukan karena dia kurang hati-hati, melainkan terkejut saat mendengar perkataan anaknya sendiri.


"Kalau Mommy sendiri kaget sampai tersendak begitu, artinya Mommy memang ada niatan untuk menikah dengan Om Rio, 'kan?" tanya Naku, tatapan matanya penuh intimidasi.


"Ckk ... Apaan sih, pagi-pagi kok ngobrolinnya soal begituan. Udah, sekarang mendingan kamu habisin makanannya itu. Lihat jam di tanganmu sudah jam berapa, mau telat sampai di sekolah. Belum lagi, jarak sekolah cukup lumayan serta jalanan jam segini lagi macet-macetnya. Udah, ayo cepat habiskan. Mommy juga harus mengurus Lola dan juga ada sedikit pekerjaan yang harus Mommy cek!"


Becca berusaha kerasa untuk mengalihkan Naku, lantaran pertanyaan Naku sudah mulai serius. Naku yang masih penasaran sam perkataan Becca, membuat dia harus mengurungkan niatnya karena waktu sudah semakin dekat dengan jam masuk sekolah.


Akan tetapi, sebelum berangkat dan berpamitan. Naku memberikan ancaman kalau dia akan kembali meminta jawaban atas pertanyaannya dan tidak akan membiarkan Becca berdekatan pada Rio.


Becca hanya menggelengkan kepalanya ketika melihat sifat anaknya yang semakin hari semakin aneh. Jika di pikirkan, sedikit sakit memang, saat Naku melarangnya untuk kembali dekat bersama Rio.


Tidak tahu mengapa, rasanya Becca tidak rela kalau sampai harus berjauhan sama Rio. Semua itu pernah di cobanya, tetapi gagal. Becca malah sempat beberapa kali nekat untuk menemui Rio secara diam-diam, bertujuan untuk membahas bisnis. Akan tetapi, malah berujung dengan kesenangan bersama meluangkan waktu yang membuat hari-hari mereka terasa membosankan.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2