
"Katqkan sama Nayla, Ayah, Bunda. Ada apa sebenarnya ini, kenapa kalian takut Nayla mengetahui semuanya? Apa ada rahasia besar yang Nayla tidak ketahui? Jika benar, katakan pada Nayla sekarang! Nayla mau dengar semua itu dari mulut kalian."
*Ingat, Ayah, Bunda! Nayla sudah besar, Nayla bukan anak kecil lagi yang harus kalian bohongi hanya demi mengalihkan percakapan kita. Pokoknya Nayla pengen tahu, apa yang terjadi pada Nayla di masa lalu, titik!"
Kemarahan yang ada diwajah Nayla terlihat jelas membuat kedua orang tuanya menjadi bingung. Leon ingin sekali mengatakan semua langsung kepada Nayla, tetapi sang istri terus memberikan kode terhadapnya untuk tidak mengatakannya.
Namun, alasan apa yang akan mereka katakan jika Leon sudah menyerah untuk menyembunyikan semua rahasia. Apalagi usia Nayla semakin lama semakin bertambah dewasa, jadi dia sudah pantas untuk mengetahui apa yang telah terjadi.
Akan tetapi, Vivi tidak menginginkan semua itu terjadi karena jika Nayla mengetahui semua kisah itu pasti hatinya akan terluka dan menganggap mereka sebagai pembohong.
Aku mohon, Sayang. Jangan lakukan itu! Kita sudah lama berkomitmen untuk tidak mengatakannya, lantas kenapa kamu terlihat begitu kekeh untuk menyatakan semua itu. Aku tidak mau hubunganku sama Nayla putus, aku sangat menyayangi Nayla. Aku tidak mau kehilangannya. Aku mohon!
Batin Vivi mulai berbicara sambil memberikan tatapan penuh arti pada sang suami. Nayla melihat itu langsung duduk tepat di tengah-tengah mereka berdua agar tidak sampai ada yang memberikan kode untuk tidak memberitahunya.
Tangan Nayla refleks mengusap wajh dua orang tuanya secara bergantian. Bukan berarti Nayla tidak sopan, tetapi dia sangat ingin mendengar langsung dari mereka mengenai masa lalu yang sudah disembunyikan.
"Sudah, cukup, Bun! Jangan lagi tatap Ayah seperti itu, semakin Bunda melalukan itu semakin membuat Ayah tertekan dan enggan untuk mengatakan pada Nayla. Jadi, Nayla mohon dengan sangat sama kalian semua. Please ... Kasih tahu Nayla, apa yang terjadi di masa lalu Nayla. Nayla mohon sama kalian, jangan buat Nayla penasaran seperti ini. Nayla mohon!"
__ADS_1
Kedua tangan Nayla langsung memegang salah satu dari tangan mereka sambil menciumnya sesekali menatap mereka dengan wajah yang sangat sedih.
Leon bisa merasakan betapa putrinya itu sangat ingin mengetahui semua masa lalu, tetapi dia masih bingung karena apa yang dikatakan istrinya sedikit benar. Mereka tidak ingin setelah gadis kecil mereka mengetahui semuanya, maka hidup mereka akan menjadi berantakan.
Vivi yang tidak bisa kehilangan putrinya, langsung memeluk Nayla dari arah sampingembuatnya sedikit terkejut. Nayla tidak menyangka Vivi menangis hanya karena ketakutan yang sangat besar akan kehilangannya.
Pikiran Nayla mulai melayang ke mana-mana memikirkan apa maksud dari semua ini. Masa lalu apa yang membuat Vivi sangat ketakutan kehilangan Nayla, apakah ini ada berkaitan dengan identitas Nayla? Jika benar, itu artinya Nayla tidak sepenuhnya bagian dari hidup mereka? Entahlah, Nayla belum bisa berpikir sejauh itu.
Nayla hanya bisa menengkan Vivi yang menangis akibat rasa sayangnya kepada Nayla. Sampai tidak terasa ketakutan itu malah membuat kondisi Vivi menjadi drop. Nayla tidak bisa berkata apa-apa lagi, gadis itu berusaha menyampingkan rasa penasarannya agar bisa fokus merawat Vivi yang tiba-tiba saja panas tinggi.
Vivi ingin tidur selalu di temani oleh Nayla, tetapi Nayla tidak bisa. Dia harus segera kembali ke kamar demi meneruskan belajarnya karena akan menghadapi ujian di keesokan hari.
Vivi menjulurkan tangannya di saat Nayla sudah berdiri di samping ranjang dalam keadaan wajah yang sangat bingung.
Satu sisi Nayla ingin sekali merawat Vivi, tetapi dia harus tetap belajar. Di sisi lainnya, Nayla merasa kecewa karena Leon dan Vivi tidak ada yang bersedia menjelaskan semua itu padanha.
"Bun, dengarkan Nayla! Nayla tidak akan pergi, Nayla hanya ingin kembali ke kamar karena besok Nayla ada ujian. Maafkan Nayla ... Nayla janji, besok setelah pulang sekolah Nayla akan rawat Bunda. Sekarang bunda tidur dulu, ya. Kasihan badan Bunda panas banget, Nayla minta maaf kalau Nayla terlalu memaksa kalian. Habisnya Nayla penasaran, apa yang sedang kalian sembunyikan dari Nayla."
__ADS_1
"Nayla harap, setelah Bunda sembuh. Bunda sama Ayah bersedia menceritakan semua sama Nayla, sebelum Nayla mencari tahu semuanya sendiri. Ayah paham, 'kan? Jika Nayla telah menemukan jawabannya, maka Nayla tidak bisa memastikan kalau Nayla akan tetap bertahan dengan kalian!"
"Nayla tidak main-main, Ayah. Nayla tahu, ada sesuatu besar yang kalian sembunyikan tentang Nayla. Jika Nayla terbukti mendapatkannya sendiri, Nayla pasti akan sangat kecewa sama kalian. Atau, Nayla bisa pergi dari hidup kalian seperti apa yang Bunda takuti!"
"Nayla kasih waktu sama kalian untuk berpikir sampai kondisi Bunda benar-benar putih, setelah itu kalau kalian tetap tidak ingin mengatakan semua itu. Jangan salahkan, jika Nayla akan berubah menjadi cuek!"
Nayla pergi bergitu saja setelah mengatakan semua itu, meskipun Nayla merasa kesal tetap saja dia masih memperhatikan kedua orang tuanya. Leon tidak bisa berbuat apa-apa, selain fokus untuk mengurus istri tercinta yang sedang sakit terlebih dahulu.
Setelah Vivi sembuh, barulah dia akan mencoba mengatakan semua itu pada Vivi untuk bisa berkata jujur agar Nayla tidak sampai membenci mereka. Dikarenakan mereka telah menyembunyikan semuanya dari putri kecilnya itu.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1