
Hari terus berganti, begitu pun bulan. Sehingga tidak terasa Naku telah naik kelas ke kelas 5 dengan usia 12 tahun.
Untuk beberapa hari ini, Naku diantar atau pun di jemput di sekolah oleh Becca menggunakan sepeda motor yang cukup comel dan manis
Pada saat itu, Becca telah berinisiatif untuk membeli sepeda motor agar bisa selalu mengantar jemput Naku di sekolah. Karena, apa bila di hitung-hitung, dalam sekali berangkat menggunakan grab ataupun gojek. Becca bisa merogok saku kurang lebih 50.000 sampai 75.000. Itu pun jika argonya tidak bentrok sama jam orang berangkat kerja, sebab jarak dari rumah ke sekolah kurang lebih 1 jam jika tidak terlalu macet.
Becca membeli sepeda motor ini menggunakan sisa tabungannya, serta membagi untuk kebutuhan lainnya. Jika masalah sekolah, semua urusan Gala dan juga akan ada pembagian hak untuk Gala ketika sidang peresmian bercerai telah di ACC oleh hakim.
Untuk beberapa saat ini, Naku masih terlihat cool dan juga cuek. Belum ada satu orang teman dia yang telah mengetahui nasibnya saat ini, perceraian dan juga kehidupan baru membuat Naku semakin dingin terhadap seseorang.
Sikapnya terbilang cukup dewasa, walau usianya masih sangatlah di bawah umur. Hanya saja, emosi kestabilannya yang masih belum bisa terkontrol dengan baik.
Kelabilan cara pola pikir Naku terkadang membuat Becca hampir menyerah, tetapi dia terus saja berusaha kuat. Becca yakin suatu saat nanti dia bisa memberikan kehidupan yang layak bagi anaknya.
__ADS_1
Pada malam hari, Becca sedang berada di kamarnya dalam kondisi badan yang kurang sehat. Semua urusan rumah, ataupun tentang Naku dan juga pekerjaan, dia lakukan sendirian tanpa bantuan siapapun.
Becca masih belum mampu untuk mengganti para karyawan yang ada di rumahnya, karena pendapatannya di salon kecantikan miliknya belum seberapa. Jadi, suka tidak suka. Becca sedikit memporsil tenaganya demi memberikan yang terbaik untuk anak sematawayangnya.
"Huhh, badanku rasanya tidak enak banget. Ayolah, Becca. Kuat, yok. Kuat! Kamu pasti bisa melakukan semua sendiri. Kamu itu wanita kuat, wanita mandiri. Jadi, hidup tidak boleh bergantung pada orang lain!"
"Aku yakin, sebentar lagi aku bisa melewati masa-masa sulit ini. Aku harus bisa mempertahankan salon kecantikan itu, tapi bagaimana caranya aku mencari pelanggan agar pendapatan semakin hari bisa semakin bertambah, bukan berkurang?"
"Hem, aku harus memikirkan strategi baru. Apa aku berikan sedikit diskon aja ya, demi menarik daya tarik pelanggan. Setelah mereka mencoba service di sana, pasti akan ketagihan dan bisa menjadi pelanggan tetap. Apa lagi aku cukup banyak kenal istri-istri dari kolega Gala, jadi aku bisa manfaatin dari situ supaya bisnisku ini bisa maju."
[Hallo, Kak. Ada apa?]
[Buma? Ini Yola. Buma napa ndak ke cini agi? Buma malah ya cama Yola, maca Buma ndak main agi cih. Teyus Kakak uga, apa Buma udah ndak cayang Yola?]
[Loh, kok Yola ngomongnya gitu sih. Buma sayang kok sama Yola, sayang banget. Cuman maaf ya, Cantik. Buma lagi enggak bisa ke rumah Yola dulu, Buma lagi sibuk sama pekerjaan. Lain waktu nanti, Buma janji akan main ke rumah Yola. Tapi, Buma belum tahu kapannya. Jadi, Yola sabar ya.]
__ADS_1
[Yahh, ndak celu nih. Alo Buma agi cibuk kelja, ya udah. Yola main aja cama Daddy ke cana ya, anti abis puyang cekolah Yola mau main ke cana. Yola angin banget cama Buma cama Kakak. Boyeh ya, piss!]
Becca terdiam sejenak, dia bingung harus berkata apa lagi. Dia tahu, jarak antara rumah Yola dan Naku yang saat ini memang terbilang dekat dari pada Gala. Akan tetapi, Becca tidak bisa memutuskan sepihak. Dia harus meminta izin dulu sama Naku, agar semua ini tidak menjadi salah paham.
Sebenarnya, Rio sendiri pun sudah tahu mengenai rumah yang Becca tempati. Semua itu, karena dialah yang mencarikannya. Hanya saja, Rio tidak ingin melangkahi Becca atau bisa di bilang lancang untuk datang ke rumahnya tanpa persetujuannya.
Jadi, saat Yola benar-benar tidak bisa mengontrol rasa kangennya pada Becca dan Naku. Rio segera menelepon Becca, agar Yola sendiri yang meminta izin padanya. Semua itu demi kenyamanan bersama dan agar tidak menjadi salah paham satu sama lain, karena Rio paham sekali tentang perasaan Naku yang pasti akan lebih sensitif saat ini.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1