
"Sudah aku bilang bukan, jika Tuan tidak bisa bersikap adil membagi hak kami. Lebih baik kita bicarakan sama Nyonya Becca, apa yang sebenarnya terjadi pada kita. Dengan begitu jika Nyonya menerimaku, kita bisa tinggal satu atap yang sama untuk membangun keluarga yang bahagia. Dimana anakku mendapatkan kasih sayang begitu juga Naku yang tidak akan kehilangan Daddynya."
Lola kembali duduk di samping Gala sambil memegang tangannya. Akan tetapi, perkataannya yang terakhir ini membuat Gala refleks menepis keras tangan Lola dan berdiri sambil berjalan beberapa langkah maju ke depan.
"Apa kamu sudah gila, hahh? Bisa-bisanya kamu memberikan usul seperti itu, tanpa kamu memikirkan akibat ke depannya!"
"Di sini aku sedang bersusah payah menyembunyikan hubungan terlarang ini, tetapi seenaknya kamu berbicara seperti itu anpa di saring? Hahh, dasar wanita tidak punya perasaan!"
"Harusnya kamu sebagai wanita bisa mengerti, bagaimana jika semua itu terjadi padamu, dimana kamu harus berada di posisi Becca dan Becca berada di posisimu, hahh? Apa kamu akan menerima semunya semudah apa yang kau bicarakan tadi? Tidak, 'kan! Jadi, tidak usah sok bijak menasihatiku. Ngerti!"
Gala berbalik mentap tajam ke arah Lola yang masih terdiam duduk dalam keadaan air mata yang sudah menetes di pipinya. Tatapan penuh rasa sakit berhasil Gala tangkap dari sorotan mata Lola.
Pada akhirnya Lola tersenyum di balik tangisnya, lalu berdiri dan berjalan beberapa langkah sampai berhenti di depan Gala.
"Tuan bilang saya apa tadi? Wanita tidak punya perasaan, hem? Asal Tuan tahu saja, jika saya ingin berniat jahat. Sudah dari awal kita nikah saya meneror keluarga Tuan dengan cara saya untuk menjatuhkan mental istri dan juga anak Tuan. Namun apa yang saya lakukan? Saya terus berdiam diri menahan semua rasa sakit di dalam hati saya, ketika Tuan harus menikahi saya di atas kertas dengan semua perjanjian yang ada!"
"Jika saya menjadi Nyonya Becca, lebih baik saya meminta Tuan untuk jujur apa yang sudah terjadi diantara kita dari awal! Setelah itu, aku akan menerima semua kenyataan pahit walaupun hati saya sakit harus membagi suamiku sama wanita lain."
__ADS_1
"Atau kalau perlu aku akan merawat anak itu sebagai anakku sendiri, dengan syarat sang Ibu harus menjauh dari keluarga kita. Dari pada aku harus mengetahui semuanya menggu akan mata kepalaku sendiri, maka rasanya itu akan jauh lebih menyakitkan!"
"Ingat, Tuan. Serapat apapun bangkai yang Tuan tutupi, maka baunya akan tetap tercium juga. Jadi, jangan bermain api bila Tuan sendiri tidak tahu bagaimana cara memadamkannya!"
Setelah mendengar semua celotehan Lola yang di sertai air mata, entah mengapa hati Gala mulai kembali luluh. Dia mengerti apa yang Lola rasakan saat ini, akan tetapi Gala tidak bisa mengatakan semuanya semudah perkataan Lola padanya.
Gala sangat takut, jika Becca dan Naku akan meninggalkannya. Dia lebih rela kehilangan Lola, dari pada istri dan juga anaknya. Jika bisa memilih, Gala hanya ingin menerima anak yang Lola kandung, dari pada Gala harus menerima Ibunya.
Air mata Lola terus menetes saat menyaksikan suaminya hanya terdiam mematung dalam keadaan bimbang. Tangan Lola refleks memukul-Mukul dada Gala berulang kali sambil menangis dan memeluknya.
Jika di bilang kejam, Lola tidak begitu kejam. Hanya saja caranya merebut yang bukan miliknya memang tidak bisa di benarkan dari sudut manapun. Tanpa Lola sadari, dia telah menjadi duri di dalam pernikahan Gala dan juga Becca.
Isak tangis yang cukup menggetarkan hati, membuat Gala perlahan mulai memeluk Lola. Dia memang tahu, Lola adalah wanita yang tidak terlalu jahat. Dia hanya kekurangan kasih sayang, sehingga cara untuk mendapatkannya yang terbilang salah.
"Ma-maafkan aku, Tuan. Aku salah sudah berkata kasar seperti itu padamu, aku hanya ingin meminta waktumu malam ini saja. Akan tetapi, bila Tuan tidak bisa. Ya sudah, tidak apa-apa. Tuan bisa kembali pulang untuk menemui istri dan anak tercinta."
Gala perlahan melepaskan pelukan Lola, lalu membawa Lola duduk di tepi ranjang dalam keadaan Lola masih memeluknya.
__ADS_1
Perlakuan seperti ini membuat Gala berat untuk berlaku kasar pada istri sirihnya. Tanpa di sadari sedikit demi sedikit Gala mulai terpikat oleh Lola. Tangannya mulai terangkat mengusap kepala Lola sangat lembut, walau tatapannya menatap ke arah depan.
"Sudahlah jangan nangis, maafkan saya. Jika saya sudah bersikap terlalu kasar padamu. Saya tahu kamu juga memang butuh saya, tetapi suasana rumah tidak kondusif. Saya takut jika sebentar lgi semua ini akan terungkap dengan sendirinya." ucap Gala, mulai berkata lembut.
"Kalau Tuan takut, Nyonya Becca marah. Biarkan aku saja yang menjelaskan kejadian itu, pasti Nyonya percaya. Kita akan mencari jalan solusi yang terbaik, sehingga tidak akan ada kata perpisahan diantara aku ataupun Nyonya Becca." ucap Lola.
Mendengar itu, Gala langsung menggelengkan kepalanya. Dia tidak ingin semua terungkap secepat itu, karena dia belum siap menerima resiko untuk ke depannya.
Lola terus menasihati Gala agar dia berkata jujur, akan tetapi berulang kali Gala pun tetap kekeh pada pendiriannya. Sampai satu kalimat yang Gala ucapkan berhasil membuat Lola terkejut bukan main.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1