
Senyuman hingga tangisan kebahagiaan yang terdengar sangat indah di dalam telinga mereka semua, kini telah sirna lantaran seseorang telah datang membawa malapetaka bagi hubungan Rio dan Becca yang baru saja resmi.
"Dasar pria ba*jingan! Bisa-bisanya Tuan menikah dengan wanita lain, sementara saya sama sekali tidak mendapatkan keadilan!"
"Sudah lama saya meminta pertanggung jawaban atas semua yang terjadi didalam hidup saya. Terus mana, Tuan? Mana! Tuan senang berbuat, tapi lari dari tanggung jawab. Pria macam apa itu, dasar peng*ecut!"
Seorang wanita cantik berusia kurang lebih 29 tahun datang ke acara pernikahan Becca dan Rio, dalam kondisi hamil. Perutnya yang buncit membuat semua orang terkejut, banyak orang tidak menyangka kalau Rio adalah pria be*jad yang telah lari dari tanggung jawab.
Langkah kaki wanita itu terus berjalan mendekati Rio juga Becca yang ada di atas Altar. Yola merasa sedikit takut akan kejadian itu, lalu spontan memeluk lengan Naku. Di mana Naku sendiri hanya bisa berusaha tetap tenang agar tidak terbawa emosi.
Becca menatap Rio, membuatnya mengangkat kedua bahu. Sorot mata yang Becca pancarkan seakan sedang mengintimidasi Rio untuk meminta penjelasan tentang semua kejadian ini.
"Ada apa ini, Kak? Kenapa Wanita itu mengatakan kalau kkak tidak mau bertanggung jawab? Apa jangan-jangan wanita itu hamil karena----"
"Aku tidak seburuk apa yang ada di dalam pikiranmu itu! Aku sendiri tidak tahu, siapa wanita itu dan kenapa dia mengatakan semua hal buruk tentangku. Aku mohon, jangan salah paham lagi denganku. Kita lihat dulu apa yang dia maksud!"
Becca kembali menatap ke arah wanita yang terus berjalan menuju Altar. Sorotan kamera tidak teralihkan dari ibu hamil yang sekarang menjadi topik perhatian semua orang.
Banyaknya ibu-ibu yang memberikan komentar buruk atas apa yang terjadi sekarang, membuat Becca mulai panik. Detak jantungnya bekerja lebih cepat dari apa yang dia rasakan saat janji suci akan di ucapkan di depat pendeta juga semua para tamu.
__ADS_1
Ada apa lagi ini, Tuhan? Siapa wanita itu, dan apa tujuannya ke sini? Apakah dia orang suruhan yang ingin menghancurkan pernikahanku, atau orang yang tidak sengaja aku sakit? Entahlah, aku tidak bisa berpikir untuk saat ini. Satu pintaku, lindungi pernikahanku yang baru dilaksanakan ini. Aku tidak mau kehilangan mereka semua, aku mohon!
Hati Rio bergetar hebat, dia tidak tahu harus melakukan apa demi menyelamatkan rumah tangga yang baru beberapa menit berlangsung. Rio hanya bisa berharap dan berdoa di dalam hatinya, semoga semuanya baik-baik saja.
Wanita hamil itu, kini sudah berada di dekat mereka tepatnya di atas Altar. Becca, Rio, Naku juga Yola menatap wanita tersebut dengan tatapan penuh kebingungan. Bagaimana tidak, Rio sendiri yang dilibatkan dalam masalahnya tidak tahu menau tentang apa yang dia alami.
Sampai akhirnya kedatangan wanita hamil itu benar-benar seperti mimpi buruk pagi Rio. Ketakutan di dalam hati Rio semakin membesar saat melihat perut wanita itu. Entah, fitnah apa lagi yang harus Rio terima. Dia hanya bisa pasrah dan berserah diri, karena sebaik-baiknya penolong ialah Tuhannya sendiri.
"Apa maksud Nyonya berkata seperti itu tentang saya? Keadilan apa yang tidak Nyonya dapatkan dari saya? Lantas, kesalahan saya apa sampai membuat Nyonya berniat ingin menghancurkan kebahagiaan kami?"
"Katakan saja, Nyonya. Saya bisa terima jika memang saya terbukti bersalah, dan saya juga akan bertanggung jawab atas semuanya. Cuman, bukan begini cara Nyonya untuk menyelesaikan masalah. Jika Nyonya mau, kita bisa bahas semua ini setelah acara pernikahan saya selesai. Bagaimana?"
Wanita itu tersenyum lebar, lalu berjalan memutari mereka berempat sambil bertepuk tangan dengan sedikit irama.
"Jika memang Tuan lupa, baiklah. Saya akan kembali mengingatkan semua masa-masa indah kita bersama yang dihabiskan dengan malam yang panjang. Di mana Tuan dan saya sedang memadu kasih, layaknya melakukan kewajiban sebagai suami-istri. Tuan terlihat bahagia, saat menikmati tubuhku. Kemudian kita----"
Belum selesai berbicara, perkataan wanita tersebut langsung dihentikan oleh Rio yang terlihat begitu marah. Rio tidak menyangka, kalau dia kembali mengalami fitnah yang lebih kejam dari sebelumnya.
"Cukup, Nyonya! Hentikan semua omong kosongmu itu, apa yang Nyonya katakan semua itu kebohongan besar!"
"Jika Nyonya ingin bermain-main dengan saya, itu adalah kesalahan besar! Saya tidak akan tinggal diam, karena Nyonya sudah mencemarkan nama baik saya di depan semua orang. Ingat baik-baik, Nyonya!"
__ADS_1
"Apa yang Nyonya lakukan itu sangatlah buruk, tidak ada toleransi selain jalur hukum yang bertindak. Kali ini, saya tidak terima. Saya tahu, Nyonya pasti dibayar oleh Tuan Gala untuk menghancurkan diriku, 'kan? Dengan begitu, dia bisa kembali merebut istriku dari diriku. Hahah, basi, Nyonya. Basi!"
Naku dan Becca refleks menatap ke arah wajah Rio. Mereka tidak menyangka, Rio bisa menyimpulkan semua yang terjadi padanya dengan langsung menuduh Gala sebagai dalang.
Jikalau bukan Gala, maka siapa lagi yang akan menghancurkannnya? Tidak ada, bukan! Untuk itu, orang satu-satunya yang mengandalkan berbagai cara agar bisa merusak semuanya, hanya Gala. Dialah orang yang tidak terima atas pernikahan ini, padahal sebelumnya Rio sudah memaafkan Gala atas kejadian yang membuat hubungannya dengan Becca menjadi salah paham.
Namun, kali ini Gala kembali mengulang kesalahan yang jauh lebih fatal. Sampai-sampai membuat hati narani Rio sudah tidak bisa menerima semuanya. Bagi Rio, sudah cukup untuknya mengalah. Dibalik diamnya seseorang jika harga dirinya diinjak seperti ini, maka sebaik apapun orang itu pasti akan murka juga.
"Hahah ... Tuan, Tuan. Bisa-bisanya kau menyalahkan orang lain dibalik kesalahanmu sendiri, aneh! Terus apa tadi nama siapa yang Tuan sebut, Gala? Gala siapa, Tuan? Gala tukang bubur yang mangkal di kaki lima?"
Wanita hamil itu tertawa remeh, lalu menghentikan langkahnya tepat di samping Becca. Jantung Becca rasanya hampir saja copot saat mendengar percakapan mereka. Becca tidak menyangka, ternyata dibalik Rio yang terlihat baik dia adalah seorang pemain yang handal.
Becca benar-benar terlihat syok, ketika di hari bahagianya ini telah kedatangan tamu spesial yang tidak tahu dari mana asalnya. Mulut Becca terbuka lebar bersamaan dengan kedua tangan yang refleks menutupinya.
Demi menutupi kesalahannya, Rio malah melempar semuanya dengan menjatuhkan nama Gala. Di situ hti nurani seorang anak, langsung bangkit. Naku menatap tajam ke arah Rio, dia tidak menyangka kalau Rio bisa langsung menuduh semua itu tanpa bukti yang jelas.
.......
.......
.......
__ADS_1
...💜💜>Bersambung<💜💜...