
Hari Minggu, adalah hari yang di tunggu-tunggu oleh semua orang. Mulai dari pekerja, anak sekolah atau pun anak kecil yang selalu menunggu hari libur keluarganya.
Di hari ini, Rio memutuskan untuk datang ke rumah Becca pertama kalinya bersama Yola. Semua itu atas izin Becca dan Naku, tetapi tidak lupa membawa persyaratan yang Naku ajukan.
Di dalam mobil, Yola terlihat begitu semangat dan juga ceria. Apa lagi, Yola sangat gesit membawakan beberapa makanan enak serta cake untuk orang yang dia rindukan.
Yola bersenandung riaenyanyikan lagu anak-anak, meski suaranya masih cadel. Akan tetapi, Ria benar-benar tidak menyangka, hanya karena dia ingin bertemu Becca dan Naku, wajahnya bisa sumringah seperti seseorang yang mendapatkan hadiah besar sekali.
"Itak, itak di dinding. Iyam-iyam melayang. Datang Cikokol amuk, hap! Alu di makan yeey, haha ...." Yola bertepuk tangan sangat meriah dan berhasil membuat Rio sendiri pun terkekeh ketika mendengar anaknya bernyanyi sesuka hatinya.
"Astaga, Sayang. Nyanyinya bukan begitu, mana ada cicak melayang di Cikokol terus di makan. Ada-ada aja kamu ini, hem ... Anak siapa sih, kenapa gemesin banget," ucap Rio langsung mengacak-ngacak rambut anaknya.
"Hyaakk, Daddy! Cetop, cetop, cetop! Yola udah lapi-lapi, dandan antik-antik mayah di acak-acak agi, dacal nyebeyin!"
"Ntuh uga Yola nyanyinya udah benel ya, cecuai cama lagunya. Alo Daddy biyang calah, itu yang calah belalti lagunya butan Yola. Hem, cebel deh!"
Yola melipat kedua tangannya di dada, lalu menggeser posisi duduknya miring membelakangi Rio. Meskipun, wajahnya di alihkan tetapi lirikan sini dari Yola malah membuat Rio tidak bisa berhenti tertawa.
Entah mengapa, semakin ke sini Yola semakin lucu dan menggemaskan. Sayangnya, Yola memiliki nasib yang tidak seperti teman-temannya.
__ADS_1
"Uhh, Sayangnya Daddy ngambek. Hem, kalau ngambek Daddy tidak mau nganterin Yola ke rumah Buma deh. Kita pulang aja ya, lagian Buma juga tidak mau menerima anak kecil yang ngambek. Apa lagi wajah cantiknya sekarang berubah jadi jelek, pasti nanti Bumi sedih lihatnya."
Rio mencoba mengalihkan Yola agar dia tidak lagi marah kepadanya. Berbagai cara Rio lakukan untuk mengembalikan mood anaknya yang sedikit rusak karenanya.
Yola yang mendengar perkataan Rio, seketika langsung menatapnya dengan wajah ceria. Dimana Yola terlihat baik-baik saja, padahal beberapa detik tadi dia sedang kesal oleh Daddynya.
Akan tetapi, saat kata 'Buma' keluar. Di situlah rasa kesal Yola pada Rio langsung hilang, bagaikan di telan bumi tanpa jejak sedikitpun.
"Kata ciapa, Dad? Ini buktinya Yola ndak ambek, ndak mayah juga. Ini Yola cenyum, jadi Buma ndak akan cedih lagi dong. Pasti Buma ceneng ketemu Yola, apa agi Kakak. Yola udah bawain makanan banyak banget, jadi nanti Yola bica makan baleng cama Buma dan Kakak deh," sahut Yola, tersenyum lebar.
"Nah ... Kalau begini 'kan, jadi tambah cantik Princes, Daddy. Buma juga seneng banget lihatnya, ketika Yola datang membawa kebahagiaan bukan kesedihan," jawab Rio, tersenyum.
Perlahan tangan Rio mengusap pipi Yola untuk beberapa detik, dan kembali fokus pada laju mobilnya. Hanya beberapa menit, akhirnya mereka sampai di depan pagar berwarna hitam.
Rio membunyikan 3 kali klakson mobilnya, tetapi tidak di dengar oleh Becca atau pun Naku. Sampai akhirnya, Rio turun dan membuka pagarnya secara perlahan. Dimana pagarnya tidak di kunci, artinya Becca memang sudah membuka kuncinya saat mereka masih berada di jalan.
Setelah itu Rio membawa mobilnya masuk, lalu kembali menutup pagarnya. Yola pun turun sambil membawa sesuatu untuk Naku, sesuai sama syarat yang dia ajukan,. Sementara Rio, membawa beberapa paper bag yang berisikan makanan serta cake.
Tangan Rio memencet bel rumah berulang kali, sampai akhirnya Becca keluar bersamaan dengan pintu terbuka lebar. Wajah Becca tiba-tiba menjadi bahagia karena sangat senang.
__ADS_1
"Astaga, Yola sayang. Huaa ... Buma kangen banget sama Yola," ucap Becca, langsung menggendong Yola dan mencium wajahnya.
"Yola uga cama, kangen cama Buma dan Kakak. Yola uga celing nangis gala-gala Yola kangen. Api, Daddy biyang alo Buma cibuk teyus," jawab Yola, sambil menatap Becca dan menunjukkan raut wajahnya sedikit sedih.
"Hem, Sayang. Udah ya tidak boleh sedih lagi, 'kan sekarang sudah ketemu Buma. Sekarang kita masuk, yuk!"
Becca menurunkan Yola perlahan, kemudian menggandeng tangannya lalu menatap Rio dan menganggukan kepalanya, serasa mengode Rio agar ikut masuk ke dalam rumahnya.
Mereka masuk rumah menunjukkan ekspresi wajah yang sangat bahagia, apa lagi saat Yola melihat Naku di ruang santai. Tanpa basa-basi Yola bergegas lari memeluknya. Naku sendiri, spontan terkejut ketika lagi asyik duduk menonton televisi, sekarang malah mendapati seseorang berhasil memeluk tubuhnya cukup erat.
Melihat suasana itu Becca tersenyum melirik Rio. Walaupun, wajah Naku terlihat tidak suka atas sikap Yola. Akan tetapi, dia masih mengontrol rasa kesalnya dan tidak sampai mendorong Yola untuk kedua kalinya seperti pertama kali bertemu.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1