Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Pancaran Sinar Cinta


__ADS_3

Selama 5 menit lamanya, Rio berhasil menyelamatkan Becca. Dia langsung bangun dalam keadaan batuk-batuk sambil mengeluarkan air laut yang menyumbat jantungnya.


"Uhukk ... Uhukk ...." Becca terbatuk, sambil perlahan bangun mencoba untuk duduk di bantu oleh Rio.


Semua pengunjung yang masih membelakangi Becca dan Rio, langsung berbalik saat mendengar suara Becca. Di mana mereka malah melihat adegan Becca yang memeluk Rio dalam kondisi menangis.


"Terima kasih, Kak. Terima kasih! Kakak sudah menyelamatkan aku, aku takut, aku takut hiks ...."


"Tenanglah, Ca. Kamu gapapa, kok. Selama aku ada di dekatmu, maka kamu akan selalu aman bersamaku. Dan tidak akan ada sedikit pun bahaya yang mendekatimu!"


"Tapi, aku takut, Kak. Bagaimana jika aku tiada, siapa yang akan menjaga Naku? Aku tidak mau Naku jatuh di dalam pelukan Gala, aku tidak rela!"


"Sssttt, tenanglah. Percaya padaku, aku akan selalu menjadi super hero untukmu apa pun kondisinya aku akn berada di sampingmu. Dan aku juga rela menukar nyawaku demi menyelamatkanmu. Asalkan kamu bisa meneruskan hidupnya dengan bahagia."


"Tidak, aku tidak mau kehilngan Kakak! Kebahagiaanku ada bersama Kakak, bukan sendiri. Jadi, aku mohon jangan berkata seperti itu karena aku sayang sama Kakak!"


Hati Rio seakan tersentil keras atas ucapan Becca. Kata-kata terakhir itu, mampu membuat wajah Rio semakin memerah. Padahal, beberada detik lalu wajah Rio mulai membaik saat dia melupakan kejadian tadi. Hanya saja, kata-kata legend yang tidak pernah Rio dengar selama ini dari Becca benar-benar menyentuh hatinya.


Rasanya bibir Rio begitu kaku untuk menjawab perkataan Becca yang terakhir. Andaikan bibirnya tidak berat, maka Rio pun akan mengucapkan kalau dia juga jauh lebih sayang pada Becca, melebihi rasa sayang Becca terhadapnya.


Akan tetapi, Becca yang tidak menyadari suasana di sana langsung terkejut saat semua orang telah menggodanya. Hingga, pelukan itu terlepas dengan posisi wajah sama-sama malu satu samalain.

__ADS_1


"Ciee ... Pasangan yang romantis, satunya takut kehilangan, satunya super hero. Uhh, cocok sekali mereka!"


"Aduh ... Yang jomblo bisa apa nih! Auto langsung cus cari Ayang biar bisa uwu-uwu kaya gini, akhhh!"


"Aku tidak mau kehilangan, aku sayang Kakak. Uwuhh ... Kata-kata simpel, tapi sangat bermakna hihi."


"Udah, udah. Jangan di ledekin kasihan, mending kita doakan saja semoga mereka langgeng. Kalau pun belum memiliki ikatan, maka kita doakan agar mereka cepat bersatu. Aamiin ...."


"Aamiin ...."


Rio dan Becca tidak tahu, apakah mereka harus senang atas doa-doa semua orang atau malu akibat ledekan yang cukup berhasil membuatnya malu seumur hidup.


Becca hanya tersenyum kikuk, bersamaan dengan Rio. Belum lagi ada seseorang yang cukup cerewet menceritakan bagaimana perjuangan Rio untuk menyelamatkan Becca sampai menebak kalau Becca bisa kembali akibat ciuman manis dari sang Pangeran.


Saking malunya, Becca langsung berdiri dari posisinya lalu berterima kasih pada semua orang dan pergi dalam kondisi jalan yang masih sempoyongan akibat rasa pusing di kepalanya.


Rio melihat Becca pergi segera menyusulnya, tidak lupa mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk mereka, terutama suami-istri yang sudah membantunya menutupi aib tersebut.


"Ecca, tunggu aku!" pekik Rio berlari mengejar Becca yang beberapa kali sedikit berlari menoleh ke belakang.


Sesampainya di parkiran. Rio berhasil menarik tangan Becca hingga Becca berbalik dan menabrak dada bidang milik Rio cukup keras. Kedua mata mereka langsung memancarkan aura tersendiri tanpa melepaskan pandangan satu sama lain.

__ADS_1


Kedua jantung mereka berdebar sangat kencang, ketika merasakan sesuatu yang mengganjal di dalam hatinya.


Pancaran dari bola mata mereka, seakan-akan merupakan sinar cinta yang mulai tumbuh diantara keduanya. Benih-benih cinta yang bertebaran di hati mereka mulai menyatu satu sama lain.


Sampai seketika, Becca yang tidak kuat menahan detak jantungnya serta kepalanya yang terasa pusing, langsung terjatuh dan membuat Rio spontans untuk menahannya bagaikan orang yang lagi berdansa.


"Ca? Hei, kamu gapapa 'kan? Kenapa kamu pingsan! Please, jangan buat aku cemas!" ucap Rio panik melihat keadaan Becca yang benar-benar melemah.


Tanpa harus berkata apa-apa lagi, Rio segera bergegas menggendong Becca lalu membawanya ke dalam mobil. Perlahan Rio mendudukan Becca di kursi depan sambil mengikatkan sabuk pengaman di tubuhnya.


Sehabis itu, Rio melajukan mobilnya menuju rumah sakit agar Becca bisa segera di rawat. Mungkin sisa air laut yang ada di tubuhnya masih memberikan efek yang kurang baik untuk kesehatannya.


Rio tidak ingin mengambil resiko, dia harus tetap berusaha keras agar kondisi Becca tidak semakin drop.


Kecepatan ekstra membuat mobil Rio melaju bagaikan mobil balap, dia begitu lihai untuk menyalip beberapa kendaraan yang hampir menutupi jalannya.


25 menit, akhirnya Rio sampai di rumah sakit. Lalu, dia segera membawa Becca keluar dari mobilnya dan menaruhnya tepat di atas bangkar yang sudah di siapkan. Kemudian berlari mengikuti ke mana bangkar Becca di dorong oleh beberapa suster dan perawat. Sampai terhenti tepat di depan ruangan UGD.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2