Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Meminta Saran & Pendapat


__ADS_3

"Jika kamu sudah resmi berpisah, apakah nanti kamu akan kembali menikah?"


Pertanyaan Rio itu cukup rumit untuk Becca jawab. Dia sendiri juga tidak tahu apakah kedepannya dia akan sendiri atau kembali menentukan hidupnya. Bagi Becca, fokusnya saat ini hanyalah Naku, Naku dan Naku. Bukanlah kebahagiaannya sendiri, jadi untuk itu Becca tidak ingin menjawabnya. Dia malah memilih membahas yang lainnya, supaya tidak membuat suasana manjadi cangung.


"Aku tidak ingin membahasnya, lebih baik Kakak berikan saran padaku bagaimana caranya mengembangkan bisnis. Aku punya bisnis salon, jika di bilang kecil ya tidak kecil. Di bilang besar tidak terlalu, jadi aku hanya bisa mengandalkan itu untuk melangsungkan hidup untuk ke depannya."


"Apa Kakak ada saran, bagaimana cara menarik daya tarik pelanggan agar bisa mengunjungi salonku? Soalnya semakin ke sini salonku semakin sepi, dan aku tidak ingin sampai salonku menjadi tutup. Semua pendapatanku hanya mengandalkan usaha itu tidak ada yang lain."


Rio mendengarkan semua keluh-kesah yang Becca rasakan. Jika berhubungan dengan bisnis lainnya, mungkin Rio bisa menjawab begitu mudah. Akan tetapi, jika untuk usaha kecantikan seperti ini dia sedikit bingung.


Namun, di saat Rio terdiam sejenak memikirkan saran terbaik yang akan di berikan pada Becca. Dia mengingat satu nama yang memang bisa menjawab semua pertanyaan Becca, yaitu teman dari mending istrinya yang juga seorang wanita hebat dan memiliki usaha salon kecantikan seperti Becca.


"Aku tidak tahu masalah kecantikan seperti itu, tapi solusiku. Lebih baik kamu bertemu saja sama seseorang yang memang ahlinya. Siapa tahu kamu bisa join bersama dia. Nanti aku kenalin, dia adalah teman dari istriku yang sukses memiliki salon kecantikan di mana-mana. Dan kamu pun, sebenarnya bisa mengandalkan bakatmu satu lagi," jawab Rio, menatap Becca.


"Bakatku? Bakal apa, Kak?" tanya Becca, bingung.

__ADS_1


"Membuka toko cake kecil-kecilan. Bukannya kamu jago membuat cake, bahkan masakan kamu pun enak jadi kamu cobalah andalkan semua bakatmu itu. Jangan hanya fokus pada satu keahlian, karena kalau begitu kamu tidak akan maju. Kamu hanya terpaku pada satu cara untuk bertahan hidup. Sama halnya sepertiku, aku juga tidak hanya mengandalkan 1 bisnis. Akan tetapi, banyak bisnis yang aku jalani bagaimana caranya aku bisa bekerja untuk menghidupi keluargaku tanpa merasakan kesulitan. Paham 'kan apa yang aku katakan ini?"


Becca tersenyum lebar, lalu menganggukan kepalanya. Kata terimakasih Becca ucapkan berulang kali kepada Rio, meskipun dia tidak memiliki banyak saran. Hanya dengan pendapat seperti itu saja, sudah sangat membantu Becca.


Mungkin dia akan kembali berpikir untuk membuka usaha kecil-kecilan, seperti toko cake yang akan di dirikan menggunakan sisa uang tabungannya. Hanya saja Becca harus memiliki rincian yang sangat detail untuk kedepannya, agar hidupnya tidak semakin berada di bawah.


Namun, Becca tidak melupakan Rio. Dia adalah seseorang yang akan menjadi teman untuk dia melangkah ke depannya. Di karenakan, Becca sangat-sangat butuh masukan dari Rio yang sudah berpengalaman untuk berbisnis.


"Kalau kamu ingin mencobanya, aku siap menjadi investor usahamu. Jika berhasil kamu bisa menggantinya, atau kita bisa bagi pendapatan. Bagaimana? Jadi, kamu tidak perlu menggunakan uang simpananmu itu. Dan juga aku akan mengirimkan salah satu security di rumahku bersama asisten rumah tanggaku. Mereka adalah suami-istri yang akan aku pekerjakan di sini untuk menemani kalian."


Air mata Becca menetes secara perlahan, dalam keadaan bibir tersenyum lebar. Dia tidak percaya, dibalik semua kesedihan yang dia alami ternyata Tuhan telah menghadirkan seseorang yang bisa menjadi super hero bagi mereka.


Tidak bisa berkata apa-apa, Becca hanya mengucapkan terimakasih berulang kali. Sampai Rio sendiri pun merasa kesal dengan tingkah Becca, karena dia bersikap seperti orang yang lemah tanpa bantuannya.


"Sstt, diamlah. Kata terimakasih itu cukup kau sebutkan sekali atau dua kali. Selebihnya, buktikan padaku dan juga semuanya kamu bisa menjadi seorang Ibu, sekaligus wanita yang kelak akan memiliki segalanya melalui bisnis yang kamu kelola itu."

__ADS_1


"Mendiangan sekarang kita ke depan, biarkan Yola tidur sendiri, nanti juga kalau bangun dia akan mencari kita. Lagian tidak enak lama-lama berdua seperti ini, aku takut Naku malah menjadi salah paham. Dan, satu lagi. Hapuslah air matamu itu, aku tidak mau di tuduh telah melakukan yang tidak-tidak. Enggak lucu dong, aku datang dalam keadaan wajah yang tampan, kemudian pulang ke rumah wajahku sudah berubah mengerikan, huaa ... Aku tidak mau!"


Becca tertawa kecil ketika melihat raut wajah Rio yang lucu saat membayangkan jika wajahnya telah di habisi oleh Naku, lantaran salah paham.


Setelah itu, mereka pun bangkit dari kasur, lalu berjalan keluar kamar menuju ruangan tengah. Dimana Naku masih asyik bermain sendiri tanpa memperhatikan sekelilingnya.


Becca duduk di sofa sambil minum, sedangkan Rio kembali menawarkan diri untuk melawan Naku di sebuah pertandingan bola. Naku yang merasa tertantang langsung menyutujuinya tanpa basa-basi.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2