Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kebersamaan Keluarga Kecil Rio


__ADS_3

Semua langsung menatap ke arah Naku, di mana tatapan kedua orang tuanya terlihat berbeda. Naku hanya bisa mengalihkan pandangan agar tidak menjadi sasaran keamukan mereka yang sudah mulai memberikan kode.


"Apa yang sudah kamu katakan pada adikmu, Naku sayang?" tanya Becca tersenyum penuh penekanan.


Naku langsung menunjukkan sederetan giginya sambil cengengesan menggaruk kepala yang tidak gatal. "Heheh, ma-maaf, Mom. N-naku keceplosan, habisnya bingung mau bilang apa. Masa iya pagi-pagi Yola bangunin Naku cuman untuk minta temenin ke kamar mommy. Ya, udah Naku bilang aja jangan ganggu, soalnya mereka lagi bikin Dedek gitu."


Rio menahan tawanya saat Naku menjelaskan semua itu pada Becca, sedangkan Becca refleks menepuk dahinya sendiri lalu menyandari di kursi.


"Sudahlah, Sayang. Namanya juga anak-anak, biarkan aja. Anggaplah semua ini sebagai bentuk doa baik dari anak-anak buat kita, siapa tahu Tuhan masih memberikan kita kesempatan untuk memiliki keturunan. Jadi, kita hanya bisa berharap. Mau nanti kita punya anak atau tidak, aku tidak pedulo. Kita sudah punya Naku dan Yola, itu sudah lebih dari cukup buat aku."


Rio tersenyum melihat sang istri dengan tatapan penuh cinta. Tidak ada sedikit pun rasa sedih atau takut di mata Rio, lain cerita dengan hati Becca. Dia merasa kurang sempurna kalau tidak memberikan anugrah cinta untuk sang suami.


Namun, Becca juga sadar diri. Usianya tidaklah muda, sehingga kecil kemungkinan harapan untuk menerima hadiah berharga dari Tuhan. Akan tetapi, jikalau mungkin Tuhan memberikan kepercayaan itu sekali lagi. Pasti Becca sangat senang, ketika dia bisa memberikan buah hati hasil cintanya dengan Rio.


"Tapi, By ... A-aku takut, kalau nanti kita tidak punya anak, gimana? Apa kamu masih tetap bertahan denganku, apa lagi usia kita tidak semuda dulu. Aku takut, kamu tidak bahagia karena diusiaku seperti ini tidak bisa memberikan keturunan."


Rio langsung membenarkan posisi duduk untuk mendekati istri tercinta. Kemudian Rio menggenggam tangan Becca secara lembut di atas meja, membuat Yola dan Naku hanya bisa melihat aksi manis orang tuanya.


"Sayang, dengerin aku, ya. Kita bersama ini bukan semata-mata karena menginginkan keturunan. Namun kita bersama karena memang ingin mewujudkan sebuah impian, di mana kita akan memiliki keluarga yang sangat manis dengan penuh cinta. Semua itu baru bisa kita laksanakan apa bila kita sudah bersama, maka dari itu kita memilih untuk menikah. Jadi, kamu tidak perlu khawatir. Aku sudah bilang bukan?"

__ADS_1


"Aku memilihmu bukan karena aku melihat kecantikan diwajahmu, atau keturunan yang banyak darimu. Aku memilihmu karena hatiku berkata, hanya kamulah yang bisa membuat hidupku kembali berwarna dan hanya kamu juga wanita satu-satunya yang sangat cocok untuk menjadi ibu sambung Yola. Untuk itu, aku memperjuangkan semuanya demi mendapatkan kamu."


"Bagiku, kamu dan anak-anak adalah anugrah terindah yang tidak bisa tergantikan. Jadi, mau nanti aku punya anak dari kamu atau tidak. Aku tidak peduli. Aku punya kamu, Naku dan Yola itu sudah lebih dari cukup. Sampai sini paham? Hem?"


"Ini juga berlaku buat kalian anak-anak daddy, jangan pernah merasa iri satu sama lain ataupun merasa kalau kalian ini bukan saudara kandung. Bagi daddy, Naku dan Yola itu sama, sama-sama anak kesayangan daddy. Tidak sedikit pun daddy membandingkan kalian atau bersikap tidak adil, sebisa mungkin daddy akan membuktikan sama kalian kalau daddy bisa menjadi daddy yang terbaik, walaupun daddy juga masih banyak kekurangan."


"Pokoknya daddy mohon sama kalian bertiga, jangan pernah berpikir terlalu jauh tentang sesuatu yang belum tentu terjadi. Serahkan semua itu pada Tuhan, kita sebagai manusia hanya bisa menjalani hidup ini sesuai arahannya. Baik buruknya apa yang terjadi nanti, daddy tetap tidak akan meninggalkan kalian. Kalaupun daddy harus mengorbankan nyawa daddy, itu akan daddy lakukan tanpa memikirkan hidup daddy sendiri. Terpenting, kalian bisa hidup bahagia satu sama lain itu sudah buat daddy bahagia karena daddy tidak gagal menjadi seorang ayah ataupun suami."


"Daddy boleh minta satu permintaan, hem? Jika boleh, misalkan nanti sewaktu-waktu ada yang salah dari cara daddy memperlakukan kalian, tolong tegur daddy! Berikan daddy arahan, daddy harus bagaimana, harus melakukan apa, hukuman apa yang harus daddy terima dan sebagainya, supaya daddy tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama. Cuman, daddy mohon sama kalian jangan pernah tinggalkan daddy apapun alasannya. Bisa?"


Semua perkataan yang Rio ucapkan untuk menasihati keluarga kecilnya, berhasil membuat mereka terharu. Becca menangis saking tidak kuatnya menahan gejolak perasaan yang mnggambarkan, bahwa dia sangat beruntung bisa memiliki suami seperti Rio.


Semua kesalahan yang pernah Naku perbuat langsung memenuhi isi kepalanya sendiri. Rasa bersalah semakin melekat di hati Naku, dia tidak menduga kalau apa yang sudah dia lakukan ternyata hampir merusak semua kebahagiaan orang tuanya.


Beda sama Yola, dia yang masih belum paham sepenuhmya sama apa yang Rio katakan,


hanya bisa menganggukkan kepalanya. Meskipun begitu, Yola masih bisa menanggapi apa bila semua obrolan yang Rio katakan adalah nasihat baik. Sehingga dia harus melaksanakannya agar tidak membuat semuanya kecewa.


Rio menatap satu persatu mereka bertiga dengan senyuman manis. Sorotan matanya memang memancarkan sebuah ketulusan yang sangat mendalam, tanpa rekayasa. Mereka bertiga membalas tatapan Rio, lalu beralih ke yang lain. Setelah itu, mereka menganggukkan kepalanya bersama-sama membuat Rio tersenyum tambah lebar.

__ADS_1


Sehabis itu, Rio segera menghapus air mata sang istri, kemudian dia membuka tangan satunya di depan Yola. Tanpa berlama-lama, Yola langsung menggenggam tangan sang daddy sambil tersenyum. Tidak lupa, Rio juga meminta Yola untuk memberikan tangan mungil itu kepada Naku.


Tidak ada satu pertanyaan yang keluar dari mulut mereka bertiga kepada Rio. Mereka hanya mengikuti apa yang Rio katakan tanpa menghilangkan senyuman dibibir mereka.


Naku menggenggam tangan Yola dengan penuh kasih sayang seorang kakak, begitu juga Becca. Dia membuka tangannya untuk menggenggam tangan sang anak. Mereka semua saling berpegangan tangan satu sama lain, lalu Rio kembali mengatakan sesuatu sebagai perwakilan maksud dari pegangan tangan tersebut.


"Apapun yang terjadi, kita harus tetap seperti ini. Pegangan tangan yang sedang kita lakukan sekarang, bukan berarti tidak memiliki makna atau arti. Melainkan, ini semua daddy lakukan agar kalian tahu. Bahwa, kita harus bersama-sama dan bersatu untuk mempertahankan keluarga kita, supaya kelak tidak ada satu orang pun yang bisa menghancurkannya. Apapun alasannya, apapun masalahnya, apapun ujiannya. Kita harus tetap saling berpegangan tangan satu sama lain, tanpa saling meninggalkan. Setuju?"


Semua menganggukkan kepala secara bersamaan. Senyuman yang mereka ukir, pertanda bahwa kebahagiaan mereka sudah dimulai.


Beberapa menit mereka melakukan adegan itu bersama, kini semuanya kembali melanjutkan sarapan dalam keadaan penuh kebahagiaan. Walaupun, sedikit terjadi keributan antara Naku dan Yola akibat masalah sepele tidak membuat Becca sama Rio marah. Mereka malah tertawa kecil saat Yola kembali menjahili Naku, seperti dia menjahili Yola.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2