Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kecemburuan Lola


__ADS_3

"Beberapa kali aku sempat ingin menemaninya, bahkan pernah sampai di rumah sakit dan hanya tinggal mendaftar, tapi semua tidak ke sampaian karena aku harus meeting penting. Terus, ketika aku ingin mengantarkannya selalu bertepatan dengan jadwal meeting yang tidak bisa aku tinggalkan," jawab Gala.


"Uhh, sayang banget ya. Padahal dengan kamu menemani istrimu USG pasti kamu bisa melihat bagaimana keaktifan anakmu di dalam perutnya. Sama seperti Naku dulu, setiap bulan saat kita pergi untuk memeriksakan kehamilanku. Naku selalu muncul di layar monitor dengan gaya berbeda-beda setiap harinya. Apa kamu masih ingat?"


Becca dan Gala tertawa bersama ketika kembali mengingat di mana Naku masih berada di dalam kandungannya. Semua masa-masa indah itu, sama sekali tidak pernah terlupakan oleh mereka.


Anak pertama, merupakan anak yang paling mereka tunggu-tunggu. Jadi, wajar saja apa bila mereka tidak pernah melewatkan sedikitpun waktu untuk tidak memperhatikan Naku.


Telinga Lola semakin terasa panas, saat keseruan di antara keduanya berhasil memicu serta memancing kecemburuan yang ada di hatinya.


Kepalan tangan yang berada di bawah meja, sebagai perwakilan ketika Lola harus menahan emosi di sela acara bahagia suaminya.


"Hehh, baru juga melihat seperti ini udah kepanasan. Sedangkan Mommy gua? Dia harus setiap hari merasakan kecemburuan yang berakibat perceraian!" seru Naku di dalam hatinya, melirik penuh kesenangan saat melihat wajah Lola berubah merah.


Keseruan keduanya bukan berhenti malah semakin berlanjut, Lola semakin terlihat emosi dan akhirnya dia langsung menghentikan semuanya.


"Sudah, cukup! Apa kalian tidak bisa menghargai keberadaanku di sini? Aku ini istri Gala, loh! Seharusnya kalian tuh malu kembali mengungkit semua masa lalumu di depan masa depan."

__ADS_1


"Aku diam bukan berarti aku tidak memiliki kecemburuan, jadi aku mohon hargai aku yang sudah menjadi bagian dari Gala. Dan kau, Nyonya! Kau itu hanya masa lalu, jadi jangan---"


"Lola, hentikan kata-katamu! Jangan buat kegaduhan di acaraku ini. Mereka bukan masa laluku, tapi orang terpenting di dalam hidupku!" ucap Gala, tegas.


Suaranya sedikit Gala tekankan tanpa meninggikannya, lantaran Gala tidak ingin membuat beberapa wartawan mengabadikan momen tersebut. Apa lagi mereka baru saja berbaikan dan meneruskan hidupnya masing-masing tanpa bermusuhan.


"Ya sudah, belain saja dia terus. Anggaplah, kalau aku ini telah tiada!" pekik Lola, langsung pergi begitu saja meninggalkan merek bertiga.


Perasaan kesal, marah, bete, cemburu, iri dan lain-lainnya telah menjadi kesatuan di dalam energi negatif. Sehingga, emosi yang dari tadi muncul meledak-ledak di dalam hatinya sampai membuat hati Lola terasa begitu menyakitkan.


Selepas Lola pergi entah kemana, Gala segera menyusulnya. Akan tetapi, baru ingin mengejarnya untuk menjelaskan semuanya. Seseorang malah memanggilnya, siapa lagi kalau bukan kolega bisnis Gala yang masih setia menemani acaranya.


Lola yang ada di kamar mandi merasa kesal, dia menggenggam erat pinggiran wastafel sambil menatap tajam ke arah cermin. Kedua bola mata Lola, mulai memerah di penuhi oleh api kecemburuan yang membakar hatinya.


"Becca, Becca, Becca aja terus yang kamu ingat, Gala!"


"Mau sampai kapan kamu berada di dunia masa lalumu itu, hahh! Kau bilang ingin belajar mencintaiku, nyatanya kamu masih larut di dalamnya. Dasar pembohong!"

__ADS_1


Lola berteriak keras di dalam hatinya, karena dia tidak ingin seseorang mendengarnya. Apa lagi itu adalah toilet umum, jadi akan ada orang yang berlalu lalang untuk menuntaskan hajatnya tersendiri.


Beberapa menit Lola mencoba menetralkan emosinya di tengah-tengah orang banyak yang berada di toilet. Pada akhirnya, saat Lola mulai kembali merasa tenang.


Setelah itu, telinga Lola mendengar samar seorang MC sedang memanggil dirinya untuk mengikuti pesta dansa bersama. Beberapa orang juga mencoba memberitahukannya, ketika baru saja sampai di toilet.


Tanpa harus menolak, Lola segera membenarkan riasan wajahnya yang sedikit berantakan. Kemudian berjalan cepat kembali ke gedung utama untuk mengikuti acara tersebut.


Saat semua orang sudah bersiap-siap ingin berdansa dengan pasangan satu sama lain. Langsung di kejutkan oleh kejadian yang sangat mengejutkan seisi gedung.


Semua wartawan segera mengambil kejadian itu untuk mengabadikan momen yang ada. Baginya, momen seperti ini tidak boleh di sia-siakan, lantaran kejadian langka tidak akan datang untuk kedua kalinya. Tidak hanya itu, akibat kejadian itu liputan para wartawan yang bekerja pasti akan langsung melesat naik.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2