
Setibanya di rumah, Naku langsung pergi ke dalam kamarnya. Dimana Becca pun mengikutinya sampai ke dalam kamar anaknya.
Untungnya Gala belum pulang ke rumah, lantaran dia selalu pulang pukul 10 malam ke atas dengan alasan lembur dan sebagainya. Padahal semua tidak tahu apakah dia beneran lembur, atau memang pekerjaannya yang sedang menumpuk.
Becca berusaha untuk meraih tangan Naku. Akan tetapi, lagi-lagi tangan Becca di hempaskan begitu saja.
"Kenapa kamu diam aja, Nak. Ada apa? Katakan sama Mommy, jangan diam seperti ini. Mom--"
"Keluar dari kamar Naku, sekarang!" pintanya dengan wajah sangat datar menatap jam ke arah Becca.
"Tidak, Mommy tidak akan keluar dari kamar sebelum Mommy mendapatkan jawaban dari Naku. Kenapa setelah melihat video itu Naku jadi pendiam? Harusnya Naku marah, bukan seperti ini. Jadi, katakan pada Mommy. Ada apa denganmu, Nak? Ada apa!"
Becca kembali menarik Naku, sehingga mereka berdiri saling berhadapan. Kedua tangan Becca berada tepat di pundak Naku, dia sedikit membungkukkan badannya sambil menatap wajah datar anaknya.
"Bicaralah, Naku. Ada apa? Kenapa setelah kamu melihat video itu, kamu jadi pendiam seperti ini? Mommy khawatir, Nak. Mommy bingung, kenapa sikapmu seketika berubah seperti ini. Jika Mommy boleh memilih, lebih baik Mommy mendengar kamu mengoceh sepanjang malam mengenai Daddymu. Dari pada harus melihatmu diam bagaikan patung!"
"Untung malam ini Naku mau sendiri, lebih baik Mommy pergi dari kamar Naku sekarang. Sebelum Naku melakukan hal yang nekat!"
__ADS_1
Ancaman itu berhasil semakin membuat Becca benar-benar khawatir. Dia tidak ingin kejadian percobaan bu*nuh diri Naku, kembali terjadi. Sehingga dengan cepat Becca berlari mengunci pintunya, lalu mencabut sambil di masukan ke dalam tas kecilnya.
Tidak lupa Becca juga menyalakan kedap suara saat mendengar Naku berteriak. Semua itu untuk berjaga-jaga, seandainya Gala pulang lebih cepat dan bisa mendengar semuanya.
"Naku bilang, Mommy keluar ya keluar! Kenapa Mommy malah mengunci pintunya, hahh?"
Naku berteriak sambil menatap tajam ke arahnya. Mata memerah pertanda bila Naku sedang berusaha keras, menahan sesuatu yang di rasakan di dalam hati.
Becca yang tidak kuat melihat anaknya menyiksa diri seperti ini, langsung segera memeluknya begitu erat. Meskipun beberapa kali Naku berusaha ingin melepaskannya, tetapi Becca mengunci erat tubuh anaknya.
Bulir-bulir air mata menetes deras di pipi Becca. Dia tidak tahan melihat anaknya bersikap sedingin ini, lantaran respon Naku sangatlah membingungkan. Apakah Naku marah dengannya atau Daddynya? Itu semua masih tanda tanya besar di dalam pikiran Becca.
"Mommy tahu apa yang Na--"
"Stop, berusaha mengerti apa yang Naku inginkan! Bagi Naku kalian sama-sama egois, kalian hanya bisa memikirkan diri kalian sendiri tanpa memikirkan tentang diriku!"
"Jadi, mulai detik ini. Jangan lagi perdulikan apapun tentang diriku! Lebih baik, kita hidup dalam satu atap dengan keegoisan masing-masing!"
__ADS_1
Perkataan Naku yang terdengar lantang dan juga keras, membuat dada Becca sangat terasa menyakitkan. Air mata terus mengalir tanpa henti, apa lagi ketika Naku melepaskan diri dari pelukannya dan menjauh darinya.
"Na-naku kenapa berbicara seperti itu sama Mommy. Apa salah Mommy? Di sini Daddymu yang salah, dia yang sudah mengkhianati Mommy. Tapi, kenapa kamu malah mengatakan kalau Mommy dan Daddy sama-sama egois?" ucap Becca, membela diri.
"Bagi Naku, mau Mommy ataupun Daddy semuanya sama-sama salah! Kalian tidak mengerti apa yang aku rasakan saat ini, kalian hanya bisa saling menonjolkan keegoisan satu sama lain. Tanpa kalian sadari, kalian telah menghancurkan impian dan juga hidupku!" pekik Naku, air matanya mulai menetes saat menatap Becca.
"Apa kamu bilang, Mommy egois? Sejak kapan Mommy egois sama kamu dan juga Daddymu, hahh! Katakan pada Mommy! Asal kamu tahu ya, di sini yang salah itu Daddymu bukan Mommy. Dia yang selingkuh, dia yang menghancurkan hidup kita dan dia juga yang egois. Jadi, stop mengatakan bila Mommy ini egois! Jika Mommy mau egois, bisa saja Mommy membalas semua itu dengan Om Rio. Hanya saja, Mommy masih memikirkan tentang mentalmu. Dan sekarang? Dengan mudahnya kamu menyamakan Mommy sama Daddymu yang be*jat itu? Sungguh, sakit hati Mommy, Naku. Sakit!"
Becca berteriak sekencang mungkin, dimana emosi di dalam dirinya keluar semua. Dia tidak menyangka anak kesayangannya telah berkata seperti itu padanya, menyamakan Becca dengan Gala adalah perkataan yang sangat menyakitkan di dalam hatinya.
Amarah yang Becca tahan dari mulai mengetahui semua kebusukan suaminya, lalu menutupi dari anaknya dengan alasan dia belum siap menghancurkan impiannya. Seketika meledak tidak terduga, tanpa di sadari sikap Becca yang seperti ini malah membuat anaknya pun ikut menyalahkannya.
Di sinilah, terjadi percekcokan antara Naku dan Becca. Setelah mendengar serta menyaksikan kesedihan yang bercampur amarah di wajah Becca, tanpa di sadari perkataan Naku sendiri telah menyinggung perasaan Becca yang sedang sensitif.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung