Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Ide Balas Dendam Tanpa Menyakiti


__ADS_3

"A-apa?Ja-jadi wanita itu berpura-pura hamil hanya demi mendapatkan mantan suamimu itu? Lantas, perselingkuhan yang kamu ceritakan itu apakah merubakan bagian dari semua drama dia?" tanya Rio, wajahnya terlihat begitu serius.


"Ya-ya, i-itu adalah bagian dari semua rencananya. Meskipun awalnya tidak sengaja, tapi itu memang benar-benar terjadi untuk menjebak Gala. Bo*dohnya, Gala tidak tahu soal kehamilan palsu istri sirihnya itu!"


"Se-serius dia tidak tahu tentang itu semua?"


Becca menganggukan kepalanya, dia menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di toilet Mall. Semua perkataan Lola masih teringat jelas di ingatan Becca, bahkan apa yang dia lakukan pun tidak bisa Becca lupakan.


Mendengar semua itu, Rio kembali duduk pada posisinya semula. Matanya menatap ke arah depan, lalu kembali mengemudikan mobilnya sambil terus menyimak apa yang Becca katakan.


"Oke, aku paham sekarang. Kalau begitu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Apakah kamu punya niatan untuk menolong mantan suamimu itu, atau bagaimana?"


Pertanyaan Rio itu membuat Becca terdiam, dia belum bisa menjawab satu kata pun lantaran dia sendiri juga bingung. Becca tidak tahu, haruskah dia membantu Gala untuk mengetahui semua ini atau terdiam tanpa ikut campur.


Setelah selesai berpikir untuk beberapa menit, Becca kembali menjawab apa yang Rio katakan beberapa menit lalu, "Sepertinya biarkan saja, Kak. Itu sudah bukan urusanku lagi, kita sudah menjalani kehidupan masing-masing jadi aku tidak mau ikut campur atas rumah tangga mereka."


"Kalau bukan kamu, lalu siapa yang akan membuat Gala sadar, Ca? Aku tahu, kalian memang sudah berpisah. Tapi, apakah tidak ada sedikit saja rasa kasian terhadap Gala? Walaupun dia sudah menyakitimu, kau tidak boleh membalas dengan hal yang sama."


"Itu sudah sebagian dari takdirnya, Kak. Aku tidak mau ikut campur atas takdirnya, mungkin itu balasan dari Tuhan agar dia sadar!"


"Aku tahu, itu adalah takdir Gala. Takdir memang tidak bisa di rubah, tapi bisa di cegah. Setidaknya kita sudah berusaha bukan, mau Gala terima atau tidak itu hak dia. Niat kita hanya membantu, dan sekedar menolong untuk menyelamatkannya dari wanita licik seperti dia!"

__ADS_1


"Akhhh, sudahlah, Kak. Lupakan saja, anggap kita tidak mengetahu semua itu! Jika aku menolong dia, pasti dia akan besar kepala dan mengira bila aku masih mencintainya. Padahal aku sudah tidak lagi mencintainya!"


"Mungkin bibirmu bisa berbohong, tetapi tatapan dan juga hatimu masih menyimpan nama Gala sebagai orang yang kamu cintai. Ingat, Ca. Cintamy terhadap Gala tidak semudah itu bisa hilang, ada proses yang harus kamu lewati agar kamu bisa mengubur semuanya dalam-dalam. Jadi, aku mohon. Sekali saja, untuk membalas semua kebaikan Gala selama ini terhadapmu dan Naku, bantu dia dan tolong dia untuk bisa mengetahui betapa liciknya Lola, sebelum waktunya terlambat!"


Rio mengendarai mobilnya sambil sesekali menoleh ke arah Becca, tatapan Rio terlihat begitu mengkhawatirkan nasib Gala. Sementara Becca, dia tidak bisa menolongnya karena rasa sakit di hatinya sangatlah membekas.


"Ayolah, Ca. Kamu itu wanita baik loh, anggap saja ini merupakan balas budimu terhadap suamimu itu. Kesempatan emas tidak datang dua kali loh, dengan kamu menolong dia. Kamu bisa membuktikan bahwa kamu jauh lebih baik dari wanita itu, buatlah Gala menyesali atas perbuatannya. Ini adalah balas dendam yang baik, tanpa harus menyakiti siapa pun dari mereka!"


Lagi-lagi apa yang Rio ucapkan berhasil membuat Becca tidak berkutik. Dia memang ingin membantu Gala, tapi dia juga tidak tahu caranya seperti apa.


Namun, entah mengapa tiba-tiba saja Becca terlintas satu ide yang cukup extream untuk membongkar kedok Lola. Senyuman penuh arti itu terukir jelas di bibirnya, membuat Rio yang dari tadi bolak-balik melihatnya menjadi bingung.


"A-apa? Ke-kenapa tersenyum seperti itu?" tanya Rio, sedikit ketakutan.


"Baiklah, aku akan membongkar kedok Lola di depan Gala dengan cara yang tidak akan pernah bisa mereka lupakan seumur hidup!" seru Becca, tersenyum.


"Caranya?" tanya Rio, penasaran.


"Nanti akan aku kasih tahu, sekarang kita pulang dulu. Aku masih memikirkan semua, jika sudah fixs. Aku akan memberitahu pada Kakak, aku harap Kaka bisa membantuku," ucap Becca.


"Pasti, aku akan membantumu. Selagi apa yang kamu lakukan itu tidak sampai menyakiti mereka, sebab aku tidak mau kamu membalas dendamu dengan cara yang licik seperti wanita itu. Paham!" tegas Rio, di angguki oleh Becca.

__ADS_1


"Kakak tenang, saja. Aku tidak akan emngikuti jejaknya," sahut Becca, masih memikirkan cara ampuh untuk membalaskan dendam tanpa menyakiti.


"Ya sudah, aku antar kamu sampai taman saja ya. Gapapa, 'kan? Aku takut kalau sampai rumah, nanti Naku bisa melihat mobilku dan urusannya akan semakin panjang," ucap Rio, sedikit tidak enak.


"Ya, gapapa. Itu jauh lebih baik, karena anakku saat ini dalam mode PMS yang sangat sensitif hihi ...."


Becca tertawa kecil, membuat Rio ikut tertawa. Mereka mencoba untuk mengerti suasana hati Naku, setelah kejadian waktu itu.


Tidak lama mereka sampai di taman, Becca segera melambaikan tangannya sambil tersenyum. Rio pun membalasnya lambaikan tangan, kemudian memantau Becca melalui video call untuk memastikan apa bila Becca sampai di rumah dengan selamat.


Saat Becca sudah memasuki pagar rumahnya, sambungan video call pun di hentikan. Dan Rio kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya dalam keadaan tersenyum.


Entah apa yang Rio bayangkan, tiba-tiba dia malah tertawa sendiri ketika apa yang dia lakukan seperti anak ABG yang sedang berkencan di tanpa sepengetahuan orang tuanya.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2