Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Merahasiakan Masa Lalu Nayla


__ADS_3

Kecerewetan Yola mampu membuat Becca dan Naku yang ada di dekatnya hanya bisa menggelengkan kepala. Ya, beginilah Yola. Jangankan Joey, siapa orang yang membuatnya kesal pasti akan merasakan hal yang sama.


Maklumlah, namanya juga Yola. Dia memang cerewet, tetapi hatinya sangatlah lembut dan mudah luluh hanya karena disirami oleh cinta kasih. Gadis gemot tersebut memang sedikit haus akan kasih sayang semenjak dia hanya merasakan kasih sayang seorang daddy.


Maka dari itu, Yola selalu memperlakukan Joey sebagai kakaknya sama seperti Naku, bedanya Naku merupakan seorang kakak menyebalkan dan Joey, seorang kakak yang selalu membuatnya rindu akan perlakuan manisnya.


Kepolosan Yola masih belum bisa membedakan antara cinta dan sayang. Bagi Yola keduanya sama saja, lain cerita sama Naku dan Joey. Mereka sudah mulai paham dua hal yang berbeda tersebut.


Jika di keluarga Yola dan Naku sedang merasa kebahagiaan atas kelahiran Baby Juan, lalu di keluarga Joey lagi hangat-hangatnya mendapatkan kasih sayang yang jarang diberikan. Berbeda dengan satu keluarga ini.


Semakin lama seseorang semakin merasa tidak karuan dan juga gelisah karena semakin sang adik tumbuh besar semakin membuat dia merasa sedikit iri.


Orang tuanya sudah mulai tidak seperhatian mulu karena sibuk mengurus si kecil yang lagi pintar-pintarnya. Saat ini sang adik sudah berusia sekitar 2 tahun lebih dan masih lucu-lucu manggemaskan. Akan tetapi, kakaknya sudah mulai merasa tidak nyaman ketika mendengar perdebatan kecil yang tidak sengaja didengarnya.


...🌟🌟🌟🌟🌟...


Di malam hari pukul 10 lewat, seorang gadis perlahan keluar dari kamarnya. Wajah oval, hidung mancung dan hiasan bibir tipis yang berwarna pink membuat dia terlihat cantik secara natural tanpa harus menggunakan skin care macam-macam.


Niat ingin mengambil minum serta cemilan sekedar mengisi perut yang terasa lapar, sekalian menjadi teman belajar malamnya karena besok pagi akan ada ulangan untuk penambahan nilai.

__ADS_1


Ternyata, ketika gadis itu baru keluar kamar dan berjalan beberapa langkah malah mendapati pintu kamar kedua orang tuanya terbuka sedikit. Gadis itu merasa sedikit bingung karena jarang sekali pintu kedua orang tuanya terbuka seperti ini.


"E,ehh ... Kok, tumben pintu kamar Ayah sama Bunda kebuka? Apa jangan-jangan mereka lupa menutup rapat kamarnya setelh keluar kamar. Masa iya, sih. Bukannya pintunya Ayah setiap habis ke ruangan kerja selalu menutup pintu kamar. Hem, pasti ini ulah Bunda. Hanya dialah yang sering pelupa hihi ... "


"Tahu sendiri Bunda kalai sudah kelelahan terkadang suka begitu. Maklumin aja, namanya udah tuir. Canda tuir hihi ... Dahlah, mendingan aku ambil minum aja udah haus juga sekalian bawa cemilan. Toh, nanti juga mereka sadar sendiri."


Gadis itu kembali berjalan tanpa memperdulikan apa yang dilihatnya. Kurang lebih 5 menit, gadis tersebut kembali melihat pintu yang tetap dengan posisi awal terbuka. Sedikit heran sih, tetapi apa daya. Anak wanita itu perlahan mendekat ke arah pintu berencana ingin menutupnya. Mungkin, dia pikir orang tuanya tidak menyadari kalau pintu kamar masih terbuka.


Semua cemilan dan minuman dia letakkan di atas meja bupet yang ada di dekat tembok dinding depan kamar orang tuanya. Dengan santainya dia memegang pintu dan baru saja ingin ditutup, tiba-tiba telinga kanan mendengar percakapan orang tua yang mengarah ke arah dirinya.


"Kita harus mengatakan semua ini, Vi! Nayla berhak tahu semuanya. Kita tidak boleh egois padanya, aku tahu kamu keberatan cuman mau bagaimana lagi, hem? Kita tidak menyembunyikan terlalu lama, aku takut Nayla tahu semua itu dari orang lain atau bisa jadi dari mulut kita sendiri yang tanpa sengaja keceplosan."


Sang suami berusaha untuk terus memberikan penjelasan kepada istrinya atas apa yang sudah mereka sembunyikan dari Nayla.


"Pokoknya aku tidak setuju, Leon! Sampai kapanpun aku tidak mau kamu membicarakan tentang status itu pada Nayla. Aku takut, Leon, aku takut!"


"Please, aku mohon! Jangan pernah mengatakan semua itu sama Nayla, aku takut Nayla akan merasa sedih. Tidak mudah bagi Nayla untuk bisa menerima atau mengikhlaskan keadaan masa lalu yang seharusnya tidak lagi kita ungkit."


"Sudahlah, Leon. Biarlah semua mengalir seperti ini, jika kita tidak mengatakannya. Aku yakin, Nayla juga tidak akan mengetahuinya. Aku tidak ingin putriku ini kembali mengingat semua takdir yang menyakitkan di masa lalunya. Jadi, aku benar-benar mohon banget sama kamu. Please, Sayang, please ... Aku mohon, jangan kasih tahu Nayla kalau dia----"

__ADS_1


Suara pintu terdengar sangat jelas, membuat Vivi dan Leon segera menghentikan pembicaraan. Mereka langsung refleks berdiri sambil menatap gadis cantik yang sedang berjalan ke arahnya dengan tatapan polos.


"Kalau aku apa, Bun? Ada apa dengan masa laluku? Masa lalu apa yang Ayah sama Bunda sembunyikan dariku, terus kenapa Bunda terlihat ngotot sekali untuk tidak mau memberitahukan semua itu. Jelas-jelas Ayah berniat ingin mengatakannya padaku, tapi Bunda selalu melarangnya?"


"Ini semua ada apa sih, Bun, Yah? Katakan sama Nayla, apa maksud dari percakapan kalian. Nayla tidak mengerti, jadi Nayla mohon dengan sangat! Tolong jelaskan secara detail apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu Nayla. Sekarang!"


Degh!


Vivi segera menatap wajah Leon, begitu juga Leon. Dalam beberapa detik mereka bertatal-tatap muka seperti sedang berbicara menggunakan bahasa batin.


Mereka mulai terjebak di dalam situasi yang sangat tegang. Niat Vivi tidak ingin mengatakan soal ini ke Nayla, tetapi perkataan Leon seakan dikabulkan. Sehingga Nayla mendengar percakapan mereka tanpa di sengaja.


Nayla berdiri tepat di depan mereka sambil memperhatikan gerak-gerik kedua orang tuanya. Nayla sangat paham karena dia bisa membedakan antara sikap orang tuanya yang terlihat baik-baik saja atau tidak. Apalagi, Nayla sangat yakin jika ada sesuatu di masa lalunya yang mereka sembunyikan. Semua itu bisa dilihat dari wajah Vivi yang semakin merasa gelisah.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...



__ADS_2