Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kecurigaan Becca Terhadap Lola


__ADS_3

"Sudahlah, jangan di ingat kembali itu tidak akan baik. Ingat, kamu sekarang sedang menikmati kehidupan yang baru. Jadi, cukup kenang dia sebagai Ayah yang baik untuk Naku, dan jangan biarkan bayangan itu sampai menghambat prosesmu!"


Perkataan Rio, mampu menyadarkan Becca. Dia langsung tersenyum dan menganggukan kepalanya, kemudian mereka kembali berjalan sambil menikmati es krimnya.


"Ohya, kita nonton bioskop, yuk! Aku udah lama tidak menonton film, tapi Kakak yang bayarin ya. Soalnya tadi aku udah bayarin makan Kakak, hihi ...."


Gelengan kepala Rio membuat Becca hanya tersenyum lebar, dia memang sudah menduga ujung-ujungnya akan menjadi seperti itu.


"Huhh, memang susah ya, namanya juga wanita. Dia tidak akan mau mengalah. Ya sudah, ayo mau nonton apa?" tanya Rio, berjalan menaiki ekskalator.


"Apa aja yang lagi ada, yang penting film lucu-lucu," jawab Becca tersenyum.


"Ya udah kita lihat aja daftar list yang ada, kau bisa pilih sendiri. Oke?" sahut Rio, di angguki oleh Becca.


Kemudian, mereka berjalan santai menaiki ekskalator sampai ke lantai paling atas. Di saat mereka sedang memilih film yang ada di daftar layar, tiba-tiba Becca tanpa sengaja melihat seseorang yang sangat di kenal.


"Ha-hahh? I-itu bukannya Lola sama Gala? Ja-jadi mereka ada di sini juga, kok bisa ya?" ucap Becca di dalam hatinya. Mata Becca perlahan mulai mengikuti kemana arah perginya Yola dan Gala.


"Kamu mau nonton apa, Ca? Di sini ada film horor, film komedi, film action dan masih banyak lagi. Jadi, kamu pilih mana, hem?" tanya Rio, menunjuk ke arah layar.


Akan tetapi, sampai beberapa detik Rio tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Becca. Sehingga, dia langsung menoleh ke arah Becca yang pada saat ini posisinya malah membelakanginya.


Rio yang mulai bingung atas sikap Becca, matanya pun malah ikut melihat ke arah pandangan mata Becca. Hanya saja, dia tidak menemukan apa pun yang mencurigakan.


"Ca, kamu gapapa? Dari tadi aku ngomong kok kamu diam aja, dan malah menatap ke arah sana. Memang apa yang kamu lihat?" ucap Rio, menepuk pelan pundak Becca dari arah belangkang.

__ADS_1


Becca seketika berbalik menatap Rio dengan sedikit gugup, "Akhhh, a-apa? Ta-tadi kamu bilang apa?"


"Kamu melamun?" tanya Rio, penasaran.


"E-enggak kok, aku cuman lagi bingung aja," jawab Becca menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Bingung kenapa? Apa ada masalah?" tanya Rio, memastikan jika Becca baik-baik saja.


"Bingung, apa ya? Hehe ... It-itu loh, aku lagi nyari kamar mandi soalnya udah kebelet banget, udah di ujung loh ini," ucap Becca wajahnya sedikit malu.


"Huhh, aku kira kenapa. Ya sudah kamu jalan aja ke sana, nanti juga ketemu toilet kok. Apa mau aku temenin ke toil---"


"Akhh, e-enggak perlu. Aku bisa sendiri, ya sudah aku ke sono dulu ya, Kakak tunggu sini. Bye!"


Becca segera pergi sambil menitipkan es krimnya di tangan Rio, sementara Rio selalu saja menggelengkan kepalanya ketika melihat tingkah Becca yang menggemaskan.


Lola masuk ke dalam toilet, di ikuti oleh Becca. Hanya saja, ketika Lola memasuki ke sebuah ruangan untuk membuang air kecil, Becca tersenyum dan menunggu Lola di dekat wastafel sambil bercermin.


Beberapa menit kemudian, Lola keluar dari ruangn itu setelah lega menuntaskan sesuatu dari tubuhnya dan ketika dia ingin mencuci tangannya sambil mentap cermin. Dia langsung di kejutkan oleh keberadaan Becca tepat di sebelahnya.


Becca tersenyum menatap cermin sambil mencuci tangannya, Lola terdiam penuh kejutan ketika dia harus bertemu dengan mantan istri dari suami yang sudah di rebut secara paksa.


"Hai, Nyonya Gala yang baru. Bagaimana kabarnya? Sehat?"


"Waw, semakin besar ya perutnya. Etts, tu-tunggu dulu. Bukannya ini sudah masuk bulan kau melahirkan, ya?"

__ADS_1


"Namun, kenapa perutnya terlihat malah lebih bulat? Bukannya kalau orang sudah masuk bulannya untuk melahirkan, pasti perutnya akan terlihat lebih turun ke bawah, tapi kok ini malah kelihatan semakin bulat ya?"


Becca melihat ke arah body Lola yang terlihat sangat berbeda dari Ibu hamil biasanya. Di mana seharusnya badan Ibu hamil itu terlihat begitu berisi, tetapi ini yang terlihat membesar hanyalah perutnya saja tidak dengan badannya.


Rasa curiga mulai menyelimuti Becca, dia merasa ada yang aneh dengan kehamilan Lola yang tidak termasuk pada ciri-ciri orang hamil pada umumnya.


Lola, terlihat lebih segar dari Ibu hamil biasanya. Apa lagi, bentuk tubuhnya yang bagus serta mengingat cara jalan Lola yang terlihat biasa saja semakin membuat Becca mencurigai kehamilannya tersebut.


"Kenapa? Ada yang salah mantan Nyonya Gala?" tanya Lola penuh penekanan saat melihat reaksi Becca yang sedang kebingungan. Senyuman di bibir Lola seperti itu seakan sedang mengejek Becca yang tidak tahu apa-apa tentang kehamilannya.


"Jangan pernah menyebutkanku dengan panggilan itu, paham! Namanya Becca bukan Nyonya Gala!" seru Becca, kesal.


"Uhh, tututu ... Jangan marah-marah, dong. Andaikan kamu tidak mengambil keputusan itu, mungkin kita sudah menjadi saudara. Kita bisa tinggal satu rumah yang sama dengan membagi suami dengan adil dan bisa mengurus anak kita bersama. Sayangnya---"


"Lebih baik aku hidup berdua dengan anakku dari pada harus membagi suami dengan wanita lain, berasa kaya enggak punya harga diri aja! Cihhh ...."


"Oh, mas---"


"Lola!"


Becca berteriak saat menyaksikan sesuatu terjadi pada Lola, wajahnya terlihat begitu mengkhawatirkan tentang kondisinya. Hanya saja, ada yang membuat Becca terkejut saat menyaksikan semua itu.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2