
"Kalau memang bukti ini sudah berada di tanganmu, kenapa kamu tidak menunjukan padaku tepat di hari itu? Kenapa kamu malah menjauh dariku?" tanya Gala, wajahnya begitu serius.
"Semua aku tahan, karena niat awalku ingin membalaskan apa yang sudah kamu perbuat padaku dengan balasan setimpal. Tapi, nyatanya aku telah di sadarkan oleh seseorang. Dari situ aku kembali berpikir, apakah aku harus tetap diam dan bertahan dengan semua konsekuensinya atau aku harus menghancurkan impian anakku sendiri."
"Namun, pada akhirnya saat aku sudah membicarakan semuanya pada Naku. Dan dia pun mulai mengerti tentang posisiku, disinilah aku merasa sedikit tenang. Jadi aku bisa melanjutkan gugatanku ke pengadilan, tanpa harus takut menyakiti anakku sendiri!"
Jawaban dari Becca yang cukup terdengar tenang, tanpa adanya emosi membuat Gala merasa heran. Ini di luar dugaannya, mereka bisa mengobrol dalam keadaan kepada dingin.
Padahal tanpa Gala sadari, Becca seperti sedang berusaha keras melawan semua rasa yang telah bercampur aduk di dalam hatinya. Agar terlihat layaknya seorang wanita yang kuat dalam menghadapi masalahnya, walau pun hatinya sendiri sudah tidak bisa di jelaskan bagaimana hancurnya.
"Ma-maksudmu apa bilang begitu? Aku belum mengatakan apapun, bahkan aku tidak akan pernah mau menceraikanmu. Jadi, jangan pernah kamu berpikir untuk meninggalkanku bersama Naku!"
"Keputusanku sudah bulat, aku tidak bisa meneruskan pernikahan ini. Sekali saja kamu mengkhianati janji suci kita, maka sudah tidak ada lagi yang harus di pertahankan. Kita kenal secara baik-baik, maka kita juga harus pisah secara baik-baik. Aku tidak akan melarangmu untuk kapan pun bertemu Naku, begitu juga Naku. Hanya saja, aku akan memperjuangkan hak asuh Naku agar bisa menjadi milikku!"
"Tidak! Aku tidak mau kalian pergi dari hidupku, maka dari itu aku berniat untuk menjelaskan semua yang sudah terjadi padaku dan juga Lola. Kamu harus mendengarkan aku dulu, Becca. Aku tidak ada maksud untuk mengkhianati, semua kejadian itu terjadi begitu cepat. Aku juga baru sadar, kalau aku sudah menyetubuhi Lola tepat ketika aku lagi dalam masalah besar!"
__ADS_1
Gala mencoba untuk memegang kedua tangan istrinya, walaupun mulai mendapatkan penolkan keras. Tapi, Gala terus berusaha untuk tetap bisa menyentuhnya.
Sementara Becca terus menghindar, hingga akhirnya dia pasrah ketika tangannya tidak bisa di lepas dari genggaman suaminya.
Air mata yang seharusnya sudah lolos membasahi pipinya, kini masih tetap setia untuk terus bertahan. Becca tidak mau terlihat lemah di hadapan suaminya, karena itu bisa membuat Gala berpikir kalau dia masih mencintainya.
"Tahan, Becca. Tahan! Jangan sampai kau menangisi orang yang sudah menghancurkan kehidupan kalian. Ingat! Air matamu terlalu mahal untuk menangisi suami yang tidak tahu diri ini, apapun alasan yang akan dia berikan nantinya. Tetaplah, pada pendirianmu. Sampai kapanpun yang namanya perselingkuhan, tidak bisa dimaafkan!"
Batin Becca terus bersuara demi menyemangati dirinya sendiri. Becca tidak ingin kembali menjadi wanita yang lemah, sudah cukup dia bertahan. Apa lagi anaknya telah mendukungnya, sehingga Becca harus membela haknya sendiri.
Gala mulai menjelaskan kepada istrinya asal mula bagaimana kejadian itu terjadi. Dimana pada saat itu Gala sedang menghadapi satu masalah besar, yaitu kontrak salah satu Perusahaan yang memiliki dampak keuntungan besar. Telah membatalkan kontrak di tengah jalan, lantaran salah satu karyawan Gala telah menggelapkan dana yang di gu akan untuk membangun proyek besar.
Bisa di bilang pada saat itu Gala hampir saja bangkrut. Sehingga ketika Gala berada posisi seperti itu, dia sama sekali tidak pernah mengatakan apapun mengenai kondisi Perusahaannya pada Becca. Dia terus bermain dengan topengnya, agar keluarganya tidak ikut merasa pusing ataupun sedih.
Bagi Gala, dia akan melakukan apapun asalkan anak dan juga istrinya bisa selalu bahagia tersenyum lebar. Akan tetapi, di balik itu semua Gala selalu merasa setres dan hampir saja depresi.
__ADS_1
Rasanya kepalanya sudah hampir pecah, memikirkan bagaimana caranya di harus mempertahankan semua itu. Sampai akhirnya Gala mengabari Becca, jika dia berada di luar kota lantaran ada meeting secara mendadak. Jadi, dia tidak bisa pulang untuk hari ini, tapi nyatanya di balik itu semua. Gala malah pergi ke sebuah tempat untuk sejenak mendinginkan otaknya yang sedang ngebul.
Kemana lagi, jika bukan diskotik. Sudah lama Gala tidak menyentuh minuman, kalau memang tidak ada acara penting yang mengharuskannya menyentuh minuman tersebut.
Awalnya Gala hanya minum sendirian, lama kelamaan dia bertemu dengan Lola tanpa di sengaja. Disitulah Lola mulai mendengar keluh kesal Gala atas masalahnya, sampai tidak terasa Gala sudah minum hampir 3 botol sendiri. Sementara Lola, hanya meminum sekitar 3 sampai 5 gelas kecil saja.
Melihat Gala sudah berada di ambang ombak, Lola menawarkan diri untuk membawa Gala pulang. Hanya saja Gala tidak mau, dia meminta untuk di antarkan ke sebuah Apartemen yang Gala miliki.
Selepas Lola mengantarkan Gala, saat dia ingin membantu Gala tiduran sertamenyelimutinya. Tiba-tiba Gala melihat wajah Becca di wajah Lola, tanpa basa-basi langsung menyerang Lola dan terjadilah adegan panas di antara keduanya.
Begitulah kisah yang Gala ceritakan, melalui versinya sendiri. Sedikit ingat, tetapi ada sebagian yang tidak Gala ingat. Semua kunci kejadian berada di tangan Lola, sebab dia yang masih sadar.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung