Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Detik-Detik Kemenangan


__ADS_3

Naku kembali melakukan permainan keduanya, tapi masih juga gagal. Sama seperti Joey, lagi-lagi dia harus gagal untuk mendapatkan satu boneka untuk membalas skor Naku.


Yola merasa sedikit kecewa, lantaran sampai di permaina kedua Joey masih belum bisa menyamaratakan skor sang kakak. Di sini Yola bukan kecewa sama Joey, melainkan kecewa atas keberuntungan Joey yang kurang baik.


Sementara itu, Naku tiada henti untuk terus mengejek mereka. Mentang-mentang di detik-detik terakhir dia masih unggul 1 poin dari Joey, pria yang ingin dia singkirkan dari Yola.


Baru kali ini Naku mendapatkan saingan, hanya demi mendapatkan perhatian Yola kembali setelah beberapa saat lalu mencampakkannya. Bagian tadi saat Yola masih menunggu Naku untuk meminta pertolongan, dia malah asyik sendiri. Sekarang setelah mendapatkan super hero, barulah Naku bertingkah seakan-akan tidak terima akan hadirnya orang baru di dalam hidup Yola.


Entah karena Naku takut kesaingi oleh Joey, atau dia takut posisinya sebagai kakak akan tergantikan olehnya. Maka dari itu, Naku sengaja bersikap begini demi menunjukkan bahwa dia lebih unggul dari Joey, pria yang sama sekali tidak Yola kenal.


"Gimana, gimana? Mau menyerahkah? Ini udah detik-detik terakhir loh. 2 kali kau gagal, jadi kesempatan hanya tinggal 1 kali lagi," ucap Naku, menaik-naikan alisnya percis seperti orang yang merasa paling hebat.


"Aku tidak akan menyerah, Kak. Sebelum semuanya terbukti, tidak ada yang tidak mungkin jika kita tetap berusaha untuk bekerja keras demi mendapatkannya. Meskipun ini sudah di detik terakhir," jawab Joey, setenang mungkin.


"Ingat, Kak. Tidak ada usaha yang mengkhianati hasil, jadi jangan sombong dulu. Ini belum akhir dari semuanya, ingat! Daddy pernah bilang bukan, selagi kita mau usaha pasti akan ada jalan!"


Kata-kata Yola benar-benar berhasil menyentuh kesombongan Naku. Dia terdiam sejenak, awalnya terlihat begitu percaya diri kalau dia akan menjadi pemenangnya. Kini, malah membuatnya sedikit bimbang.


Percobaan terkahir Naku pun gagal, tetapi dia tetap menanamkan kepercayaan yang besar kalau Joey tidak akan bisa mengalahkannya. Apa lagi dia lebih unggul 1 poin, sehingga tidak mudah untuk Joey mengalahkannya.


Kalau pun Joey menang, skor mereka menjadi seimbang dan permainan akan terus terjadi sampai salah satu memiliki 2 boneka.

__ADS_1


Akan tetapi, di detik-detik terakhir yang sangat menegangkan membuat jantung Yola menjadi kembang kempis akibat rasa takutnya.


Jika memang Joey kalah, maka Yola tidak bisa membalas perbuatan Naku yang sangat menjengkelkan. Semua ini berawal karena Yola ingin membuat sang kakak merasa cemburu atas kehadiran orang baru, tetapi jika Joey kalah. Maka tujuan Yola akan menjadi sia-sia, Naku malah akan semakin besar kepala.


Joey menarik napasnya perlahan, dia berusaha sebisa mungkin untuk mengontrol jantungnya. Selepas itu, Joey kembali memainkan mesin japit tersebut penuh kehati-hatian juga konsentrasi.


"Semangat, Kak Joey. Semangat! Aku yakin Kakak pasti bisa mengalahkan kakakku. Intinya aku akan terus mensuport kakak. Go, go, go!"


Teriakan Yola begitu semangat membuat Joey menoleh sekilas lalu tersenyum. Wajahnya terlihat sedikit pucat, mungkin lantaran dia merasa tegang karena ini kesempatan terakhir untuknya.


Joey menganggukan kepalanya perlahan, lalu menatap mesin pencapit dan memulai aksinya dengan perasaan setenang mungkin.


Semua menjadi khawatir, akankah Joey berhasil mengimbangkan skor Naku. Ataukah dia akan kalah di dalam permainan ini? Dan, akhirnya. Mata Yola sama Naku langsung terbelalak, mereka melotot sangat kompak. Bahkan, hampir saja matanya copot ketika melihat keajaiban yang sangat luar biasa.


"W-waw? Ini benar-benar luar biasa, ternyata Kak Joey adalah raja capit sebenarnya. Gila, ini sangat menakjubkan!"


Yola berbicara sambil menatap Joey, di situ Joey hanya bisa tersenyum lega ketika usahanya tidak berakhir sia-sia. Dia bisa membuktikan bahwa, usaha itu tidak akan pernah mengkhianati hasil seperti apa yang Yola katakan.


Inilah yang di katakan di atas langit masih ada langit jadi tidak boleh merasa paling hebat atas pencapatkan apa yang kita dapatkan. Bersyukur, adalah jalan satu-satunya agar hati bisa terhindar dari sifat sombong, iri juga dengki.


Ini pelajaran yang harus Naku ambil. Ternyata awal kemenangan dia belum tentu akhir dari segalanya. Di detik terakhir Joey, berhasil membanta*i 1 skor lebih unggul darinya hanya sekali capit.

__ADS_1


"Sumpah, ini orang sebenernya siapa sih! Kenapa keberuntungan bisa ada di pihaknya? Bener-benar mencurigakan!"


"Kalau gini caranya gua kalah, dong? Akhhhh ... Si*al! Kenapa sih, dia bisa menang di detik terakhir. Managayanya sombong banget lagi senyum-senyum tengil. Dasar caper!"


Naku mengoceh di dalam hatinya sambil menatap sikap Joey yang terlihat kalem, tanpa melakukan apa yang seperti dia lakukan. Sementara adiknya, malah dialah yang membalas sang kakak begitu senangnya.


3 boneka sekaligus berada di dalam pelukan Yola, wajahnya terlihat sangat bahagia karena menatap wajah kesal Naku.


"Waktunya pembalasan kakakku sayang, hihi ... Makannya jadi orang jangan sombong, wleee ... Sekarang baru kerasa 'kan, gimana sakitnya dikalahkan didetik terakhir, hem?" gumam hati Yola.


Kini, waktunya Yola yang membalas sang kaka penuh ejekam yang membuat Naku menjadi kesal. Setelah kemenangan itu, bukan Naku yang pergi. Melainkan Joey yang langsung berpamitan karena ada urusan mendadak.


Padahal, Yola belum menuruti 3 permintaan yang Joey inginkan. Akan tetapi, Joey malah berlari ketika sudah selesai memenangkan semuanya.


Sedikit kecewa sih, tapi Yola tidak bisa berbuat apa-apa. Joey sudah pergi menjauhi mereka, di mana Naku yang awalnya merasa kesal menjadi tersenyum.


Ya, walaupun Naku kalah permainan dari Joey. Di sini terbukti, bila Naku yang bertahan untuk ada disamping Yola bukan Joey.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2