
"Yola ceneng deh, bica aya teman-teman Yola. Bica pegang tangan Buma cama Daddy, lasana telnata menyenangkan. Kapan ya Yola bica begini teyus?"
Perkataan Yola, membuat Becca dan Rio saling menatap satu sama lain. Mereka bingung harus menjawab bagaimana lagi, lantaran Rio memang belum siap untuk menikah kembali.
Sampai akhirnya, Becca berusaha untuk mengalihkan perhatian Yola agar dia tidak lagi mengatakan sesuatu yang membuat Rio sedikit tidak nyaman.
"Wah, ada es krim. Yola mau es krim?" tanya Becca saat berada di lantai 2.
"Aaa ... Mau, Buma. Yola mau es kim laca stopbeli." jawab Yola, antusias.
"Oke, siap. Le'ts go, kita beli!" sahut Becca penuh semangat.
Yola bersorak bahagia sambil melompat-lompat penuh kegirangan, ketika dia akan mendapatkan es krim kesukaannya.
Biasanya yang selalu melakukan hal itu, ialah Rio, sekarang berbeda. Rio lebih banyak diam mengikuti kemanapun mereka pergi, sementara Becca berusaha keras untuk membuat Yola senang. Dengan tujuan, agar Yola bisa melupakan kejadian yang menimpanya.
Es krim telah di dapatkan, waktunya mereka ke lantai atas. Dimna tempat permainan berada, di sana mereka duduk sambil Yola memakan es krim. Setelah selesai, berulah mereka bermain bersama menemani Yola sampai dia pun tertawa lepas saking bahagianya.
Namun, Rio yang sangat jahil terhadap anaknya malah selalu mengganggunya. Beberapa kali Yola cemberut akibat ulah Daddynya, Becca yang tidak terima segers memarahi Rio layaknya seorang Ibu yang membela anaknya.
Di rasa Yola sudah aman, perlahan mereka mulai meninggalkan Yola. Akan tetapi, masih terus memantaunya dari jarak yang tidak jauh. Becca dan Rio duduk di kursi, sambil memberikan ruang agar Yola bisa bermain dengan tenang.
"Apa kamu tidak ada niatan buat mencari pengganti mendiang istrimu?" tanya Becca, menoleh ke arah sampingnya.
Rio yang sedang tersenyum menatap Yola, kini harus beralih menatap ke arah Becca. "Sebenarnya jika boleh jujur, bukan aku belum bisa menemukan wanita pengganti istriku. Hanya saja, aku yang belum siap menikah, karena aku tidak yakin aku bisa mendapatkan wanita seperti istriku."
__ADS_1
Becca paham, memang tidak mudah mencari wanita yang seperti mendiang istrinya. Hanya saja, saat melihat serta mendengar apa yang Yola inginkan membuat hati Becca tersentuh.
"Ya, aku tahu. Mungkin kamu berat untuk melangkah kedepan, tetapi cobalah lihat anakmu. Dia masih sangat kecil, pasti butuh yang namanya kasih sayang seorang Ibu, meskipun bukan Ibu kandungnya."
"Jadi, aku sarankan cobalah kamu turunkan egomu demi anakmu itu. Tidak perlu cepat-cepat, kamu bisa perlahan membuka hatimu sambil kamu mencari wanita mana yang pantas untuk di jadikan Ibu sambung Yola."
"Ingat, O! Tumbuh tanpa kasih sayang kedua orang tua itu tidaklah enak. Semakin dia beranjak dewasa, akan semakin kejam lagi apa yang akan dia dapatkan."
Nasihat yang Becca berikan kepada Rio, membuatnya kembali berpikir saat matanya menatap ke arah Yola. Dimana Yola bersorak bahagia sambil melompat kemenangan.
"Lihatlah, anakmu begitu bahagia hanya karena dia bisa bermain di temani oleh kita. Bagaimana nanti ketika dia mendapatkan Ibu sambung, pasti bahagianya lebih bertambah dari ini. Aku yakin itu, jadi--"
"Jadi, ada masalah apa dengan rumah tanggamu?"
Perlahan Becca menghela napasnya sangat panjang, dari sini bisa di lihat bila Becca sedang menghadapi masalah yang cukup berat.
Rio mengubah posisi duduknya menghadap ke arah Becca, tatapannya begitu serius ketika sudah mendengar helaan napas panjang darinya.
Tidak mudah untuk Becca menceritakan masalah rumah tangganya kepada siapapun. Akan tetapi, apa bila Becca menyembunyikannya, itu malah semakin membuat dendam di hatinya selalu bertambah.
Becca percaya, bila Rio adalah orang yang pas untuknya meminta solusi. Apakah dia harus tetap bertahan dan menerima kenyataan itu, ataukah dia harus berpisah hingga menghancurkan impian anaknya.
Dengan perasaan yang sedikit sensitif, Becca mulai menceritakan sifat Gala yang berubah. Dari pulang larut malam dan juga sering kali menemukan bukti-bukti yang sangat mencurigakan.
Sampai akhirnya menceritakan ketika dia telah mengetahui perselingkuhan antara Gala dan Lola. Tidak lupa juga dia memberikan bukti itu kepada Rio agar dia bisa mengetahui kebenaran sesuai faktanya, bukan hanya sekedar ucapan yang Becca sampaikan.
__ADS_1
Wajah terkejut Rio, ketika dia mengetahui bila suami Becca bisa melakukan hal sekeji itu tanpa sepengetahuan istrinya.
Tangis Becca pecah setelah kembali mengingat semuanya, Rio yang tidak tega hanya bisa mencoba untuk menenangkannya. Dia tahu apa yang Becca rasakan, hanya dia tidak tahu bagaimana membantunya.
"Aku tahu, apa yang kamu rasakan itu sangatlah sakit. Namun, dendam yang kamu tanamkan di hatimu itu tidaklah baik untukmu, anakmu dan juga semuanya. Marah boleh, tapi kamu ingat kembali. Kamu itu orang baik, jadi kamu jangan melakukan hal yang tidak baik. Sebab, itu akan merusak kebaikan hatimu."
"Aku yakin, tanpa kamu membalasnya pun Gala akan mendapatkan karmanya sendiri. Jika memang benar dia melakukan semua itu atas dasar sama-sama mau. Cuman, entah mengapa saat aku melihat video itu aku seperti menduga ada yang tidak beres sama mereka. Mungkin wanita itu memang terlihat menyukai suamimu, tetapi suamimu kebalikannya. Dia terlihat seperti terpaksa melakukannya."
"Jadi, jika boleh aku menyarankan. Alangkah baiknya, kamu selesaikan masalaj itu secara baik-baik, contohnya kamu bisa mengajak suamimu pergi ke taman. Kemudian kamu memulai membuka topik dan perlahan menanyakan apa maksud dia melakukan semua itu di belakangmu. Sehingga kamu akan tahu apa yang suamimu inginkan, dan kamu juga bisa menentukan apa yang kamu inginkan. Simpel?"
"Ya, memang mudah untukku membicarakan semua itu. Aku memang tidak merasakan apa yang kamu rasakan. Asal kamu tahu, mendiang istriku sangat pintar untuk memancingku menceritakan bagaimana perasaanku. Karena waktu itu, dia sudah mencurigaiku kalau aku belum sepenuhnya mencintai dia. Berbagai cara dia lakukan demi mendapatkan sebuah jawaban di setiap perubahan sikapku, dengan cara yang begitu manis. Sampai akhirnya aku yang tidak tega menyembunyikan perasaanku terhadapmu dulu, perlahan mulai menceritakannya."
"Dari situ aku baru tahu, seberat apapun masalah. Jika kita memendamnya itu malah akan semakin menumpuk, dan berefek tidak baik untuk kedepannya. Jadi saranku, lebih baik bicarakan empat mata. Aku tidak mau, wanita yang aku kenal baik
seperti dirimu bisa berubah menjadi wanita yang jahat. Paham 'kan, maksudku?"
Kata demi kata yang Rio sampaikan dari hati ke hati, seketika berhasil mengaduk-adukkan perasaa Becca. Dia pun menangis di balik kedua telapak tangannya. Becca tidak tahu, apakah dia akan kuat melakukan semua itu? Sementara dia sendiri, ketika menyaksikan langsung bagaimana suaminya di sentuh oleh wanita lain, sangatlah emosi yang di selimuti oleh perasaan dendam.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1