
Lola terpeleset dan terjatuh tepat pada posisi duduk, akan tetapi tidak ada reaksi apa pun dari Lola setelah dia terjatuh. Sehingga Becca terkejut akan reaksi Lola yang bisa bangun tanpa mengeluh sedikit pun.
Tidak ada bercak merah akibat terjatuh, atau sesuatu pertanda yang menandakan apa bila terjadi hal buruk pada kandungannya.
Becca yang awalnya khawatir serta ingin membantu Lola, akan tetapi dia malah di kejutkan oleh reaksi Lola yang baik-baik saja tanpa mengeluh sama sekali.
"La, ka-kamu gapapa?" tanya Becca masih tidak menyangka jika Lola bisa berdiri dalam keadaan baik-baik saja.
"Aku? Oh, tenang. Aku gapapa, anak ini sangat kuat, jadi tidak akan mungkin terjadi sesuatu padanya hihi ...."
Jawaban yang berasal dari mulut Lola membuat Becca memiliki tanda tanya besar terhadapnya. Dia tidak percaya, orang yang sedang hamil lalu terjatuh cukup keras sama sekali tidak menimbulkan reaksi kesakitan atau apa pun itu.
"Se-serius, ka-kandunganmu baik-baik saja? Ti-tidak sakitkah? A-atau ada reaksi apa gitu?" tanya Becca kembali.
Becca berulang kali ingin meyakinkan apa bila Lola memang baik-baik saja. Meski pun Becca tidak menyukai Lola, akan tetapi Becca tidak tega kalau terjadi hal buruk pada anaknya.
Namun, reaksi yang Becca dapatkan malah tawaan yang cukup geli. Itulah yang membuat Becca selalu bingung, berbeda sama Becca ketika hamil yang pernah sedikit saja terjatuh reaksinya sudah seperti orang kontraksi. Maka dari itu, Becca semakin di bingungkan oleh tingkah Lola.
Sampai pada akhirnya kata-kata Becca yang kurang pantas di dengar keluar begitu saja. Tidak lagi ada basa-basi, atau apa pun itu. Becca langsung mengatakan semuanya tanpa rasa takut.
__ADS_1
"Ja-jangan bilang ha-hamilmu itu hamil bohongan?"
"Bo-bohongan? Aduhh ... Se-sepertinya aku ingin melahirkan, akhhh ... Oekk, oekk, oekk ... "
Tingkah aneh Lola benar-benar mampu mengejutkan Becca, dia tidak percaya saat Lola mengeluarkan sesuatu dari perutnya sendiri.
Sebuah bantalan layaknya orang hamil yang di gulung oleh beberapa kain membuat Becca begitu syok, pantas saja dari tadi dia melihat adanya keanehan yang tidak wajar pada orang hamil sesungguhnya.
Lola sengaja memperlihatkan semua itu ketika posisi mereka hanya sedang berdua saja di dalam toilet tersebut. Rasanya Lola benar-benar bahagia, saat melihat reaksi Becca yang terkejut sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangan sambil matanya membola besar.
"La, i-itu?" ucap Becca, masih dalam posisi yang sama.
"Ya, ini anakku dan Gala. Lebih tepatnya anak bantalan, hahah ...."
Awalnya Lola hanya ingin menjadi wanita yang akan selalu bersama Gala, walaupun dia harus menjadi orang kedua itu tidak masalah. Setidaknya dia bisa bersama Gala dalam keadaan Gala yang juga mencintainya.
Hanya saja, nasibnya benar-benar bagus. Lola malah mendapatkan Gala seutuhnya, tanpa membaginya pada Becca. Lola terlalu obsesi terhadap Gala membuat Lola di butakan akan perbuatannya yang salah.
Setelah menunjukkan sesuatu itu pada Becca, Lola kembali memasangnya dengan benar, sebelum ada orang yang akan melihatnya.
__ADS_1
"Ja-jadi se-selama ini kamu sudah membohongi se-semua orang demi me-mendapatkan apa yang kamu inginkan?" ucap Becca, masih tidak percaya akan semua kenyataan ini.
"Ya, karena hanya itu jalan satu-satunya agar aku bisa mendapatkan apa yang aku mau!" seru Lola, melirik Becca penuh arti.
Becca menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka jika Lola bisa selicik ini melakukan sesuatu yang bisa merusak rumah tangga seseorang demi keinginannya sendiri.
"Ji-jika kehamilanmu kebohongan, lantas ke-kejadian yang Gala ceritakan padaku it---"
"Ya, memang awalnya tidak sengaja, tapi lama-lama aku malah menemukan jalan. Ya sudah, aku jebak saja sekalian. Toh, suamimu juga bo*doh!" ucap Lola sambil bercermin.
Wajah Lola terlihat biasa saja dan juga tenang, tidak sedikit pun merasa gugup ketika rahasianya akan di bongkar oleh Becca. Seakan, Lola tahu jika Becca tidak memiliki bukti yang kuat untuk membongkar semua kejahatannya ini.
Lola melirik ke arah wajah Becca yang masih bingung dengan semua kenyataan, tanpa di minta Lola langsung menceritakan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua.
Pada saat itu, Lola sedang pergi ke sebuah BAR untuk sejenak menenangkan pikirannya. Lola memang sudah menjadi langganan di sana semenjak dia merasakan patah hati yang pertama kali.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung