
"Maaf, jika kesannya Daddy terlalu cepat memutuskan hal itu. Daddy cuman tidak ingin kamu melarang mereka berteman, padahal Joey membawa aura positif untuk Joey. Tidak seperti apa yang kamu bayangan kalai Joey malah akan menggangguk pelajaran Yola. Daddy paham, kamu begitu karena sayang banget sama adikmu. Cuman, kalau kamu terlalu keras Daddy takut dia akan semakin melawanmu dan menganggapmu yang tidak-tidak."
"Maka dari itu demi menjaga semua itu, Daddy lakukan perjodohan ini. Tapi, jika mssukan darimu seperti itu. Daddy ucapkan terima kasih, kamu sudah menyadarkan Daddy atas keliruan atas mengambil keputusan. Terus, gaimana dengan Tuan Ragil, Nyonya Rani setelah mendengar apa yang anak saya katakan? Apa kalian ada jawaban lain?"
Rani dan Ragil melirik dalam waktu beberapa detik untuk mencari jawaban yang akan mereka katakan bersama.
"Sepertinya kami ikut saja, Tuan. Apa pun yang terbaik bagi anak-anak kami akan mendukungnya. Jika memang perjodohan tadi dibatalkan, kami tidak masalah. Toh, Naku sudah mengatakan kalau dia akan menurunkan egonya demi Yola dan Joey supaya bisa main bersama kembali itu sudah lebih dari cukup. Masalah jodoh, biarlah Tuhan yang akan menentukan. Jika mereka memang ditakdirkan bersama, apa pun rintangannya mereka akan tetap bersama."
Rani mengangguk antusias sambil tersenyum menatap wajah anak-anak secara bergantian. Rio tidak menyangka atas idenya yang konyol beberapa saat lalu, bisa menjadi sebuah jalan untuk Joey bisa kembali bermain sama Yola.
Namun, tanpa mereka sadari seseorang tersenyum penuh kemenangan. Hatinya tertawa puas ketika perjodhan yang beberapa menit lalu dilaksanakan, bisa langsung dibatalkan hanya karena kebijakan yang dia katakan. Sungguh luar bisa, entah virus apa yang diberikan Naku hinngga berhasil menghipnotis semua orang yang ada di situ.
Untungnya Yola masih belum mengerti tentang perjodohan itu, sehingga tidak ada percekcokan yang lebih menegangkan kembali terjadi. Meskipun, sepenuhnya Yola belum paham, tetapi sedikit demi sedikit dia sudah mulai mengerti kalau Naku telah mengizinkan mereka kembali berteman.
Semua orang tersenyum karena Naku sudah bisa menerima Joey. Akan tetapi, mereka tidak tahu jikanitu asalah taktik Naku untuk menggagalkan perjodohan mereka.
Perlahan mata Naku melirik ke arah Joey yang masih terlihat syok. Bagaimana tidak, awalnya Naku merasa senang penuh kebahagiaan karena akan disandingkan oleh wanita yang dia sukai. Akibat ulah Naku yang kurang setuju, sehingga memberikan alasan yang masuk diakal.
Tanpa membuang banyak waktu, mereka bersepakat untuk membatalkan perjodohan Joey akibat mendengar penjelasan dari pria menyebalkan yang sangat menyebalkan.
__ADS_1
Seharusnya, mereka sebagai orang tua bisa mengerti tentang bagaimana cara menjaga perasaan kedua anaknya terutama, Joey. Pria tampan itu sangat paham apa yang telah Naku rencanakan, sampai-sampai membuatnya hanya bisa tersenyum demi menyamarkan luka yang ada di hati.
Beberapa saat lalu, Joey ingin sekali mengungkapkan rasa syukurnya atas kebahagiaan yang dirasakan ketika mereka telah mempersatukan Joey dengan Yola. Sayangnya, kesenangan itu hanya bertahan dalam hitungan menit dan hilang begitu saja.
Padahal, Joey ingin sekali menolak semua pembatalan perjodohan itu kepada mereka dan mengatakan kalau dia sudah mulai menyukai gadis kecil pujaan hatinya.
Namun, pria itu tidak bisa berkutik ketika Naku sudah mengeluarkan ultinya. Naku hanya bisa menerima semuanya dengan senyuman lebar demi mengurangi rasa sakit di dalam hati karena keinginannya tidak tercapai.
Haaahh ... Malang sekali nasibku ini, seandainya tadi aku langsung mengatakan oke tanpa harus melamun dulu pasti mereka tidak akan membatalkannya. Cuman ... Akhh, sudahlah. Mungkin ini sudah jalanku!
Lagi juga kenapa aku kecewa. Harusnya aku senang karena perjodohan itu dibatalkan, di saat hidupku sudah tidak bisa bertahan lama. Seandainya perjodohan itu terus terjadi, aku bisa menjamin. Suatu saat nanti Yola akan merasakan rasa sakit untuk pertama kali sampai membuatnya tidak tahu bagaimana menyembuhkan luka tersebut. Hanya karena kepergianku untuk selamanya, akan ada banyak hati yang terluk. Lebih baik, aku menjadi sahabat Yola saja dengan begitu aku tetap bisa membuatmu tersenyum walaupun, bukan sebagai pasangan.
Mungkin, bagi mereka semua senyuman yang Naku ukir adalah senyuman persahabatan karena Naku sudah mulai menerima pria yang sering kali membuatnya kesal.
Akan tetapi, dibalik senyuman itu terdapat sebuah sindiran keras yang membuat Joey langsung paham. Joey tidak ingin memperpanjang masalah, setidaknya dia masih bisa ketemu sama Yola dan hubungannya sama Naku meskipun tidak sepenuhnya membaik. Tetap saja Joey akan bersikap baik padanya sebagai kakaknya sendiri.
Gimana, hem? Enak 'kan, rasanya. Oh, jelas, dong. Ini baru pemula loh, Bro. Masih banyak rencana-rencana yang akan gua kasih buat lu, tunggu aja tanggal mainnya. Gua pastiin lu akan menyerah deketin adik gua, dan pergi dengan sendirinya. Hahah ....
Uhh, ternyata enak juga ya, di depan semua orang gua cuman perlu berpura-pura baik sama tuh, bocil. Tapi, kalau udah di belakang mah bodo amat. Setidaknya Yola tidak sampai dijodohin karena gua gak mau cita-cita adik gia sendiri kandas cuman gara-gara lu!
__ADS_1
Lain kali kalau ngehalu jangan tinggi-tinggi, Bro. Kasihan hati lu pasti rasanya sakit, 'kan? Jangan kira gua gak tahu arti senyuman lu tadi saat Daddy berniat ingin menjodohkan kalian. Gua tahu, lu pasti udah suka sama Yola karena kebaikan serta keluguannya. Cuman, jangan harap lu bisa dapetin Yola sebelum lu hadapin gua dulu! Gua bukannya membenci lu, tapi gua gak mau masa depan adik gua sendiri hancur akibt cinta mo*nyet. Mungkin, suatu saat nanti ketika Yola udah berhasil menggapai cita-citanya gua akan pikirakan lagi. Apakah lu pantas untuk adik gua atau tidak sama sekali!
Perseteruan antara hati Naku dan Joey benar-benar menyebalkan. Satunya ingin selalu ada di samping Yola, tapi terhalang oleh penyakitnya. Lalu, satunya lagi selalu berusaha menjauhkan mereka karena beranggapan bahwa Joey akan membawa pengaruh buruk untuk pikiran Yola yang masih panjang.
Selang beberapa menit keadaan mereka sudah mulai membaik. Sendu gulau mulai terdengar ketika Yola menjahili Joey yang membuat semuanya hanya tertawa kecil. Lain cerita sama Naku, beberapa kali berusaha mengajak main Yola tetap saja tidak digubris olehnya. Mungkin, Yola masih cukup kesal atas sikap Naku sehingga dia butuh waktu supaya suasana hatinya kembali hangat untuk sang kakak.
Rani dan Ragil pergi sebentar ke kantin membeli makanan untuk mereka semua sambil menunggu kedatangan Baby Boy. Selepas mereka pergi 10 menit yang lalu, tiba-tiba saja seorang dokter datang bersama asistennya sambil mendorong tempat tidur Baby Boy.
Melihat datangan Baby Boy, raut wajah mereka terlihat jauh lebih bahagi dari sebelumnya. Yola berlari untuk melihat adiknya yang ada di dalam kotak kecil itu, begitu juga Naku dan Joey yang sangat antusias melihat jagoan kecil.
Rio mengusap kepala istrinya sesekali saling menatap penuh perasaan. Mereka tidak menyangka masih bisa dikaruniai anak sebagai pelengkap keluarga mereka. Di mana cinta Rio dan Becca akan semakin kuat setelah kehadiran Baby Boy.
.......
.......
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...
__ADS_1