Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Baju Dinas


__ADS_3

Rio mendongak ke atas, menatap bentuk tubuh istrinya yang sangat bagus. Sungguh, Becca memang pandai membuatnya terkagum-kagum atas bentuk tubuh yang diluar dari perkiraan pria.


"A-ay, ke-kenapa kau pakai baju itu? Bu-bukannya itu baju dinas?" tanya Rio, wajahnya sudah memerah.


"Ya, habis gimana. Aku gerah, kamu diajakin tidak mau. Ya sudah, aku mau istirahat aja. Good night, suamiku."


Becca mencondongkan tubuhnya kembali tepat di depan wajah sang suami, lalu mencium pipi kanannya secara lembut. Becca mengedipkan salah satu matana, hingga berhasil membuat Rio segera mengalihkan wajah.


Becca terkekeh kecil melihat suaminya yang malu-malu kucing, kemudian Becca pergi menaiki atas ranjang. Bersamaan dengan itu Rio mulai mencuri pandang saat melirik semangka kembar milik sang istri yang terlihat mulus juga sekel dari arah belakang. Ibaratkan buah semangka sudah matang, ingin sekali Rio segera memetik lalu melahapnya.


Rio masih sedikit takut untuk menyentuh Becca. Apakah dia bisa menerimanya? Padahal Becca berulang kali memberikan kode, tetapi Rio masih canggung karena kepikiran sama trauma yang pernah Becca alami saat berumah tangga.


Namun, saat Becca tiduran di atas ranjang sambil menyelimuti aset berharga miliknya, kini berhasil menyita perhatian Rio. Dia mulai tidak terima karena apa yang dia lihat tidak bisa lagi dipandang.


Rio mulai terbawa suasana ketika telah menyaksikan begitu indahnya pemandangan yang sudah lama tidak dia lihat. Perlahan Rio bangkit dari sofa, lalu berjalan mendekati Becca kemudian memeluk tubuh sang istri dari arah belakang. Becca yang merasa sedikit terkejut, tetapi hanya menahan tawa ketika mengetahui tingkah sang suami yang seperti kucing.


Mencium aroma sabun yang melekat di leher sang istri membuat Rio semakin nyaman untuk berada di dekat Becca. Kemudian tangan Rio pun mengusap perut sang istri persis seperti suami yang lagi memanjakan buah hati mereka. Becca tersenyum lebar menahan rasa geli yang ada di perutnya.


"Hem, ada apa? Katanya tadi tidak mau menyentuhku, terus kenapa sekarang meluk-meluk. Ayo, lepaskan! Aku mau tidur aja ngantuk, toh kamu juga lebih fokus sama kerjaan, bukan? Jadi---"

__ADS_1


"Aku gak mau, aku nyaman seperti ini. Tolong jangan usir aku, aku pengen. Aku mau kok, ayo kita lakukan sekarang!"


Suara rengekkan Rio membuat Becca terkekeh geli di dalam hati. Seorang Rio, pria dewasa juga pengertian yang tidak pernah sedikit saja memperlihatkan sikap manjanya. Sekarang telah berubah saat dia sudah ada di atas ranjang bersama istri tercinta, bahkan jauh lebih manja dari Gala yang sering memadu kasih bersama Becca.


"No! Aku sudah tidak mood, lakukan saja sendiri sana di kamar mandi!" titah Becca, berpura-pura ngambek atas sikap suaminya yang malu-malu kucing.


"Gak mau, emangnya aku apaan. Percuma aku punya Ayang kalau masih pake tangan. Aneh!"


"Ayang ... Maafin aku, janji deh, gak lagi-lagi aku nolak. Aku cuma kesel aja, tadi kamu ngomong gitu jadi aku terbawa suasana. Ya, walaupun dia udah bangun, tapi aku menahannya karens aku tidak mau memaksamu, cuman kalau kamu yang mau aku tidak akan nolak lagi. Suer, deh!"


"Ayolah, Sayang. Ayo! Udah lama aku tidak ganti oli, loh. Masa kamu enggak kasian sih, nanti mesinku rusak gimana. Masa kamu tega, melihat dia tidak berdaya karena gak ada tenaga. Kalau tampan, gagah pasti kamu suka. Ya, kan? Terus kalau---"


"Ya, kalau tidak berdaya tinggal ganti sama yang baru susah banget. 'Kan masih banyak dedek kecil yang lainnya, bahkan lebih nikmat. Dari pada itu, bisa apa? Masa belum masuk udah lemes haha ...."


Becca tertawa puas saat berhasil menjahili suaminya. Di mana Rio malah merengek persis seperti anak kecil yang tidak dibelikan mainan.


"A ... Ayang. Sumpah, Ayang jahat banget sama aku. Baru juga kita menikah belum ada sehari, masa Ayang udah mau cari dedek lainnya. Huaa ... Ayang udah gak sayang sama aku lagi, Ayang tega sama si dedek. Padahal dia baik mau bikin Ayang merem melek, tapi Ayang huaaa ... hiks ...."


Tawa Becca berhenti saat gendang telinganya hampir pecah akibat rengekkan Rio yang sangat kencang. Di luar dari ekspetasi Becca, Rio malah menangis meraung-raung membuat Becca langsung membalikkan tubuh menghadap sang suami, kemudian membungkam mulut Rio dengan mulutnya.

__ADS_1


Rio membolakan matanya, melihat aksi Becca yang cukup mengejutkan. Tanpa harus menyia-nyiakan kesempatan ini, Rio segera menyatukan bibir Becca untuk beberapa menit sampai mereka mulai terbawa suasana.


Tidak lupa tangan Rio mulai menari-nari diseluruh tubuh istrinya sampai membuat Becca mulai merasa geli sedikit tersengat aliran setrum yang berasal dari kekuatan cinta Rio.


Kurang lebih 15 menit Rio dan Becca melakukan pemanasan sebelum olah raga malam, akhirnya keduanya pun sudah tidak lagi menggunakan sehelai kain di tubuh masing-masing.


Baju dinas yang menyala terang, kini sudah tidak lagi Becca gunakan. Sang suami yang langsung menerkam istrinya bagaikan musuh, benar-benar berhasil membuat Becca terbang melayang kelangit ketujuh.


Kenikmatan yang Becca rasain membuat Rio senang. Ternyata, walaupun Rio sudah lama fakum untuk menuntaskan kewajibannya. Akan tetapi, skill yang dia miliki benar-benar masih melekat keras. Rio tidak menyangka, senyaman inikah melakukan hubungan suami-istri sama pasangan yang sangat dia cintai.


Beda rasanya ketika dulu Rio melakukan bersama mendiang istrinya, semua itu sebagai tuntutan tugas suami-istri. Bukan berdasarkan cinta, sehingga Rio hanya melakukan beberapa kali sampai Yola dilahirkan. Setelah itu, mendiang istri Rio jatuh sakit dan dia tidak bisa lagi merasakan nikmat berhubungan seperti saat ini.


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2