Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Semua Jujur Kepada Yola


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, akhirnya Yola sudah diperbolehkan pulang oleh sang dokter dikarenakan kondisinya telah membaik. Semua orang tersenyum menyapa Yola pulang dari rumah sakit hanya di jemput oleh sang daddy juga kakaknya.


Sementara itu, Becca dan Juan menunggu di rumah untuk menyambut putri kecilnya tersebut bersama keluarga Naila yang datang menjadi pelengkapnya.


Betapa senangnya Yola ketika disambut meriah oleh semua orang yang sayang padanya. Seolah-olah sang mommy telah membuatkan pesta kecil-kecilan untuk sekedar merayakan kesembuhan Yola dengan acara makan bersama.


Sungguh, Yola tidak sanggup berkata-kata selain mengucapkan terima kasih pada semua orang sambil memeluknya satu persatu. Melihat berbagai macam menu makanan terpampang jelas di atas meja makan, membuat Yola langsung merasa lapar.


Tanpa basa-basi mereka segera duduk di kursi masing-masing untuk menyantap makan siang bersama penuh rasa bahagia. Meskipun, wajah-wajah itu hanya sebuah topeng untuk menutupi sesuatu dari Yola, tetap saja kebahagiaan itu harus ada. Ya, memang harusnya semua tidak bersikap berlebihan seperti ini lantaran di negara lain masih dalam keadaan bersedih akan nasib Joey.


Akan tetapi, jika mereka tidak mampu menyesuaikan keadaan Yola pasti sudah curiga dari kemarin-kemarin. Untung saja sampai detik ini keluarga masih sanggup menyembunyikan keadaan Joey dari Yola. Namun, tetap mereka telah berjanji selepas sang anak pulang dari rumah sakit di saat itu juga akan menceritakan semua secara perlahan demi menjaga kesehatannya.


Semua makan dalam keadaan sedikit berbincang-bincang sambil tertawa melihat tingkah lucu anak-anak yang semakin hari semakin pintar dan dewasa. Jangan salah, hubungan Naku dan Naila pun sudah membaik. Mereka kembali menjalani hari-hari penuh senyuman dan sang pria juga telah berjanji tidak akan menyia-nyikan wanitanya.


25 menit berlalu, semua sudah selesai makan bersama. Mereka segera pindah tempat ke ruang keluarga untuk duduk santai sambil menikmati film yang disukai anak-anak. Tak lupa juga menikmati cake buatan Becca serta dessert manis ataupun buah dan jajanan lainnya.


Pokoknya satu hari full mereka hanya akan disuguhi makanan tanpa henti sampai perut hampir meledak, jika mereka tidak menahan mulut untuk berhenti mengunyah.


2 jam berlalu, Juan dan Nuel malah ketiduran membuat Becca sama Vivi segera membawa sang anak ke kamar tamu yang jarak ke ruang tengah tidak jauh. Itu juga dijaga oleh Naila dan Naku sambil mereka bermain games bersama.


Sementara Yola baru ingin ikut kedua kakaknya, tetapi langsung di tahan oleh Rio dengan alasan ada yang ingin dibicarakan oleh mereka. Awalnya Yola bingung dan kesal, cuma tidak ada pilihan lagi. Sehingga dia kembali duduk dalam keadaan cemberut.


"Loh, loh, kok, mulutnya begitu. Senyum dong, masa iya, anak daddy yang cantik harus cemberut. Gak boleh dong, nanti cantiknya ilang loh, mau?" bujuk sang daddy dengan wajah menggoda.

__ADS_1


"Biarin aja, lagian Daddy udah tahu Yola mau ikut gabung sama Kak Naku dan Kak Nai malah dilarang. Menyebalkan!" sahut Yola, semakin memajukan bibirnya bagaikan hewan bebek.


Rio dan Leon terkekeh kecil melihat wajah lucu Yola ketika sedang kesal. Namun, saat Becca sama Vivi kembali merasa terkejut melihat anaknya dalam keadaan seperti itu,


"E,ehh ... Kok, ada apa ini? Kenapa Princesku cemberut, aduh, aduh ... Sayang. Kenapa, hem?" Becca langsung duduk di dekat Yola sambil merangkulnya, sedangkan Vivi duduk di samping sang suami.


"Itu, Daddy. Masa Yola gak boleh ikut main sama Kakak, Daddy bilang ada yang mau dibicarain sama Yola. Emangnya gak bisa nanti malam aja gitu?" tanya Yola, memasang wajah kesal melirik sang daddy.


"Ohh, itu. Ya, memang benar apa yang dikatakan Daddy. Kita harus bicara sama Yola, kalau nanti malam gak bisa, jadi sekarang aja ya, sebentar aja kok, nanti baru Yola boleh main sama mereka di kamar Kak Naku."


Tidak ada cara apa pun selain Yola harus menuruti apa yang mereka katakan. Mungkin pembicaraan yang akan mereka katakan begitu serius sehingga tidak dapat dtunda seperti apa yang Yola katakan tadi.


"Huhh, ya, udah deh, emangnya Daddy mau ngomong apa? Mommy juga? Terus, Tante sama Om juga mau ngomong sama Yola, iya?" tanya Yola kembali untuk meyakinkan. Mereka berempat mengangguk serentak, sehingga Yola pasrah sama apa yang akan mereka sampaikan.


"Ya, udah. Kalian mau ngomong apa sama Yola, kayanya serius banget?" Yola memperhatikan wajah mereka satu persatu penuh penelitian. Meskipun, dia tidak tahu apa yang akan disampaikan tetap saja hatinya merasa tidak enak.


"Dad ...." panggil Yola, menatap intens ke arahnya.


"Oke, oke. Daddy sebelumnya ingin meminta maaf mewakilakn semua orang yang ada di sini. Selama beberapa hari ini kami sudah menyembunyikan sesuatu padamu karena semua orang tidak ingin keadaanmu yang membaik kembali memburuk. Jadi, kami semua memutuskan akan menyampaikan kabar ini setelah kamu pulang ke rumah," jawab Rio wajahnya benar-benar serius tanpa adanya senyum juga bercanda, tidak seperti beberapa detik lalu.


"Ka-kabar? Ma-maksudnya kabar apa yang kalian sembunyikan dariku? Katakan, Dad, katakan!"


Melihat kondisi Yola mulai panik, Becca berusaha untuk meredakan kondisi sang anak supaya tidak kembali merasakan sakit seperti kemarin.

__ADS_1


"Tenang ya, Sayang. Ingat, kemarin Yola baru sakit loh, kalau Yola gak bisa sabar dan tenang. Mommy tidak akan mengizinkan Daddy meneruskan apa yang ingin dikatakan sama Yola," ucap Becca, terus memberikan kenyamana pada sang anak.


"Ya, benar itu, Sayang. Yola tenang ya, kita di sini untuk Yola kok. Jadi, jangan khawatir, oke?" sambung Vivi tersenyum.


"Apa yang dilakukan oleh orang tuamu, itu yang terbaik. Jadi, Yola harus mendengarkan semua yang daddy katakan nanti tanpa diputus, disela, dipotong, dan sebagainya supaya Yola tidak salah paham. Oke, cantik?" sahut Leon, diangguki semuanya.


Apa yang dikatakan oleh semua orang benar. Jika Yola tidak sabar dan merasa panik, maka sakitnya akan kambuh kembali hingga membuat orang-orang kembali sedih. Beberapa kali Yola menarik napas sesuai arahan dari Becca, dirasa sang anak mulai tenang. Rio kembali menjelaskan semuanya secara lembut dengan bahasa yang mudah dipahami oleh Yola.


Tidak lupa, Becca terus berada di samping sang anak merangkul dan mengusap lengan Yola supaya tidak semakin cemas. Gadis kecil itu tidak menyangka bahwa, pria yang dia sayangi ternyata mengalami kabar buruk.


Sampai detik ini Jeoy masih dalam keadaan koma di luar negeri. Tidak ada tanda-tanda sedikit pun yang membuat pria itu berada dalam kondisi membaik. Terakhir mereka memberikan kabar kalau Joey tidak ada perubahan, tetap dengan kondisi semula.


Mata Yola membelalak besar mendengarkan kisah pilu yang berhasil menyakiti hati kecilnya. Air mata perlahan mulai menetes di pipi membuat semua orang tidak sanggup melihatnya. Yola hanya terdiam mematung dalam keadaan syok berat.


Tidak mampu menahan rasa sakit di dalam hati, Yola langsung jatuh pingsan tepat di pelukn sang mommy. Keadaan semakin panik, Rio langsung menggendong sang anak membawanya ke kamar hingga mengejutkan Naila dan Naku.


L


Becca berusaha membangunkan sang anak menggunakan minyak kaya putih supaya kembali sadar, di mana wajah mereka terlihat begitu panik. Ini di luar dari dugaan semua orang. Awalnya mereka berpikir kalau Yola hanya akan menangis kejar akibat terpukul atas kabar tersebut, Namun, nyatanya salah. Gadis itu malah pingsan ketika tidak kuat menahan rasa syok yang cukup mengobrak-abrikan hati kecilnya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2