Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kebahagiaaan Rio & Becca


__ADS_3

Selesai janji suci terucap dari keduanya, sang pendeta langsung mempersilakan Rio untuk memasangkan sebuah cincin berlian di jari manis istrinya. Setelah itu baru bergantian sama Becca yang akan memasangkan cincin pada sang suami.



Cincin dengan desain yang sangat cantik, membiat Becca tidak menyangka. Seorang Rio yang tidak pernah romantis, selalu punya cara tersendiri untuk bisa memperlakukan Becca beda dari wanita lainnya.


Semua ini sengaja Rio desain sendiri demi memberikan kejutan di hari pernikahannya pada seorang wanita cantik yang dia cintai. Becca saja yang baru melihat desain yang berbeda dari berlian lainnya, sangat takjub atas apa yang dilakukan sang suami. Apa lagi permata berlian itu langsung menyala ketika sebuah kotak di buka lebar menambah kesan kemewahan tersendiri.


Yola dan Naku sudah kembali ke posisinya untuk melihat kedua orang tua mereka yang sebentar lagi akan memasangkan cincin. Terlihat sekali wajah Naku begitu terharu saat melihat Becca tersenyum lebar tanpa beban sedikit pun.


Lain cerita sama Yola, dia masih kesal atas apa yang sudah Naku lakukan. Ingin rasaknya Yola menginjak kaki Naku, tetapi dia tidak bisa karena apa bila dilakukan semua itu akan membuat kemesraan Becca juga Rio sirna begitu saja.


Rio dan Becca saling menatap satu sama lain dalam keadaan mata yang kembali berkaca-kaca dipenuhi oleh senyuman kebahagiaan.


Perlahan Rio mulai memasukan cincin tersebut, cintcin yang melekat di jari manis Becca sangatlah cantik. Cincin berlian tersebut sungguh terlihat manis, pancaran sinar melambangkan kebahagiaan di hari mereka yang sudah tidak bisa di jelaskan.


Becca begitu terharu ketika semua yang terjadi hari ini seperti mimpi baginya. Dia tidak menyangka, bahwa jodoh sesungguhnya adalah teman masa kuliahnya, bukan orang yang selama ini menjadi cinta pertama (Gala)..


Isak tangis bahagia mulai memenuhi gedung, di mana semua orang bisa merasakan getaran hati kebahagiaan yang mereka pancarkan. Tidak lupa, Becca juga memasangkan cincin di jari manis sang suami sebagai bukti kalau Rio sudah menjadi miliknya.


Setelah semuanya selesai dilakukan, sang pendeta langsung meresmikan status mereka dari duda-janda menjadi suami-istri yang sah. Lagi-lagi sorakan kebahagiaan semua orang terdengar nyaring di seluruh gedung. Yola begitu antusias, karena sekarang Becca sudah menjadi ibu sambung untuk selamanya.


Satu teriakan dari seseorang yang menginginkan Rio mencium bibir Becca, membuat yang lainnya juga ikut turut serta. Semua itu sebagai bukti cinta kasih yang akan mereka mulai.


Wajah Rio juga Becca benar-benar terlihat memerah, satu permintaan itu cukup memalukan. Akan tetapi, mereka tidak bisa menolaknya lantaran itu sudah bagian dari serangkaian acara pernikahan.


"Apa kamu sudah siap untuk melewati semua lika-liku kehidupan ini bersamaku?" tanya Rio sambil memegangi rahang Becca dengan mengelus pipinya.


"Aku, siap. Kita akan hadapi semuanya bersama-sama tanpa saling meninggalkan, semoga cinta ini tumbuh untuk selamanya tanpa di kelilingi oleh duri-duri yang akan menjadi penghalang. Tidak " jawab Becca, sambil tersenyum.


Tanpa berlama-lama Rio segera mendekati wajahnya Becca, kemudian perlahan sedikit memiringkan wajahnya agar kedua bibir mereka saling menyatu dengan sentuhan lembut.

__ADS_1


Sebelum itu, Yola langsung di balikan bersama Naku. Kemudian menutup kedua matanya. Di mana Yola langsung berteriak saat pemandangan yang indah itu tidak bisa dia lihat secara bebas.


"Hyaakk ... Kakak! Lepasin mata Yola, Yola mau lihat daddy cium Buma. Akhhh ...."


"Ssstt, jangan berisik! Udah diem aja, kamu itu masih kecil, jadi jangan kepo!"


"Akhhh ... Aku mau lihat, Kakak sendiri aja lihat, 'kan?"


"Enggak, aku juga enggak lihat. Kita masih dibawah umur, jadi enggak boleh melihat pemandangan itu. Paham!"


"Ckkk, dasar kakak nyebelin!"


"Bodo amat, udah diem aja! Kalau mereka udah selesai baru kita bisa lihat lagi!"


"Ishhhh!"


Yola menginjak-injakkan kakinya di lantai sambil merengek layaknya anak kecil yang sedang kesal. Rasanya Yola ingin sekali melihat semua itu, tapi Naku malah melarangnya.


Sementara Naku juga membelakangi Altar agar tidak melihat semua itu, meskipun sesekali dia mengintip dan kembali membelakanginya membuat rasa penasaran itu benar-benar tidak nyaman. Akan tetapi, Naku juga tidak ingin melihat adegan dewasa itu, karena saat tidak sengaja melihat semua itu reaksi tubuh Naku malah menjadi merinding, seperti habis melihat hantu.


Hampir beberapa menit mereka melakukan adegan cium*an, Rio mulai melepaskannya dengan wajah keduanyanyang sudah memerah malu. Dibalik rasa malu tersebut, tersirat sebuah kebahagiaan atas bersatunya cinta mereka.


Yola yang sudah tidak sabar ingin memeluk Becca, dia langsung berlari kencang saat melihat pendeta turun dari Altar. Langkah kaki Yola benar-benar cepat, sampai akhirnya dia memeluk Becca yang berdiri di samping Rio. Jika bukan Rio yang menahan Becca, sudah dipastikan Becca akan terjatuh bersama Yola.


"Terima kasih, Buma. Buma sudah mewujudkan impian Yola, seneng banget deh, rasanya punya mommy. Yola boleh 'kan panggil Buma, mommy sama kaya Kak Naku?"


"Boleh, dong, Sayang. Buma juga 'kan udah panggilan sayang Yola, katanya artinya bunda cantik."


"Hehe ... Iya, sih, tapi Yola mau panggil mommy aja biar kaya Kak Naku. Boleh, ya, ya, ya!"


"Iya, Sayang. Boleh banget, kok. Hem, sayangnya Mommy."

__ADS_1


"Akkhhh, mommy ... Yola seneng banget, karena mommy sudah mau jadi mommy Yola. Sekali lagi terima kasih mommy, daddy!"


"Ya, Sayang. Udah ya, jangan nangis. Kita harus happy, oke?"


Yola menganggukan kepalanya sambil tersenyum. Di mana Yola mendongak menatao wajah cantik Becca yang berusaha untuk menghapus air mata putrinya. Kemudian mencium keningnya, tidak lupa Yola juga memeluk Rio sambil mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Jika Rio tidak menikah dengan Becca, pasti Yola tidak akan bisa merasakan kebahagiaan sebesar ini.


"Mom, Om. Selamat ya, kalian sudah resmi menjadi suami-istri. Semoga pernikahan ini menjadi pernikahan yang terakhir untuk kalian. Doa Naku yang terbaik buat kalian, jangan berantem-berantem lagi. Harus happy, kalau bisa harus bahagia terus setiap harinya."


Naku berdiri di hadapan Becca juga Rio yang masih memeluk Yola. Mata mereka saling melirik satu sama lain sambil mengukirkan senyuman.


"Terima kasih, Sayang. Mommy tidak tahu harus mengungkapkannya dengan apa lagi, intinya mommy bangga sama Naku, bangga banget!"


Becca memeluk Naku sangat erat, lalu dia mencium wajahnya berulang kali. Di situ air mata Naku menetes tanpa sebab, membuat Becca lagi-lagi memeluknya untuk beberapa detik.


Setelah itu, bergantian sama Rio. Dia juga ingin memeluk putranya pertama kali setelah mereka sudah menjadi keluarga.


"Terima kasih, Boy. Berkat restumu, aku bisa mendapatkan cintaku walaupun aku harus berjuang susah payah demi dirinya. Sekali lagi terima kasih," ucap Rio.


"Sama-sama, Om. Aku juga senang Om bisa menjadi suami, mommy. Tolong jaga mommy dan bahagiakan dia," jawab Naku, melepaskan pelukannya.


"Stop panggil dirku dengan sebutan Om, mulai saat ini panggil aku dengan sebutan daddy, sama seperti Yola. Bisa? Jika tidak bisa, tidak apa-apa. Aku akan menunggu saat itu. Tenang saja!"


Rio hanya bisa tersenyum, mungkin dia bisa merelakan semua ini terjadi. Hanya saja, jika untuk memanggil Rio dengan sebutan daddy itu masih sangat berat bagi Naku. Dia harus membiasakan diri terlebih dahulu, agar panggilan itu bisa terlontar dengan sendirinya tanpa paksaan.


Yola yang melihat Naku, langsung memeluknya. Naku juga membalas pelukan tersebut, sebagai bentuk bahagianya ketika mereka sudah resmi menjadi saudara.


Namun, sayangnya. Di saat semua orang sedang berbahagia atas peresmian hubungan Rio dan Becca yang baru, tiba-tiba saja seseorang yang baru datang akibat keterlambatannya mampu membuat senyuman semua orang menghilang begitu saja.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2