Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Perjodohan


__ADS_3

"Berhubung Joey bisa menjaga Yola, serta memberikan pengertian sebaik itu. Bagaimana kalau kita jodohkan saja mereka, tetapi kembali lagi pada pilahan mereka di masa yang akan datang. Kalau cocok berarti mereka akan berjodoh sebagai padangan, jika tidak mereka hanya berjodoh sebagai teman. Gimana?"


"Kita tidak perlu memaksa mereka, biarkan semuanya mengalir seperti air di sungai. Perjodohan yang dilakukan bukan berarti paksaan agar mereka kelak bisa bersama. Anggaplah perjodohan ini untuk mereka supaya bisa menjaga satu sama lain, terlebih Joey audah cukup besar mendapatkan tanggung jawab ini. Lain cerita sama Yola yang belum mengerti apa-apa sama sekali."


"Tenang aja, perjodohan ini sama halnya seperti persahabatan yang mereka bina. Tapi, semua kembali lagi sama pendapat kalian masing-masing. Aku tidak akan memaksakan kehendak, kalau memang kalian punya pendapat sendiri. Aku hanya isang saja, siapa tahu mereka adalah sepasang insan yang sudah Tuhan kirim dengan semua kekurangan satu sama lain untuk menjadi pelengkap."


Perkataan yang keluar dari mulut Rio sungguh mengejutkan semua pihak, baik dari dirinya atau Joey. Mungkin mereka semua bisa mengerti ke mana arah pembicaraan Rio saat ini, beda sama Yola yang terlihat bingung sama penjelasan sang daddy.


"Perjodohan? Perjodohan itu apa, Dad? Emangnya Yola sama Kak Joey harus melakukan itu dulu supaya bisa sama-sama terus, iya? Kalau memang begitu Yola mau, Yola ikut apa kata Daddy aja. Terpenting Yola bisa dekat selalu sama Kak Joey, asalkan Kak Naku tidak selalu memarahinya!"


Jawaban luar biasa dari Yola. Semua tidak menduga, kepolosan Yola malah seolah-olah mempermudah jalan Rio untuk melakukan semua itu. Meskipun, terbilang salah menjodohkan anak di bawah umur. Akan tetapi, tetap saja semua ini bukan perjodohan yang dipaksakan karena penekanan atau desakan.


Rio melakukan ini demi kebaikan Joey agar tidak lagi mendapat larangan untuk mendekati Yola, begitu juga sebaliknya. Tahu sendiri bukan, bagaimana posesifnya Naku pada sang adik hingga membuat Joey sering kali tersakiti atas perkataan yang Naku ucapkan.


"Hem, boleh, tuh. Aku setuju kalau mereka melakukan itu, siapa tahu dengan jalan itu membuat hubungan kekeluargaan kita semakin erat. Aku malah senang jika memang nantinya Yola bisa menjadi bagian dari keluarga kami, ya, 'kan, Mih?" tanya Ragil diangguki oleh sang istri sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Ya, benar, Tuan Rio. Awalnya saya juga sudah pernah bilang begitu sama suami saya, cuman dia tidak ingin merusak hubungan kita yang sudah seperti keluarga ini. Suami saya takut jika perjodohan yang akan kami berikan bisa membuat kalian syok, lalu menolaknya. Sehingga hubungan baik yang baru kita bina sedikit renggang atas kesalahan ucapan kami. Namun,pada akhirnya Tuan Rio sendiri yang mengatakannya. Sungguh, saya senang sekali mendengar semua ini."


Semangat yang Rani keluarkan membuat Ragil dan Rio tersenyum lebar. Keempat orang sudah setuju atas ide jahil yang Rio berikan. Kini, hanya tinggal Becca, Naku, dan Joeu yang belum memberikan komentar apa-apa. Mereka masih dalam keadaan syok sehingga bibirnya masing terkunci rapat.


"Gimana, Sayang? Apa kamu setuju, atau ada pendapat lain?" tanya Rio secara lembut menatap istri tercinta yang sedang tiduran tepat di samping Yola.


"Ya, aku setuju aja. Tidak ada masalah, cuman aku hanya khawatir sedikit. Apakah yang kita lakukan ini baik? Apa nanti tidak ada efek yang buruk bagi kedua mental anak kita? Terus, Naku?"


Beberapa pertanyaan itu membuat Becca sedikit ragu untuk melangkah mengikuti mereka. Becca sangat paham, bagaimana isi hati Naku saat ini. Wajahnya benar-benar syok ketika Rio mengatakan semua itu.


"Naku tidak setuju, Dad. Maaf, jika Naku harus membantah semua ini. Perjodohan yang dilakukan tepat diusia muda adalah suatu kesalahan besar bagi setiap orang tua. Dengan kalian mengikat anak-anak kalian seperti itu, membuat mereka tidak akan leluasa menjalani kehidupannya."


"Naku paham, apa yang Daddy katakan itu hanya sebagai pormalitas atau status yang membuat mereka terikat sementara untuk saling menjaga satu sama lain. Cuman ini juga tetap salah, Dad. Fokus anak-anak saat ini hanya sekedar belajar, memperbanyak pengetahuan, juga membentuk karakter agar anak bisa tumbuh menjadi orang yang bermanfaat. Kalau kalian menanamkan semua itu kepada mereka yang masih sangat dibawah umur, sama saja kalian ingin merusak masa depan anak kalian sendiri."


"Maaf, jika ada perkataan Naku yang kurang berkenan di dalam hati kalian semua. Hanya saja, jujur. Naku tidak menyukai ide konyol ini, Yola dan Joey adalah generasi muda yang seharusnya bisa menjadi lebih baik lagi untuk menjadi contoh baik bagi generasi yang baru. Jika mereka sekedar berteman, bersahabat, Naku tidak keberatan. Naku akan mencoba untuk membuang ego Naku demi kebaikan mereka. Namun, kalau soal perjodohan. Maaf, Naku tidak bisa menerimanya."

__ADS_1


"Semua kambali lagi kepada kalian, apalagi Yola adalah anak Daddy sepenuhnya. Jadi, Daddy yang berhak menentukan. Setidaknya Naku telah memberikan pendapat sesuai sama apa yang Naku ingin sampaikan. Naku tidak ingin perjodohan ini membuat Yola dan Joey kelak akan saling menyakiti. Naku tidak bisa melihat Yola merasakan patah hati hanya karena harapan yang orang tuanya berikan sejak kecil atas perjodohan ini tidak sesuai dengan masa depan mereka. Daddy pasti paham semua itu, jadi ... Terserah, bagaimana baiknya keputusan dari kalian semua."


Mereka semua tidak bisa berkata apa-apa lagi saat mendengar penjelasan dari Naku. Komentar yang begitu panjang dengan isian sangat berbobot kembali membuat para orang tua berpikir ulang.


Becca hanya tersenyum, ternyata anaknya bisa berpikir sejauh itu melebihi orang dewasa. Ya, memang terkadang Becca bingung kenapa anaknya itu bisa memiliki sifat yang cukup mengejutkan. Sebentar-sebentar Naku bisa menjadi orang paling menyebalkan sedunia, ataupun orang yang benar-benar posesif mengalahkan keposesifan para pasangan normal.


Namun, jika lagi benar ya, seperti inilah. Naku bisa menjadi anak kecil, anak remaja atau orang dewasa sekali pun sesuai sama keadaan yang sedang dihadapinya.


Naku berjalan perlahan mendekati ranjang Becca yang berlawanan sama Yola dan Joey yang lagi duduk di samping Becca. Senyuman kebanggaan terukir jelas disudut bibir sang mommy tanpa bisa berkata apa-apa lagi ketika menatap sang anak.


Rio, Ragil, dan Rani saling bertatap-tatapan satu sama lain secara bergantian. Pikiran mereka mulai terbuka setelah mendengar masukan demi masukan dari anak yang usianya jauh sekali di bawah mereka.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2