
"Ehh, Na-naku sayang hehe ... Ka-kamu belum tidur, Nak?" tanya Becca, cengengesan.
"Ke- ke .. Na-na .. Napa mu- mulut Dad- Daddy di tu-tutup?" tanya balik, Naku. Suaranya terdengan sangat pelan dan terbata-bata menahan rasa sakit di tenggorokannya.
"Ahaa hehe ... I-itu Dad-daddymu sedang menguap. Ehh, lupa di tutup. Jadi ya sudah Mommy aja yang tutup mulutnya. Ya 'kan, Dad?"
Becca tersenyum menatap anaknya, lalu menatap tajam penuh penekanan kepada suaminya. Semua itu agar Gala tidak berkata macam-macam pada anaknya.
"Menguap dari mana coba? Mommymu aja yang berniat ingin membu*nuh Daddy, jelas-jelas Daddy lagi mau ci--"
Belum selesai mengatakan apa yang ingin Gala katakan, mulutnya kembali di bungkam oleh Becca.
"Nahkan, Daddymu udah mulai ngelantur. Udah kamu tidur aja ya, kayanya Mommy harus membawa Daddymu ke dokter. Sepertinya otak Daddymu ke geser. Sebentar ya, kamu tidur aja istirahat. Dahhh ...."
Becca langsung membawa suaminya untuk segera meninggalkan ruangan Naku. Di depan ruangan lagi-lagi Becca memarahi suaminya sambil menjewer kupingnya.
Gala yang merasa lucu hanya bisa tertawa serta sedikit meringis kesakitan akibat kupingnya menjadi sasaran empuk istrinya.
Sementara di dalam kamar, Naku merasa bingung dan aneh melihat tingkah kedua orang tuanya yang sangat random, segera kembali tertidur. Apa lagi kondisi kepala yang masih terasa pusing, serta tenggorokan yang masih begitu sakit.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Keesokan harinya, tepat pukul 8 pagi. Naku sudah terbangun dari tidurnya. Gala pun telah berangkat pagi-pagi sekali untuk pulang ke rumah mengganti baju dan berangkat kerja.
Sementara Becca, dia harus bolak-balik mengurus berkas Naku yang belum masuk sekalian menebus obat yang harus Naku konsumsi setiap harinya.
__ADS_1
Di saat Naku lagi mencoba untuk makan sendiri saraoannya secara perlahan, tiba-tiba dia di kejutkan oleh seseorang yanv masuk ke dalam kamarnya dalam keadaan tergesa-gesa.
Dia naik ke atas bangkar Naku dan menutupi seluruh tubuhnya, tidak lupa dia menitipkan pesan pada Naku yang semakin membuatnya kesal.
"Nanti kalau ada yang mencariku bilang saja, aku tidak ada di sini. Please, aku mohon!" ucapnya sambil menyatukan kedua tangannya, lalu menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Setelah tidak mendapatkan jawaban apapun dari Naku, dia kembali bersembunyi di dalam selimut tubuhnya yang menutupi ujung kaki sampai batas perut Naku.
Untung Naku menggunakan celana panjang, jika tidak sudah bisa di pastikan dia akan menendang orang itu hingga mental ke ujung tembok. Tidak peduli dia wanita atau pria, karena jelas-jelas dia sudah sangat lancang kepada Naku.
Hati Naku benar-benar di selimuti emosi, ketika ada seseorang yang tanpa permisi langsung memasuki kamarnya dan juga tidur di sebelahnya.
Namun, apa daya. Hari ini Naku sama sekali tidak bisa mengeluarkan suaranya, tidak seperti semalam yang bisa sedikit demi sedikit berbicara. Mungkin, karena Naku memaksanya membuat pita suaranya semakin terluka.
"*Ta-tapi tunggu, tadi dia bilang kalau ada yang mencarinya gua harus kasih tahu kalau dia tidak ada disini. Itu artinya dia lagi dalam bahaya?"
"Hyakk, apa-apaan sih. Kenapa gua malah khawatir dengan nasipnya, arrghh .... Bodo amatlah, mau dia bahaya kek atau enggak kek bukan urusan gua*!"
Suara hati Naku terdengar sangat jelas,
ekspresi wajahnya pun terlihat layaknya orang yang sedang menahan amarah.
Du saat Naku sudah menaruh makanannya di meja kecil samping sisi kanannya, kemudian ingin membuka selimutnya, tetapi tidak jadi.
Semua karena Naku melihat pintu ruangannya di masuki oleh seorang pria yang tinggi, muda, tampan dan juga terlihat begitu gagah.
__ADS_1
"Permisi, Tuan. Apakah anda melihat ada anak wanita masuk ke ruangan ini? Ciri-cirinya anak itu berusia 10 tahun, cantik, imut, putih, mulus, rambutnya panjang berwarna sedikit kecoklatan, tingginya kurang lebih 155 cm dan beratnya kurang lebih 40 kg. Apakah Tuan tahu?"
Pria itu menjelaskan kepada Naku secara detail mengenai wanita yang saat ini bersembunyi di balik selimutnya.
"Njir detail sekali dia memberikan ciri-ciri wanita ini, apa jangan-jangan dia Ayahnya? Kalau benar, kenapa gadis ini kabur? Mencurigakan*!"
"Atau apa yang tadi gua katakan benar adanya, bila wanita ini memang orang gila yang ingin mencoba kabur dari rumah sakit ini?"
"Aishh ... Dasar Naku boddoh, mana mungkin dia pasien rumah sakit di sini. Sedangkan ini aja rumah sakit khusus orang sakit, bukan orang gila. Dasar otak*!"
Naku menggerutuki pikirannya sendiri, sebab dia merasa bila wanita ini adalah wanita gila. Akan tetapi cara berpakaian dan juga nada berbicaranya malah terdengar normal.
Naku yang kebanyakan diam, membuat pria itu langsung meninggalkan ruangan dan menutupnya sedikit kencang.
Wajah pria itu terlihat sekali seperti orang yang sedang marah kepada wanita yang saat ini ada di dalam selimut. Setelah kepergiannya, Naku hanya bisa mendengus kesal dan langsung refleks membuka selimutnya secara paksa.
Namun, apa yang terjadi? Wajah Naku terlihat sangat terkejut ketika melihat aksi dari wanita itu. Dia tidak menyangka kalau wanita itu, malah mencari kesempatan di balik kesempitan.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1