
Betapa syoknya Yola saat dia mengetahui jika wanita yang bersama daddynya adalah Becca. Itu artinya Yola sudah menghina Becca begitu kasar.
Rio dan Naku hanya bisa mepertawakan Becca ketika melihat reaksinya langsung berubah. Jelas-jelas niat ingin mengerjai Yola, kini malah Becca yang terkena batunya. Becca mengira Yola akan merengek seperti anak kecil pada umumnya, tetapi semua diluar dugaan.
Yola yang sudah mulai tumbuh menjadi gadis kecil telah menunjukkan taringnya untuk membela orang yang dia sayangi. Keberanian yang Yola miliki sangatlah bagus, hanya saja ketika Yola tidak suka sama seseorang yang dianggap berbahaya untuk orang-orang yang disayangi pasti kata-kata pedas akan keluar begitu saja.
Jangankan Becca, Rio sendiri juga terkejut atas sikap Yola yang tidak seperti apa yang dia ketahui selama ini. Ibaratkan, ini sifat yang Rio baru tahu ternyata Yola tidak hanya sekedar menyayangi keluarga melainkan dia juga membelanya.
[Bu-buma? A-apa su-suara cewek tadi itu, Buma?] tanya Yola. Wajahnya terlihat gugup, bahkan sedikit takut jika Becca akan memarahinya.
[Ya, itu, Buma. Siulet bulu yang sangat gatal!] seru Becca, menunjukkan wajah tidak suka atas apa yang Yola lakukan.
[Ma-maafkan Yola, Buma. Yo-yola salah, Yola sudah buat Buma terluka atas ucapan Yola. Sekali lagi maafin Yola, Yola tidak sengaja. Yola kirain itu cewek yang gatel mau rebut daddy dari Buma, Yola tidak ingin semua itu terjadi. Bagi Yola, daddy hanya milik Buma sama dengan Buma yang hanya milik daddy. Kalau sampai ada yang macem-macem sama daddy atau Buma, Yola tidak akan tinggal diam. Kak Naku saja bisa melindungi kalian, masa Yola tidak bisa. Yola memang wanita, tapi Yola juga sama kaya Kak Naku. Yola anak yang kuat, jadi harus bisa menjaga kalian apapun caranya.]
Niat ingin mengeluarkan kekesalan yang Becca rasakan, semua itu malah diurungkan kembali olehnya. Entah kenapa kata-kata Yola berhasil meluluhkan hatinya. Bukan hanya Becca, Rio juga Naku juga merasa bangga atas apa yang diucapkan oleh Yola.
__ADS_1
Persaingan antara Yola juga Naku yang ingin melindungi keluarganya, itu jauh lebih baik dari pada persaingan merebutkan kasih sayang orang tua mereka yang jatuhnya memiliki sifat iri ataupun dengki.
Becca terdiam, lalu mengukirkan senyuman kecil untuk Yola. Kemudian melirik wajah Rio sekilas dan kembali menatap layar ponselnya. Becca tidak tahu harus berkata apa lagi selain tersenyum seakan mulutnya telah terkunci rapat oleh sebuah lem perekat, supaya tidak bisa mengatakan sesuatu yang membuat Yola merasa sedih.
"Eleehh, bisa-bisanya mau nyaingin aku. Kau itu wanita, jadi enggak usah sok kuat seperti pria. Jatuh masih sering nangis aja, belagu mau bela keluarga. Huhh, dasar wanita!"
Sindiran yang Naku lakukan untuk Yola, membuat Becca spontan melirik tajam kearah putranya dan berkata, "Apa yang kamu katakan barusan? Kamu kira hanya pria yang kuat, sedangkan wanita tidak bisa karena dia cengeng, gitu?"
"Ya, jelaslah. Wanita jatuh dikit nangis, putus cinta nangis, apa-apa nangis. Beda sama pria yang jarang sekali nangis. Jadi, apa itu tidak termasuk lemah? Toh, wanita hanya bisanya berpura-pura kuat, pada dasarnya semua itu cuman omong kosong!"
Becca tersenyum mendengar perkataan yang Naku ucapkan barusan. Naku mengucapkan semua itu tanpan di sadari, lantaran spontan begitu saja keluar dari mulutnya. Naku sangat percaya sama apa yang dia ucapkan, tapi dia tidak tahu dibalik semua itu wanitalah yang paling kuat dari pada pria.
"Ya, memang apa yang kamu katakan sebagian benar jika pria lebih dominan kuat dari pada seorang wanita. Akan tetapi, itu hanya dari segi fisiknya, bukan dari pengorbanannya. Mungkin kamu bisa berbicara begitu, karena kamu melihat kalau pria jarang sekali mengeluh atau menangis seperti wanita. Namun, dibalik kuatnya pria, dia adalah sosok yang sangat egois. Kenapa bisa dikatakan egois, sebab pria tidak bisa mengakui kalau pengorbanan wanita jauh lebih besar darinya."
"Tidak hanya kamu, banyak pria di luaran sana yang mengatakan dirinya jauh lebih kuat dari pada wanita. Nyatanya pria hanya merasakan sakit 1 kali seumur hidup, yaitu ketika di sunat. Namun, wanita akan merasakan sakit seumur hidupnya dengan mengalami men*struasi setiap bulannya sebelum menopouse. Belum lagi ketika wanita melahirkan, semua tulang rusuk seperti patah secara bersamaan itu menurut penelitian. Kembali lagi, jika pria yang kamu anggap kuat apakah dia bisa menerima rasa sakit itu?"
__ADS_1
"Oh, tentu tidak. Hanya dalam hitungan menit pria akan langsung menyerah, sebab rasa sakit yang di rasakan wanita merupakan kekuatan yang sesungguhnya. Dia rela bertaruhkan nyawanya demi melahirkan anak dari prianya, tapi pria akan berpikir 2 kali untuk memberikan jantungnya kepada sang anak. Makannya kenapa kita sebagai pria harus menghargai perasaan wanita, karena ketika wanita lahir sudah merasakan sakit saat di tindik, beranjak dewasa men*struasi, setelah dewasa melahirkan. Sementara pria, sejak kecil hanya merasakan sakitnya di sunat dan itu hanya sekali. Itu pun kalau orang kita, tapi orang luar jarang sekali yang di sunat bahkan hampir tidak melakukannya."
"Lantas apa kamu masih ingin menganggap wanita itu lemah? Setelah kamu tahu semua ini, hem? Untuk itu, Om ingin mengingatkan sama kamu. Kita memang seorang pria yang kuat, tapi tidak boleh juga melupakan jika wanita pun bisa kuat. Hanya saja ada yang membedakan, yaitu pria kuat karena fisiknya dan wanita kuat karena pengorbanannya. Jadi, Om minta sama kamu untuk meminta maaf sama mommymu atas kata-katamu yang kuat baik. Setelah ini kamu harus bisa lebih menghargai wanita, dan jangan pernah membandingkannya. Bisa?"
Semua terdiam membisu saat mendengarkan penjelasan yang Rio katakan pada Naku. Walaupun Rio tahu Naku salah, dia tetap berusaha untuk memberitahukannya dengan cara yang lebih baik. Sehingga Naku langsung paham, jika apa yang dia lakukan adalah kesalahan besar.
Ternyata bercanda juga ada porsinya tersendiri, tidak bisa semua bisa dibercandakan. Apa lagi kalau sampai candaannya bisa melukai hati seseorang, sudah dipastikan itu bukan candaan lagi, melainkan hinaan yang dibungkus oleh kata canda.
Dari ini Naku paham, kenapa Rio begitu keras menjaga perasaan Becca bahkan dia rela menangis hanya untuk mempertahankan hubungannya. Betapa beruntungnya Naku, dia bisa belajar banyak mengenai cinta kasih juga kebaikan hatinya.
Tidak hanya Naku, Becca juga beruntung dicintai sebaik itu oleh pria yang sama sekali tidak ada di dalam bayangannya. Yola yang mendengar perkataan Rio, hanya bisa terdiam akibat dia masih belum sepenuhnya mengerti apa yang disampaikannya. Akan tetapi, dia paham sedikit demi sedikit kalau ternyata pria dan wanita sama-sama kuat tidak ada yang boleh sombong. Semua sudah ada porsinya masing-masing agar tidak saling menyalahkan.
.......
.......
__ADS_1
.......
...💜💜>Bersambung<💜💜...