
"Alo Tante Becak ndak mau di anggil Buma ndak apa-apa. Yola anggil Tan--"
"E-enggak kok, aku cuman kaget aja tadi. Kalau memang Yola mau panggil Tante dengan sebutan Buma. Tante gapapa, Tante tidak keberatan. Asalkan Yola bisa senyum terus dan enggak boleh sedih-sedih lagi. Oke?"
Setelah mendengar jawaban dari Becca, wajah sedih Yola seketika berubah menjadi bahagia. Senyum lebar yang tidak pernah Rio lihat, kini terukir sangat jelas.
"Benelan, Yola boyeh angil Buma?" ucap Yola, langsung di angguki oleh Becca sambil tersenyum.
Untuk pertama kali Rio bisa melihat senyuman berbeda dari wajah anaknya. Yola terlihat begitu bahagia, hanya karena dia bisa memanggil Becca dengan panggilan yang dia berikan sendiri.
Sorak kesenangan terdengar sangat menggelegar di rumah yang terlihat sepi, tetapi jarang sekali terdengar suara kebahagiaan seperti ini.
"Holee ... Yola unya Buma, acik-acik hihi ... Yola ceneng deh bica tenal cama Buma. Anti kita alan-alan ya Buma, Buma mau tan alan-alan cama Yola?"
"Oh, mau dong. Nanti kalau Buma ada waktu kita jalan-jalan ya ...."
"Yeeyy ... Acik, Yola bica alan-alan cama Buma. Anti Yola mau poto-poto cama Buma bial anti Yola bica acih tahu ke temen Yola. Alo Yola uga punya Buma, Bumana antik banget agi aya bidadali. Pasti anti meleka ndak ledek-ledek Yola agi, alo Yola udah unya Buma."
Celoteh Yola yang terdengar sangat memilukan membuat Becca benar-benar tidak kuat rasanya. Dia harus melihat bagaimana Yola tumbuh tanpa seorang Ibu di sampingnya, sementara teman-temannya semua memiliki keluarga yang sangat lengkap.
Pikiran Becca kembali tertuju kepada Naku, dia membayangkan bagaimana nasib Naku nanti, ketika harus menghadapi perpisahan antara kedua orang tuanya.
__ADS_1
Kemungkinan besar apa yang di rasakan oleh Yola, akan di rasakan juga sama Naku. Bedanya Yola tidak bisa bertemu dengan Ibunya, sedangkan Naku meskipun sudah pisah dengan Gala. Dia masih tetap bisa bertemu kapanpun mereka inginkan.
Namun, Rio yang baru tahu tentang anaknya mendapat bullyan dari teman-temannya, merasa sangat terkejut. Jantungnya kian berdebar tidak karuan, saat mendengar putri kesayangannya menjadi bullyan teman-temannya.
Selama ini, Rio mengenal Yola sebagai anak yang tidak pernah mengatakan semua itu, baru kali ini dia langsung mendengarnya dari mulut Yola sendiri.
"Yola kenapa tidak bilang sama Daddy, kalau Yola mendapatkan perlakuan tidak baik dari teman-teman?"
"Setiap hati Daddy selalu nanya sama Yola, bukan? Bagaimana Yola di sekolah, Yola makan apa dan sebagainya. Yola bilang seru, di sekolah Yola baik-baik aja. Terus kenapa Daddy dengar kalau Yola di ledeki oleh teman-teman Yola sendiri?"
Wajah kekhawatiran Rio memang tidak bisa di bohongi. Dia takut sekali, jika dari perkataan teman-temannya bisa menghambat tumbuh kembang Yola yang masih sangat jauh.
Yola hanya bisa menundukkan kepalanya, dia tahu kalau dia salah sudah merahasiakannya dari Rio. Akan tetapi, rahasia yang Yola sembunyikan malah terbongkar dengan sendirinya akibat mulutnya yang keceplosan.
Becca mencoba untuk menenangkan Rio, sebab dia sangat tahu betapa sayangnya Rio kepada Yola. Sehingga akan ada perasaan kesal yang dia rasakan, ketika anaknya mendapatkan prilaku tidak baik dari teman-temannya.
Mata Yola mulai berkaca-kaca, dia sangat takut bila Rio akan memarahinya saat dia tidak bisa jujur atas semua yang dia rasakan.
Becca mengusap punggung Rio sambil mengangguk untuk mengajaknya duduk, bertujuan supaya emosi di dalam dirinya tidak sampai membuat Yola yang terbilang masih kecil malah menjadi ketakutan.
Dan, benar saja. Saat mereka duduk, Yola langsung berlari memeluk Becca sambil menangis. Becca pun membalas pelukan Yola, lalu membawanya ke dalam pangkuannya.
__ADS_1
Becca tahu bila Yola memang sudah sangat banyak mendapatkan kasih sayang seorang Ayah. Akan tetapi, semua itu tidak cukup sebelum dia mendapatkan kasih sayang seorang Ibu.
Entah mengapa Rio yang melihat Yola begitu dekat sama Becca, membuatnya sedikit bingung. Yola yang selama ini Rio ketahui, adalah tipikal anak yang tidak mudah mengenal orang luar. Dia akan merasa kurang nyaman bila berada di dekat orang yang sangat asing untuknya.
Kali ini benar-benar berbeda. Becca yang paham banget sama tatapan mata Rio, hanya bisa memberikan kode tangan. Agar dia mencoba untuk tetap tenang, sampai isak tangis Yola mulai berhenti.
Beberapa menit Becca mencoba berusaha menenangkan Yola, pada akhirnya Yola pun berhasil terdiam. Hanya saja, lirikan matanya terhadap Rio masih di penuhi oleh rasa takut.
Becca yanh telah menjadi seorang Ibu, sangat tahu bagaimana cara mengambil hati anak seusia Yola. Karena dari tatapan Rio, dia sangat ingin sekali mengetahui apa yang anaknya alami.
"Yola cantik, Buma boleh nanya?" ucap Becca, membenarkan anakan rambut Yola yang menutupi wajahnya.
"Na-naya apa, Bu-buma?" jawab Yola, terbata-bata.
"Buma mau nanya, Yola jawab jujur ya. Nanti kalau Yola bisa jawab jujur, kita jalan-jalan hari ini. Gimana, mau?"
Becca menawarkan tawaran yang sangat menarik, sehingga Yola yang awalnya menunduk langsung mendongak menatapnya dengan wajah sedikit sembab.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung