Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Hadiah Dari Becca


__ADS_3

Mereka semua terdiam mendengar semua kemarahan Becca. Rio hanya sesekali menasihati kedua anaknya agar tidak lagi bertengkar. Berhubung usia sudah sama-sama cukup dewasa, mereka berdua harus mengerti kalau kasih sayang tidak selamanya bisa diungkapkan dengan keributan.


Semakin sering mereka ribut, maka akan semakin sulit membuat mereka bisa akur kembali. Becca dan Rio hanya takut, jika pertengkaran yang bisa terjadi pada anak didiamkan itu akan berakibat fatal ketika mulai menuju usia dewasa.


"Udah, Sayang. Duduklah! Tidak baik emosi seperti itu, kasihan kesehatanmu nanti bisa terganggu. Kita bicarakan pelan-pelan ya!" titah Rio menarik sedikit tangan Becca agar kembali duduk.


"Huhhh ...." Becca menghembuskan napas sangat panjang, lalu duduk dalam keadaan melirik ke arah anaknya yang masih pada tertunduk.


"Ayo, minta maaf sama Mommy kalian. Berjanjilah agar tidak mengulanginya kembali, kalian sudah cukup dewasa jadi bersikapkan seperti umur kalian bukan lagi anak kecil. Paham?"


Perkataan Rio diangguki oleh anak-anak secara bersamaan. Kemudian Yola dan Naku mengangkat kepalanya secara perlahan untuk menatap wajah Becca yang terlihat datar.


Demi mempermudah mereka meminta maaf, Rio langsung merubah posisi yang jadinya ada diantara Becca dan Naku, kini berubah menjadi di samping Naku sambil sedikit menyandar ke pinggiran sofa guna memantau anak-anak yang lagi berusaha meminta maaf.


"Mo-mom, ma-maafin Naku, Naku tidak bermaksud untuk bertengkar sama Yola. Cuman, gimana? Yola, ngeselin banget terus juga kalau lagi marah wajahnya lucu. Jadi, ya, Naku iseng aja mancing emosinya. Sekali lagi maafin Naku, janji deh, gak akan ulangin lagi. Naku akan bersikap lebih dewasa lagi untuk menjaga Yola dan memperlakukannya penuh kasih sayang seorang kakak pada adiknya."


Lirikan mata Yola yang kesal atas jawaban Naku membuat Rio memberikan kode mata pada Yola, dengan tujuan untuk menyudahi semua itu sebelum Becca mengetahuinya.


Naku memegang tangan kanan Becca sambil terus memohon ampuman membuat Yola pun mengikutinya. Dia langsung meminta maaf seperti Naku sesekali memasang wajah sedih demi mendapatkan belas kasihan dari aang mommy.


"Mo-mommy, maafin Yola, ya. Yola enggak ada maksud buat ngeledekin Kakak, habisnya kesombongan yang Kakak miliki begitu menyebalkan. Apa lagi kalau udah cuek, behh ... Bikin Yola gemas ingin mencakar wajahnya, tapi sayang kalau wajah Kakak nanti gak tampan lagi bisa-bisa gak ada yang mau sama Kakak. Jadi, Yola minta maaf ya, Mom. Yola janji, akan baikan sama Kakak gak berantem.lagi, cuman dikit boleh, 'kan?"


Entah, niat Yola meminta maaf sama Becca memang benar-benar menyadari kesalahannya atau sedang menyindir sang kakak yang sempat memulai lebih dulu. Lagi-lagi Rio menggelengkan kepala sekilas melihat sikap Yola, kemudoan mengelus dada agar tetap bisa bersabar menghadapi kedua bocah tersebut.


Ingin rasanya Naku membalas perkataan Yola, tetapi memilih diam sesekali melirik sinis. Sama seperti Yola, seakan-akan perseteruan mereka belum saatnya selesai. Tidak ada cara lain selain Becca memeluk kedua anaknya sambil tersenyum.


"Maafin Mommy, ya. Tadi, Mommy udah marah-marah, habisnya kalian sih, udah akhh, sekarang kalian gak boleh berantem lagi. Oke?"

__ADS_1


"Mommy bikin hadiah ini bukan cuman buat Yola dan Kakak, tapi juga buat Daddy. Jadi, kalian harus saling berbagi. Tidak boleh lagi ada yang berantem, bisa?"


Mereka bertiga saling menatap satu sama lain, lalu menganggukan kepalanya lantaran sudah sangat penasaran atas hadiah tersebut.


"Emang hadiahnya apa, Mom?" tanya Yola, bingung.


Becca melepaskan pelukannya lalu memegang kotak tersebut menggunakan kedua tangannya, "Ini adalah ... Rahasia, hihi ...."


"Haisshh, Mommy!" seru Yola cemberut membuat Becca terkekeh.


"Kotak itu kecil, apa bisa dibagi buat tiga orang, Mom?" tanya Naku, disela-sela tawa sang mommy.


"Tentu dong, Mommy sudah menyiapkan semua ini. Jadi, kalian harus buka bersama-sama. Ayo, sini!"


Becca berdiri dari sofa, kemudian duduk di lantai beralasan karpet berbulu halus dekat depan layar besar. Mereka semua mengikuti Becca hingga duduk membentuk secaman lingkaran. Di mana Rio dan Naku duduk di samping Becca sedikit menyerong, sedangkan Yola duduk tepat di depan berhadapan dengan Becca.


Wajah mereka begitu penasaran dengan kotak yang ada digenggaman Becca, tanpa berlama-lama kotak itu ditaruh di tengah mereka. Becca meminta mereka untuk membuka kotak tersebut secara bersama-sama sesuai aba-abanya.


Mereka semua menganggukan kepalanya membuat Becca tersenyum lalu menarik napasnya perlahan. Setelah itu, Becca mulai berhitung sesuai aba-abanya sendiri.


Satu ...


Dua ...


Ti ... Gaa ...


Mereka langsung membuka korak tersebut bersama-sama. Di saat kotak sudah terbuka lebar, Rio terkejut bukan main. Matanya membola besar saat melihat isi yang ada di dalamnya, berbeda sama anak-anak yang hanya terdiam mematung karena tidak mengerti apa maksud dari hadiah itu.

__ADS_1



Sebuah kotak yang sengaja di desain sederhana oleh Becca membuat Rio benar-benar terharu saat membaca tulisan tersebut. Air mata Rio mulai berlinang saat melihat sebuah benda kecil yang ada di dalamnya dengan simbol garis dua.


Sepatu kecil berwarna merah yang terlihat lucu berhasil menarik perhatian Yola. Perlahan tangannya mulai mengambil sepatu tersebut dan melihatnya dari jarak dekat.


"Wa-waw, se-sepatunya lucu banget, Mom. Imut lagi, sama kaya Yola hihi ... Tapi, ini sepatu siapa? Kenapa kecil banget, bahkan ukuran di kaki Yola aja enggak muat. Lihat!"


Yola mulai membandingkan sepatu kecil itu ke arah telapak kakinya hingga membuat Becca terkekeh bukan main. Yola memang belum mengerti tentang semua itu, tetapi Naku sudah mulai paham arti dari hadiah yang Becca berikan pada mereka.


"A-ay, i-ini beneran? Ka-kalau kamu ...." Rio menjeda perkataannya karena sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi. Becca langsung mengangguk penuh senyum bahagia, apa lagi melihat reaksi Rio yang diluar dari dugaan.


Air mata Rio perlahan menetes membuat Becca segera menghapusnya, "Sstt, enggak boleh nangis, Sayang. Harus tetap tersenyum, Daddy!"


Senyuman lebar di wajah Becca membuat Rio tidak bisa lagi membendung air mata kebahagiaannya. Dia langsung memeluk erat sang istri hingga tangisnya pecah begitu saja.


"Terima kasih, Sayang. Terima kasih, aku benar-benar sangat bahagia atas kehadiran si kecil. Sekali lagi terima kasih banyak, Sayang!"


"Sama-sama, Sayang. Aku juga senang bisa buat kamu bahagia, jangan nangis lagi ya, aku jadi ikut nangis nih," ucap Becca mengelus punggung sang suami sambil menghapus air matanya.


Melihat adegan itu berhasil membingungkan Yola. Nangisan itu malah membuat dia berpikir bahwa sang daddy sedang bersedih karena mendapatkan hadiah yang tidak sesuai sama harapannya.


Akan tetapi, kata terima kasih yang selalu diucapkan Rio kepada Becca berulang kali semakin membuat Yola bertanda tanya. Dia langsung mendekat ke arah Naku dan membisikan sesuatu tepat di telinga kirinya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2