
"Yola ingat, Daddy. Cuman kenapa Buma ndak mau jadi Mommy Yola? Apa kalena Yola nakal, Yola cengeng atau Yola celing buat Kakak malah-malah. Jadi, Buma ndak mau nikah cama Daddy?"
Pertanyaan itu terus membuat Rio dan Becca menjadi cangung terhadap satu sama lain. Apa lagi, permintaan itu sangat sulit untuk mereka wujudkan akibat trauma yang mereka miliki satu sama lain di balik rumah tangganya.
Tatapan Rio dan Becca sama-sama terlihat bingung. Meskipun tidak ada ikatan di hati mereka, tetapi perasaan yang dulu pernah hilang kini kembali muncul di hati Rio. Segera mungkin, dia berusaha keras untuk menyangkal dan menganggap semua ini hanya sekedar rasa kasihan terhadap nasib Becca yang baru saja menyelesaikan hubungannya dengan Gala.
Beberapa detik, Becca langsung melepaskan pandangan satu sama lain. Dikarenakan, dia tidak ingin membawa perasaan terhadap hubungan yang tidak seharusnya bersemi.
"Yola sayang, Buma bukannya tidak mau menjadi Mommy Yola. Buma mau kok, mau banget. Tapi, cukup Yola panggil Buma itu sudah berarti kalau Buma adalah Mommy Yola. Jadi, tidak perlu Buma harus menikah sama Daddy ya."
"Api, 'tan. Alo Buma ndak nikah cama Daddy, kita ndak bica tinggal belcama dong? Itu altina Buma beyum jadi Mommy Yola!"
"Mau sampai kapan pun, Yola sudah Buma anggap sebagai anak Buma sendiri. Mau nanti Daddy nikah sama wanita lain atau tidak, Yola tetap anak Buma sama seperti Kakak Naku."
"Ndak, Yola ndak mau Daddy nikah cama olang lain. Pokoknya Yola mau Daddy nikahnya cama Buma aja, titik!"
Yola langsung pergi begitu saja, dia mencari Naku untuk mencurahkan isi hatinya yang sangat kesal terhadap Becca dan Rio.
"Yola mau kemana!" pekik Rio.
"Kamal Kakak!" sahutnya kesal.
__ADS_1
"Sudah, biarkan saja. Dia butuh waktu, nanti pelan-pelan kita bicarakan dan kasih penjelasan yang membuatnya lebih mengerti situasi ini," ucap Becca terseyum.
"Aku minta maaf ya, semua ini gara-gara perkataanku yang tidak di sengaja. Sekali lagi maaf!"
Rio langsung duduk di samping Becca dan meminta maaf karena perkataannya yang spontan malah membawa bencana bagi mereka berdua.
Becca hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum, dia memaklumi sifat Yola yang masih belum mengerti apa pun. Sehingga dia akan bersikap egois, lantaran keinginan tidak di penuhi.
...🌟🌟🌟🌟🌟...
Di kamar Naku, Yola masuk dengan wajah yang kesal membuat Naku sendiri menjadi heran dan juga bingung. Lalu, Yola naik ke atas kasur Naku sambil melipat tangan di dada sambil mengembungkan kedua pipinya.
Naku yang baru selesai berganti baju, segera duduk di samping Yola dan menanyakan sesuatu yang membuatnya seperti ini.
"Yola cebel deh cama meleka, maca Buma ndak mau nikah cama Daddy. Alo meleka nikah tan Yola bica tinggal cama Kakak, Yola bica main cama Kakak cama Buma uga. Kenapa cih, emangnya Yola anak yang nakal ya. Jadi, Buma ndak mau punya anak aya Yola? Apa Buma udah ndak cayang lagi cama Yola?"
Beberapa pertanyaan yang sangat sulit itu berhasil mengundang sedikit rasa kesal di hati Naku. Perkataan Yola ini, seakan-akan seperti sedang memaksakan keadaan yang seharusnya tidak akan pernah terjadi.
"Sudah cukup kau meminta hal yang tidak akan pernah terjadi! Sampai kapan pun Mommyku tidak akan menikah dengan Daddymu, kamu mengerti!" pekik Naku, wajahnya terlihat datar yang membuat Yola sedikit ketakutan.
"Ke-kenapa Buma ndak boyeh nikah cama Daddy, Kak? Daddy tan bukan olang jahat, alo Daddy jahat, Yola akan hukum Daddy cetiap hali acalkan Buma mau jadi Mommy Yola," ucap Yola matanya berkaca-kaca.
__ADS_1
"Kalau gua bilang enggak, ya enggak! Lu ngerti gua enggak sih, hahh!"
Suara bentakan itu berhasil membuat Yola terkejut bukan main. Sehingga air mata Yola runtuh begitu saja, Yola langsung pergi keluar dari kamar Naku dan berlari sesuai langkahnya mengikuti kemana pun kakinya membawanya pergi.
Satu sisi, Naku tidak mengingkinkan pernikahan itu. Di sisi lain Yola begitu sedih, ketika keinginannya tidak ada satu pun orang yang berpihak padanya. Bahkan Daddynya sendiri yang selalu berpihak, kini pun juga sama-sama menolak semua itu.
Sehingga, hati Yola begitu hancur. Biasanya apa pun yang Yola inginkan selalu di turuti tanpa terkecuali. Hanya kali ini saja, dia merasa bila semuanya sudah tidak lagi sayang padanya.
Melihat kepergian Yola, hati Naku merasa bersalah karena lagi-lagi membentaknya. Akan tetapi, dia juga tidak mengharapkan semua itu terjadi. Bagi Naku, Daddynya hanyalah Gala tidak dengan yang lain. Bagaimana pun sifat Gala pada Becca, Naku tidak peduli. Setidaknya Naku hanya punya Daddy 1 dan itu tidak bisa di rubah.
Tidak ada satu orang pun yang melihat kepergian Yola, karena Becca dan Rio sedang asyik membahas tentang bisnis cake yang baru masuk orderan yang cukup banyak.
Sang perawat atau babysitter lagi membantu Bibi di dapur untuk menyiapkan makanan sambil mengobrol, lantaran mereka sama-sama kenal. Dan penjaga rumah, sedang pergi ke kamar mandi serta lupa untuk mengunci pintu pagarnya.
Sehingga, Yola pergi keluar rumah seorang diri dalam keadaan menangis. Tanpa di sengaja Naku melihat dari atas kamarnya kalau Yola berlari keluar rumah.
Perasaan Naku sangat khawatir ketika melihat bocah sekecil itu pergi dari rumah, tetapi keegoisan mencegah hatinya untuk menyusul Yola. Bayang-bayang akan ucapan Yola terus terngiang, membuat Naku semakin kesal karena Gala ingin di gantikan oleh Rio.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung