Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Kecurigaan Naku


__ADS_3

Malam hari tepat pukul 8 malam, Becca baru saja sampai di rumah, akan tetapi dia pulang sendiri menggunakan taksi. Bukan lagi bersama Rio, karena anaknya Rio selalu selalu menangis meminta untuk Daddynya segera kembali ke rumah.


Ketika Becca baru saja memasuki pintu utama, tiba-tiba dia di kejutkan oleh suara dari ruang tamu. Becca menoleh saat melewatinya dan sedikit terkejut ketika melihat suaminya sudah pulang lebih cepat, biasanya dia selalu pulang lebih larut sekita jam 10 ke atas.


Namun, entah mengapa hari ini tumben sekali Gala pulang di jam yang terbilang masih sangat sore dari pada biasanya.


"Habis dari mana seharian ini? Kenapa sama sekali tidak memberikan kabar padaku?" tanya Gala sambil mengganti canel di televisi.


"Habis jengung temen, kenapa?" tanya balik Becca.


"Biasanya juga kalau mau pergi, selalu bilan. Terus kenapa seharian ini satu chat pun tidak ada yang masuk di ponselku?"


Gala mulai berdiri perlahan, lalu bangkit dan berjalan ke arah istrinya. Matanya menatap Becca sambil kedua tangan masuk ke dalam saku celana pendeknya.


"Tumben jam segini sudah pulang, biasanya kalau belum jam 10 malam belum pulang?" ucap Becca, mengalihkan pembicaraan.


"Loh, harusnya kamu itu senang dong. Aku pulang lebih cepat, tandanya kita akan mempunyai waktu banyak untuk berdu--"


Baru saja Gala ingin merangkul pinggang istrinya, tiba-tiba Becca langsung menghindar dan berjalan begitu saja menaiki anakkan tangga.


"Aku capek, mau istirahat. Badan juga rasanya tidak enak, aku duluan!" ucap Becca yang terus berjalan menuju kamarnya, meninggalkan Gala yang masih di bawah.


"Kenapa sikap Becca beru ah begitu padaku? Apa mungkin karena dia kehujanan kali ya?"

__ADS_1


"Hem, ya sudah. Siapa tahu dia memang lelah habis bertemu sama teman-temannya. Jadi, bagaimana kalau aku buatkan teh hangat sama soup. Pasti dia suka, tapi gimana cara membuatnya? Aku saja tidak bisa masak."


"Ahhaa, bagaimana kalau aku minta tolong bibi aja buat bikin soup yang simple. Sekali-kali nyenengin istri 'kan, lagi pula setiap aku sakit Becca yang selalu merawatku. Sekarang waktunya aku yang memanjakannya."


Gala tersenyum, lalu pergi ke arah dapur untuk menemui asisten rumah tangganya. Kemudian asisten itu menjelaskan semuanya, sambil di berikan tutorial sedikit demi sedikit cara memasak soup.


Ini merupakan awal yang bagus ketika asisten rumah tangganya, melihat bila Gala sudah mulai memperhatikan istrinya.


Namun, tanpa mereka sadari. Becca yang benar-bensr merasakan sakit hati atas perlakuan suaminya, membuat dia selalu menghindari interaksi apapun dengan Gala.


Bahkan untuk menatap matanya pun Becca tidak akan kuat, sebab setiap kali Becca melihat wajahnya. Semua rasa sakit dan percakapan antara suami serta madunya kembali muncul di dalam rekaman memorinya.


Setelah membersihkan badan dan berganti baju, Becca pergi ke kamar Naku. Dimana kamarnya tidak terkunci sama sekali.


"Astaga, Mommy!" pekik Naku, segera menoleh ke arah kanan menatap wajah Becca.


"Hehe, maaf kalau kehadiran Mommy membuatmu terkejut. Mommy hanya kangen sama Naku, bolehkah malam ini Mommy tidur di sini?"


Becca melepaskan pelukannya, kemudian dia berbalik dan duduk di tepi ranjang milik Naku sambil memegang bingkai kecil yang terdapat foto mereka bertiga. Di situ usia Naku masih terbilang sangat kecil, kurang lebih umur 3 sampai 4 tahun.


Foto itu terlihat sangat indah, hingga berhasil membuat Becca kembali meneteskan air matanya dan secepat mungkin untuk menghapusnya.


Naku berusaha mematikan komputernya dan segera mendekati Becca. Dia mulai merasa curiga dengan gerak-gerik Becca yang sangat aneh.

__ADS_1


"Mommy sama Daddy baik-baik aja, 'kan?" tanya Naku duduk di samping Becca.


Mata Becca melirik anaknya dan tersenyum, lalu menaruh kembali bingkau foto kecil itu kemudian Becca malah langsung memeluk Naku sangat erat.


"Aissh, Mom. Lepasin!" ucap Naku berusaha melepaskan pelukan Becca yang semakin erat.


"Please, izinkan Mommy memeluk Naku sebentar saja, janji enggak akan lama!" ucap Becca berusaha tetap tenang, walaupun air matanya telah menetes di pipinya.


Tidak lama Naku mendengar suara yang cukup menggetarkan telinganya, tanpa basa-basi Naku segers melepaskan pelukan Becca. Matanya langsung melihat Becca yang saat ini sedang berusaha menghapus air matanya secepat mungkin dan kembali tersenyum.


"A-ada apa, Sayang? Maaf ya Mommy cengeng, habisnya Mommy--"


"Jawab Naku, sebenarnya ada apa dengan Mommy? Kenapa pulang-pulang Mommy malah menangis seperti ini!" tegas Naku, menatap tajam ke arah Becca.


Serapat apa pun Becca menyembunyikan rasa sakitnya, tetapi yang namanya ikatan batin antara Ibu dan anak memang tidak bisa di ragukan. Walau Becca mengelak, Naku tetap bisa melihat bila ada sesuatu yang besar sedang terjadi pada Mommynya.


.......


.......


.......


...***💜💜>Bersambung

__ADS_1


__ADS_2