Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Mengetahui Penyebab Berubahnya Naku


__ADS_3

Becca malah sempat beberapa kali nekat untuk menemui Rio secara diam-diam, bertujuan untuk membahas bisnis. Akan tetapi, malah berujung dengan kesenangan bersama meluangkan waktu yang membuat hari-hari mereka terasa membosankan.


Selepas perginya Naku, Becca langsung duduk kembali di kursi. Tangannya refleks memegangi dadanya ketika merasakan detak jantungnya yang tidak seperti biasanya. Hatinya pun ikut berdebar layaknya suara bas yang begitu kencang.


"Ke-kenapa jantungku berdebar tidak karuan seperti ini, ketika Naku mengatakan kalau aku ingin menikah dengan Kak Rio? Apa jangan-jangan aku udah mulai jatuh---"


"Awwshhh ... Bu-buma!"


Becca refleks menoleh ke arah samping. Di mana Yola jatuh ketika dia tidak melihat adanya tangga kecil saat memasuki ruangan makan.


Tanpa berkata apa pun, Becca segera bangkit dan berlari untuk membawa Yola ke dalam pelukannya. Lalu mendudukannya perlahan di kursi dekat meja makan.


"Ya, ampun. Sayang, kenapa kamu turun dari atas kasur, hem? Kamu itu belum sembuh loh, pasti masih pusing 'kan kepalanya. Makannya kamu jatuh begini,"


"Coba Buma lihat dulu kakinya, apa ada yang luka atau tidak? Tapi, apa ini sakit?"


Yola menggelengkan kepalanya beberapa kali, dia merasa tidak sedikit pun bagian tubuhnyanyang terluka. Lantaran, dia hanya sedikit tersandung jadi tidak sampai menimpulkan luka di tubuhnya.


"Untung tidak luka, kalau luka. Bisa-bisa Mommy di omelin Daddymu karena lalai menjaga dirimu," ucap Becca menatap Yola.


"Kalau Daddy berani marahin Buma, Yola akan hukum Daddy. Biar Daddy kapok, tidak lagi-lagi memarahi Buma," sahut Yola, membuat Becca tersenyum.


"Terima kasih, Cantik. Ohya, gimana kondisi Yola? Apa masih pusing? Sakit? Panas?" tanya Becca, sambil tangannya mengecek kening Yola.

__ADS_1


"Tidak, Buma. Yola sudah sembuh, kok. Cuman sedikit pusing sama lemes aja," jawab Yola tersenyum.


"Syukurlah, ya sudah. Buma bikinin bubur ayam, mau? Tadi Buma sudah masak ayamnya, tinggal bikin buburnya. Kalau Yola mau, tunggu sebentar ya. Buma bikinin, oke?"


"Enggak mau, Buma. Yola mau makan nasi goreng ini aja, boleh?"


"Tapi, ini sedikit pedes loh. Nanti Yola sakit perut, soalnya Yola baru sembuh,"


"Tenang aja, Buma. Yola suka pedes kok, jadi boleh ya? Please!"


"Hem, ya sudah. Buma ambilkan piring dulu ya sebentar!"


Becca berdiri lalu mengambilkan piring, garpu serta sendok untuk Yola makan. Kemudian, Becca menuangkan satu centong nasi goreng ke atas piring Yola dengan telur mata sapi dan 2 naget.


Melihat cara makan Yola yang menikmati masakannya membuat Becca terharu. Yola begitu menikmati masakan sederhana itu sampai seperti orang yang kelaparan, apa lagi Yola nambah sampai 3 centong nasi yang berukurang sedang.


Ibaratkan Yola makan, melebihi porsi Naku dan juga Becca. Itulah si gembul, di akan makan banyak kalai rasanya sesuai sama lidahnya. Maka dari itu, tubuhnya yang gembul selalu menjadi pusat perhatian akibat gemas ingin mencubit pipinya yang tembem.


Selesai makan, Becca memandikan Yola menggunakan air hangat agar dia merasa sedikit segar. Akan tetapi, itu tidak lama agar tidak membuat Yola kembali masuk angin.


Yola mengganti baju sama baju yang pada waktu itu tidak sengaja ketinggalkan, saat Yola menginap di rumah Becca setelah Naku mengizinkannya.


Tidak lupa, Becca memberikan obat untuk Yola agar rasa pusingnya segera menghilang serta vitamin untuk membuat tubuhnya kembali sehat dan bugar.

__ADS_1


...🌟🌟🌟🌟🌟...


3 hari setelah Yola kembali sembuh, Becca sudah mulai aktif sama pekerjaannya seperti biasa. Berangkat sesudah Naku berangkat sekolah dan pulang sore hari sekitar jam 5.


Namun, kali ini Becca pulang ke rumah lebih awal karena semua pekerjaannya sudah selesai dengan cepat. Akan tetapi, saat dia sampai di rumah. Becca melihat pemandangan yang sangat mengejutkan.


Di mana Becca melihat mantan suaminya sedang duduk bersama dengan anaknya sambil bermain PS bersama-sama. Canda dan tawa mereka terlihat sangat seru, tetapi itu tidak membuat Becca malah merasa tersentuh.


Becca lebih merasa kalau pemandangan yang ada di depannya itu, merupakan pemandangan di balik perubahan Naku yang sudah beberapa hari ini benar-benar menguras emosinya.


"Oh, jadi ini penyebab Naku kenapa bisa sebegitu bencinya dengan Kak Rio? Sekarang aku mengerti, ternyata diam-diam Naku membawa dia masuk ke rumah tanpa seizinku!" gumam batin Becca, tatapannya sangat tajam melihat mereka dari arah belakang sofa.


Sang pembantu rumah baru saja datang untuk mengantar minuman serta cemilan, sedikit terkejut sama kepulangan Becca yang secara tiba-tiba.


Becca memberikan aba-aba kepadanya agar tidak sampai mengatakan kalau dia sudah pulang kepada Naku atau pun Gala. Karena, Becca ingin mendengar terlebih dulu apa yang akan Gala sampaikan pada Naku. Sehingga dia berhasil mencuci keras pikiran putra kesayangannya tersebut.


Pembantu itu hanya mengikuti rencana yang Becca katakan. Sampai akhirnya Becca memantau setiap pergerakan mereka tanpa terlewatkan di posisi yang tidak akan mudah di ketahui.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2