Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Mencium Gelagat Tidak Baik


__ADS_3

Orang tersebut langsung menghampiri Rio dalam keadaan wajah yang sangat senang ketika kembali ketemu dengan kawan lamanya.


"Hai, Rio. Apa kabar?" ucapnya ketika sudah berdiri tepat di hadapan Rio sambil menjulurkan tangannya.


Rio pun seketika berdiri lalu menjabat tangan dari orang tersebut dan membalas senyuman kecil darinya, "Baik, maaf. Anda ini siapa ya?" tanyanya sambil melepaskan tangannya.


"Astaga, kamu lupa sama aku, Rio? Aku ini teman sekelasmu waktu kuliah loh. Kita pernah tukeran nomor telpon, terus kita cerita bareng kalau jam istirahat. Dan yang aku tidak pernah lupa, kamu selalu ngajak adik kelas kita untuk makan di kantin. Hem, siapa itu namanya ya? Hem, ahaa. Becca, iya. Becca yang dulu penampilannya sederhana 'kan?"


"Akhh, dasar kamu ini. Masa iya gitu aja lupa, aku aja masih ingat semuanya loh, bahkan kamu dulu pernah galau 'kan di tinggal Becca pindah. Aku tahu semua karena aku ini teman dekatmu, masa lupa. Aku Killa, teman sekelasmu yang paling cantik, imut juga baik."


Killa, wanita yang sama sekali tidak Rio ketahui. Bahkan untuk mengenali wajahnya saja Rio sangat susah, seakan-akan dia sedang amnesia.


Satu yang Rio tahu, tidak semua cerita yang Killa sampaikan itu benar. Hanya ada sebagian yang benar, yaitu tentang Becca. Selebihnya tidak sama sekali, karena Rio jarang sekali berbagai cerita dengan siapa pun termasuk Becca.


Jangankan bercerita, memiliki sahabat atau teman perempuan pun hanya Becca seorang. Tidak ada lagi selain Becca, apa lagi Rio tipe pria yang lebih suka menyendiri dari pada berkumpul atau memiliki genk seperti teman-temannya yang lain.


Tahu sendiri bukan, cinta pertama Rio itu Becca. Jadi, tidak mungkin dia memiliki atau berteman dengan Killa yang terlihat sangat centil juga sok tahu tentang kehidupan orang. Lantas siapa Killa ini? Kenapa dia berusaha banget untuk menjelaskan pada Rio tentang siapa dirinya sebenarnya? Apa jangan-jangan ada konspirasi seseorang di balik semuanya? Entahlah, semua masih menjadi misteri. Lihat saja bagaimana endingnya.


Killa terus mengoceh demi memulihkan ingatan Rio yang sama sekali tidak pernah dia lupakan. Sampai-sampai masa kecilnya saja tidak ada part yang dia skip hingga bisa berada di posisi ini.


"Maaf, Nona Killa ini angkatan tahun berapa ya? Kok bisa kenal saya dan Becca dari mana? Sementara apa yang Nona katakan semuanya tidak benar. Hanya di part tentang Becca saja yang benar."

__ADS_1


Pertanyaan Rio yang sedikit membingungkan Killa, membuatnya terdiam beberapa detik. Kemudian tiba-tiba Killa malah memukul dada bidang Rio yang langsung mencoba untuk menghindarinya.


"Akhhh, ngeselin banget sih kamu Rio. Kamu masa lupa sama aku, padahal aku selalu ada buat kamu di saat kamu kesulitan mengerjakan tugas dari dosan. Terus kenapa kamu malah melupakan jasaku sih. Menyebalkan. Kesal, kesal kesal!"


Rio berusaha menghindar untuk tetap menjaga jarak. Akan tetapi, kekuatan Killa cukup lumayan. Sehingga pukulannya sedikit berasa bagi Rio.


"Ckk ... Apaan sih ini cewek, kok aneh banget sumpah! Sejak kapan aku menyontek setiap ada tugas? Malahan semua teman sekelas yang menyontek dariku, itu pun kalau aku kasih lihat. Jika tidak, mereka bisa kena hukum 1 kelas karena kelupaaan mengerjakan tugas, atau malas. Terus kenapa cewek ini malah membalikkan fakta?"


"Hem, sepertinya ada yang tidak beres sama ini orang. Apa jangan-jangan kedatangannya ingin merusak pertemuanku dengan Becca? Jika benar, ini tidak bisa di biarkan. Sebelum Becca datang, aku harus segera menuntaskan semuanya dan menyingkirkan wanita gila ini. Kalau tidak, sudah bisa di pastikan kalau Becca akan salah paham padaku. Cuman, kira-kira siapa yang ingin mengacaukan semua ini? Akhh, sudahlah. Itu nanti saja aku pikirkan, sekarang gimana caranya aku harus menjauhkan wanita ini!"


Rio berbicara di dalam hatinya sambil berusaha keras untuk menahan tangan Killa agar tidak terus menerus memukulinya. Karena, bukan hanya sakit yang Rio rasakan, melainkan kekhawatiran akan kedatangan Becca yang pasti sedang dalam perjalanan untuk menemuinya.


"Jadi, apa Rio? Astaga, kamu kenapa sih, kok kamu kasar begini sama perempuan. Kamu itu pria baik loh, bisakan jangan kasar begini. Lepaskan tanganku, ini sangat sakit!"


"Katakan padaku, siapa yang sudah menyuruhmu? Jika tidak maka aku tidak akan melepaskan semudah itu!"


"Ihhh, aneh! Pokoknya lepasin aku Rio, atau aku teriak nih, nanti kamu bisa di permalukan di sini. Mau?"


"Silakkan! Saya tidak takut dan saya tidak akan mundur dengan ancamanmu, Nona!"


Killa mulai tidak nyaman dengan sikap Rio yang sudah berhasil membaca gerak-geriknya. Tanpa Rio ketahui, Killa mendapatkan intruksi dari telinga sebelah kanannya karena telah di pasangkan earphone yang sangat kecil, sehingga Rio tidak menyadari itu semua.

__ADS_1


Beberapa kali, Killa mencoba melepaskan diri dari Rio tetapi tidak bisa. Sampai seketika entah bagaimana, Killa berhasil membuat Rio seakan-akan sedang memeluknya. Padahal di balik itu semua karena Killa mendorong Rio ke belakang dan membuatnya berusaha menahan semua itu agar tidak jatuh.


Tepat, pada kejadian itu seseorang tersenyum lebar ketika melihat betapa indahnya pemandangan yang Becca lihat ketika dia baru saja sampai di sebuah tempat makan. Untungnya, pada saat itu, suasana sangat sepi hanya ada beberapa orang yang makan tidak seperti biasanya yang ramai.


"Ka-kak Naku? Ka-kakak ngapain sa-sama perempuan itu?" tanya Becca, dari jarak kurang lebih 3 meter.


Rio yang baru menyadari itu, langsung menyingkirkan Killa darinya sampai tidak sengaja membuat Killa jatuh ke lantai dengan menabrak beberapa kursi yang ada di dekatnya.


"Awwshh, Sayang. A-apa yang kamu lakukan? Ke-kenapa kamu mendorongku? Bu-bukannya tadi kamu bilang kamu kangen sama aku, terus kenapa setelah ada dia, kamu berubah seperti ini? Apa salahku sama kamu, Sayang. Apa!"


Killa menangis sesegukkan ketika menatap wajah Rio yang benar-benar pucat, bingung, tidak tahu barus berkata apa lagi. Sebab, semua kejadian ini sama sekali tidak ada di dalam pikirannya. Rio malah menatap Becca yang sudah berlinang air mata, dia mencoba untuk mendekati Becca untuk menjelaskan semuanya.


Namun, Becca malah berjalan mundur dengan posisi pandangan menatap kejadian tersebut. Di mana Killa yang sudah bangung langsung berlari begitu saja sambil memangis membuat Becca semakin percaya sama apa yang sudah dia lihat saat ini


.......


.......


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...

__ADS_1


__ADS_2