Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Ketampanan Joey


__ADS_3

Selepas pergi dari Yola, Joey malah tersenyum lebar. Baru kali ini dia menemukan teman seaneh Yola, sifatnya yang terbilang jahil membuat Joey merasa ingin menggigit pipi Yola yang gembul bagaikan bapau.


Sepanjang mengantre tidak henti-hentinya Joey tersenyum yang membuat beberapa wanita di sana menjadi salah tingkah. Senyuman yang terukir di bibir Joey semakin melebar menunjukkan sederetan gigi susu yang kecil juga putih, sehingga menambah kesan ketampanan pria yang jarang sekali tersenyum bahagia seperti sekarang.




Ketampanan Joey memang tidak bisa di ragukan kembali, potongan rambut yang khas juga menggemaskan semakin membuat jantung wanita berdebar tidak karuan.


Mereka pikir ada Oppa kecil nyasar ke negara yang mereka huni saat ini. Apa lagi sekalinya Joey tersenyum lebar, hati para wanita disekelilingnya akan langsung melelehkan bagaikan es yang berada dibawah terik matahari.


Matanya yang sipit adalah salah satu ciri khas bahwa Joey memang bukan hanya produk dalam negeri, tetapi dia juga campuran produk luar negeri. Sampai kulitnya yang putih, juga menyita perhatian wanita yang kalah putih dari kulit Joey. Tanpa harus menggunakan skin care atau apapun itu, Joey sudah berhasil membuat wanita klepek-klepek dibuat olehnya.


Melihat semua wanita desawa memandang ke arah Joey, semakin Joey merasa risih. Dia kembali memasang wajah datar seperti biasanya, lalu memesan 3 minuman yang nanti akan dia berikan pada Yola dan Sus Rini.


Jika di sini Joey sedang berusaha untuk menjauhi wanita yang ingin berkenalan terhadap ketampanan wajah Joey, lain cerita sama Yola. Dia merasa bosan karena harus menunggu Joey yang pastinya lumayan lama, sampai seketika Yola membuka ponsel dalam keadaan mata membelalak akibat terkejut melihat sesuatu yang sudah dia lupakan.


Ada 10 panggilan tidak terjawab dari Naku terpampang jelas di notif layah kunci ponsel Yola. Dia langsung menyadari atas kesalahan yang bisa-bisanya Yola melupakan keberadaan Naku. Janjinya hanya sebentar, tetapi sudah hampir 15 menit Yola meninggalkan sang kakak.


"Aduh, gi-gimana ini? A-aku lupa lagi, disini 'kan ada kakak. Kalau dia sampai tahu aku lagi sama Kak Joey bisa-bisa kakak tidak akan memperbolehkan aku dekat dengannya."


"Huhh, nasip orang cantik selalu diperebutkan hihi ... terus aku harus gimana, ya? Apa yang akan aku katakan sama kakak nantinya, pasti dia udah marah besar nih, jangan sampai kakak ngadu sama mommy dan daddy. Bisa-bisa aku tidak boleh main lagi, huaaa ...."


Wajah Yola terlihat begitu gugup, khawatir juga takut. Yola baru sadar kalau dia sudah meninggalkan sang kakak lumayan lama. Pantas saja, sudah ada 10 panggilan tidak terjawab yang berasal dari Naku. Terlihat sekali betapa khawatirnya Naku, ketika sang adik tidak bisa dihubungi. Padahal dia bela-belain memutari gramedia yang terbilang luas hanya sekedar mencari buku yang Yola butuhkan untuk belajar.

__ADS_1


"Kayanya, aku harus nelpon kakak sebelum dia brubah menajadi sing---"


Belum selesai mengatakan apa yang ingin Yola katakan, Naku sudah kembali menelepon sang adik. Padahal, sebelum itu Yola baru saja ingin menyambungkan panggilan ke Naku, tetapi ponselnya sudah lebih dulu berdering dan segera diangkat oleh Yola setelah selesai membaca mantra.


[Ha-hal ....]


Baru juga Yola ingin berbicara, Naku langsung memarahinya penuh emosi menggunakan nada yang sedikit membentak.


Yola terkejut bukan main, spontans langsung Yola jauhkan ponsel tersebut dari telinga kanan karena apa yang Naku katanya sangatlah berisik. Tidak lupa Yola mengelus dada secara perlahan.


[Ke mana aja kamu, hahh? Bukannya tadi aku udah bilang, jangan pernah di silent supaya aku bisa menghubungimu. Terus kenapa 100 panggilanku tidak kau jawab, jangan coba-coba kabur dariku ya, atau aku bisa mengadukan ini pada Mommy!]


[Kenapa diam? Aku bilang dari mana aja, hahh? Takut, dengar aku marah, iya? Terus kenapa demen banget buat emosiku meledek-ledak kaya gini. Udah aku bilang jangan pernah menghilang, aktifkan ponselnya ini malah enggak diangkat. Padahal tadi ponselmu sudah aku besarkan volumenya? Terus kenapa tetap gak diangkat, bisa jawab 'kan?]


Semua orang yang ada di sekeliling Naku sedikit terkejut saat mendengar suara bariton yang sangat menyeramkan. Mereka mengira Naku sedang memarahi kelasihnya, lantaran banyak anak seusia Naku sudah memiliki kekasih seperti orang dewasa. Akan tetapi, mereka tidak berani menegur Naku ketika kondisi emosinya sudah mulai tidak stabil.


Tidak hanya itu, Naku juga sampai di tegur oleh seorang security yang ada di sana untuk memintanya agar Naku bisa mengecilkan volume nada bicara di telepon supaya tidak sampai membuat kegadukan di lantai tersebut.


Naku berusaha menahan emosi sesuai arahan yang katakan oleh security sambil mengantre untuk membayar buku yang sudah berhasil dia cari.


Mulut Yola terus komat-kamit bagaikan mbah dukun baca mantra demi menyindir celotehan Naku yang cukup menjengkelkan. Bisa-bisanya Naku mengada-ngada semua perkataan sampai-sampai mengatakan kalau dia sudah menelepon Yola selama 100 kali. Nyatanya, hanya ada 10 kali panggilan tidak terjawab dari ponsel Yola.


Maklum saja, namanya juga orang sedang kesal pasti akan mengoceh sesuka mulut sampai rasa lelah atas emosi di dalam hati juga pikiran telah selesai. Selepas Naku mengecilkan kembali nadanya, Yola langsung membolakan kedua mata sambil kembali mendekatkan ponsel di telinga kanan agar tidak salah mendengar apa yang dikatakan Naku.


[Sekarang kamu di mana? Aku akan ke sana setelah buku ini selesai aku bayar, jangan ke mana-mana lagi paham?]

__ADS_1


[Ha-hahh? E-enggak usah, Kak. E-enggak usah, di sini ramai banget nanti Kakak tidak akan nyaman. Tenang aja sebentar lagi juga Yola ke situ, lagian kakak masih harus antre panjang 'kan? Jadi, tunggu di situ ya,]


Yola sedikit panik lantaran Naku ingin menyusul ke tempat di mana Yola sedang menunggu Joey. Awalnya Naku menolak, dia tetap akan menyusul Yola tanpa terkecuali. Hanya saja Yola terus mencari alasan demi alasan supaya Naku tidak sampai mengetahui bahwa Yola lagi bersama Joey.


[Antrean di sini memang cukup panjang, sampai dalam waktu kurang lebih 15 menit kau tidak kembali. Aku akan menyusulmu ke situ. Ngerti?]


[Eeee ... I-iya, Kak. Na-nanti aku akan kembali sebelum.15 menit, ya sudah aku tu---]


"Ini minuman untukmu," ucap Joey tepat di depan Yola.


Belum selesai Yola mengatakan apa yang ingin disampaikan sama Naku, tiba-tiba dia langsung menutup sambungan teleponnya saat mengetahui kalau Joey sudah kembali.


[Siapa---]


Tuut, tuut, tuut ....


Sambungan terputus begitu saja membuat Naku semakin penasaran. Dia merasa ada yang aneh dengan Yola karena sebelum Yola menutupnya Naku mendengar suara yang sangat tidak asing di telinga.


Sepertinya Naku mengenal suara pria itu, tetapi di sedikit lupa-lupa ingat. Sampai seketika pundak Naku ditepuk oleh salah satu pria yang ada di dekatnya dari arah belakang, supaya segera berjalan maju karena barisan antrean sudah mulai berjalan secara perlahan.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2