Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Dario Adhelard


__ADS_3

Setibanya di sebuah parkiran Becca melihat suasana indah yang sangat tenang. Suara derasnya ombak air terdengar jelas di telinga Becca. Dia langsung menatap Rio yang baru saja melepas sabuk pengamannya.


"Kenapa Kakak mengajakku ke sini? Bukannya ini tempat yang sangat berbahaya buat seseorang yang sedang menghadapi masalah?"


"Memang, ini tempat yang sangat berbahaya. Tapi, jika kamu datang sendiri. Berbeda bila kamu pergi bersamaku, maka tempat ini akan menjadi tempat yang sangat cocok untuk meluapkan semua perasaan emosimu."


Rio menoleh ke arah Becca sambil mengukir senyuman manis. Sehingga lesung pipi yang sudah lama tidak Becca lihat, kini kembali terlihat. Dan menambahkan kesan ke tampanan sosok Rio yang memang tidak pernah pudar.


Becca tersipu akan semua itu yang membuatnya terpana. Rio hanya bisa menggelengkan kepalanya, ternyata Becca yang dia kenal memang tidak pernah berubah.


"Masih belum puaskah memandangi wajahku yang mulai menua ini, hem?" sindir Rio dengan menaik-naikan alisnya.


"Hehe ... Ma-maaf, habisnya walaupun usia Kakak sudah tua. Hanya saja wajah Kakak seperti tidak ada kerutan, benar-benar terlihat seperti bayi." jawab Becca, heran.


"Alaahh, bisa saja. Sudah ayo turun, aku akan membawamu ke tempat yang sangat cocok untukmu meluapkan semuanya."


Rio pun perlahan membuka pintu mobilnya, kemudian dia mengambil sesuatu di dalam bagasi mobilnya. Setelah itu mereka berjalan saling bersebelahan, tanpa adanya pegangan tangan atau sebagainya.


Entah mengapa, saat ketemu dengan Rio. Rasa sedih di raut wajah Becca sedikit demi sedikit mulai memudar.


Padahal hampir saja dia putus asa, sebab Becca tidak tahu bagaimana caranya dia pulang tanpa menyimpan semua kesedihan di dalam hati, yang nantinya akan berpengaruh kepada Naku.


Dario Adhelard, seorang pria tampan yang telah berusia 37 tahun. Dia merupakan salah satu teman Becca ketika kuliah di Spanyol. Lebih tepatnya Kakak kelas yang sudah di anggap sebagai Kakaknya sendiri.

__ADS_1


Rio juga seorang Pengusaha kaya yang bekerja di bidang Berlian. Banyak cabang berlian yang dia miliki, dari mulai toko kecil, sedang ataupun pusat utama.



Rio membawa Becca untuk menaiki perahu kecil yang di dayung sendiri ke daerah yang memang sudah di tandai.


Angin sepoi-sepoi berhasil membuat rambut Becca yang panjang itu mulai berterbangan, sedikit menghalangi wajah cantiknya.


Ketika di rasa pemandangan cukup indah, disitulah Rio mengentikan dayungannya, dan fokus menatap Becca yang dari tadi melamun menatap air laut.


"Ada apa? Kenapa kamu bisa datang ke tempat itu?" tanya Rio, menyipitkan matanya saat sedikit silau.


Becca pun mengalihkan pandangannya menatap ke arah Rio. "Entahlah, aku benar-benar sudah menyerah dengan hidup. Rasanya aku ingin pergi sejauh-jauhnya dari dunia yang kejam ini. Akan tetapi, aku tidak bisa. Ada anak yang sangat membutuhkanku. Mau tidak mau, aku harus tetap kuat untuk menjalani semua ujian ini."


"Jika boleh tahu masalah apa yang sedang kamu alami, apakah ini tentang suamimu? Anakmu? Atau--"


"Ra-rahasia apa"


Becca terdiam sejenak, dia bingung. Apakah dia harus menceritakan semua permaslaahan keluarganya, atau dia harus menutupnya rapat-rapat? Becca masih sedikit ragu, dia takut jika Rio akan memarahinya. Karena tiba-tiba saja dia menghilang dan memilih untuk bersama dengan pria yang baru dia kenal.


"Sudah tidak apa, jangan di paksakan. Kalau memang itu privasi, tidak masalah. Aku tidak akan memaksamu, setidaknya kamu bisa mengeluarkan semuanya yang kamu pendam melalui ini." ucap Rio sambil mengeluarkan suatu benda ke hadapan Becca.


"Buat apa botol kosong dan buku diary itu, Kak?" tanya Becca, penasaran.

__ADS_1


"Supaya kamu bisa meluapkan semua perasaanmu melalui tulisan, lalu kamu masukan surat itu ke dalam botol dan berikan pada laut. Dia yang akan menghapus semua masalahmu. Kelak kamu akan merasa jauh lebih tenang, kemudian pikiranmu juga bisa lebih jernih untuk menyelesaikan permasalahan yang sedang terjadi."


Rio tersenyum sambil memberikan botol, buku dan juga pulpen. Becca hanya menerimanya dengan sedikit penasaran.


"Dari mana Kakak mendapatkan semua ini? Terus Kenapa Kakak menyuruhku melakukan sesuatu yang tidak pernah aku lakukan?"


Rio tersenyum, menatap laut yang sangat indah. Langit cerah berwarna biru muda memberikan suasana yang sedikit menenangkan hati Rio.


"Itu cara satu-satunya yang aku ketahui, apa bila aku sedang menghadapi sebuah masalah yang sangat berat di dalam hidupku. Seolah-olah aku seperti membagi semua kisahku pada laut, agar dia tahu bahwa manusia yang terlihat kuat ternyata memiliki beban yang sangat berat."


"Maka dari itu, saat aku tidak bisa menceritakan permasalahanku pada orang lain. Jadi, aku insiatif untuk melakukan semua itu. Dan hasilnya lumayan bagus, aku tidak semakin berlarut di dalam kesedihan."


"Sekarang cobalah, siapa tahu itu bisa mengurangi rasa sakit di hatimu. Di saat kamu tidak tahu harus membagi semua masalahmu kepada siapa."


Becca meneteskan air matanya, lalu dia menghapusnya dan tersenyum sambil menganggukan kepalanya.


Perlahan Becca memutar sedikit tubuhnya agar Rio tidak bisa melihat apa saja yang akan dia ceritakan di kertas tersebut.


Rio hanya tersenyum, lalu membuka ponselnya untuk membalas beberapa notif masuk dari seseorang yang selalu bisa membuatnya tersenyum.


.......


.......

__ADS_1


.......


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2