
Beberapa menit kemudian, mereka sudah mulai merasa tenang. Begitu juga Rio, emosinya perlahan membaik setelah dia mendengar penjelasan anaknya. Yola sangat menyayanginya, sehingga dia tidak mau melihat kesedihan di wajah Daddynya.
Sama halnya seperti Becca, setelah Yola di bawa pergi oleh pengasuhnya untuk mandi. Kini, Becca pun sediki mulai menasihatinya. Dengan tujuan agar Rio bisa mengambil keputusan dengan bijak.
"Aku tahu kamu pasti hancur banget, saat melihat putri satu-satumu mengalami semua itu. Hanya saja, kamu harus ingat. Mereka masih terlalu kecil, jadi belum begitu mengerti efek dari ledekan yang selalu mereka berikan. Jadi, kamu yang sudah sangat dewasa harus bisa mengambil keputusan dengan bijak."
"Jika memang di sekolah Yola kurang baik, maka lebih baik kamu pindahkan Yola ke sekolah yang memiliki jiwa kepedulian yang tinggi antar sesama. Karena pertumbuhannya masih sangat jauh, sehingga dia sangat membutuhkan lingkungan yang nyaman dan juga asyik. Apa kamu mengerti apa yang aku maksud ini?"
Rio menatap Becca tanpa mengedip beberapa menit, setelah itu dia menganggukan kepalanya. Mungkin jalan terbaik satu-satunya, Yola harus di pindahkan ke sekolah yang memiliki tingkat ke displinan yang tinggi, moral akhlak yang baik dan juga bersih dari pembullyan.
Becca tersenyum kecil, walau dia tau bagaimana perasaan Rio saat ini. Terlihat sekali, bila Rio berusaha keras untuk menyelesaikan semua masalah yang terbilang sepele, tapi sangat membahayakan sikis dan juga mental seorang anak.
Setelah itu, mereka pun terdiam sejenak. Sampai akhirnya Rio pergi sebentar untuk mengambilkan minuman, karena semenjak mereka datang. Tidak ada pun minuman atau cemilan yang di suguhkan.
Pembantu yang biasa mengurus rumah, ternyala lagi cuti sehari karena anaknya sakit. Jadi, hari ini Rio harus menghandle sendiri di bantu sedikit demi sedikit dengan pengasuh Yola.
Beberapa menit, di saat keadaan sudah kembali tenang. Rio baru ingat, jika dia tadi ingin bertemu Becca karena ada sesuatu yang akan di bicarakan. Hanya saja, tertunda karena Yola.
"Ohya, bukannya tadi kita ketemuan ingin membicarakan tenteng sesuatu? Jadi, ada apa denganmu? Kamu baik-baik aja, 'kan?" ucap Rio, sambil meminum minumannya.
"Hem, di bilang baik ya aku baik. Beda sama hati yang mengalami luka dalam. Awalnya aku ingin meminta solusi denganmu, hanya saja setelah melihat Yola membuatku kembali bimbang. Aku enggak tahu haruskah aku bertahan atau tidak."
Apa yang Becca sampaikan itu membuat Rio menjadi bingung. Dia tidak paham apa yang Becca katakan, karea semua itu masih dalam kode tertentu.
__ADS_1
"Ma-maksudnya gimana, aku tidak paham. Coba kamu jelaskan pelan-pelan biar aku mengerti."
"Jadi gini, aku dan Gala sedang mengalami masalah besar. Rumah tangga kita berada di ujung tanduk, antara pisah atau bertahan. Aku bingung harus bagaimana, hatiku rasanya lelah dan juga sakit banget saat mendengar----"
"Buma, Daddy!"
Suara anak kecil yang terdengar nyaring berhasil memotong ucapan Becca. Mereka tidak jadi melanjutkan pembicaan, ketika Yola datang sambil berlari dengan raut wajah yang sudah tersenyum.
"Yola udah andi, udah angin uga. Ayo kita alan-alan, Yola mau pelgi ke Mall."
Yola berdiri tepat di hadapan Rio, dia tersenyum menatap Rio yang juga tersenyum lalu memeluk putri kesayangannya itu.
"Hem, peri kecil Daddy udah cantik. Waktunya kita jalan-jalan, let's go ...."
"Oh jadi bosen jalan berdua sama Daddy? Ya sudah, Daddy di rumah aja. Yola jalan sendiri sana!"
Rio kembali duduk dalam mode manja, gayanya persis seperti Yola ketika sedang marah. Becca saja yang melihat sisi lain dari Rio merasa terkekeh, saking lucunya wajah Rio saat ini.
" Ya udah, kita pelgi beldua aja yuk, Buma. Bialin aja Daddy di lumah, kita inggal aja. Go!"
Yola menggandeng tangan Becca, kemudian menariknya untuk pergi ke luar rumah meninggalkan Rio.
"Huaa ... Dasar jahat, Daddy ngambek malah di tinggal!"
__ADS_1
"Awas kamu ya, ke tangkep Daddy buat sayur soup!"
Yola yang mendengar itu langsung berlari menarik Becca untuk menghindari Rio. Mereka semua tertawa saat Yola berhasil di tangkap oleh Rio, lalu di gendong sambil mengelitiknya.
Saat sudah puas, mereka pun masuk ke dalam mobil. Becca dan Yola duduk tepat di kursi samping Rio. kemudian mobil berjalan perlahan meninggalkan kediaman rumah Rio.
Selama di perjalanan, Becca mengajak Yola untuk bernyanyi dan juga bercanda. Sehingga Rio bisa melihat wajah Yola berseri-seri, dia begitu bahagia bermain bersama Becca.
Tanpa di sengaja air mata Rio kembali menetes dan langsung dia hapus, lalu kembali fokus mengendalikan laju mobil.
Sebenarnya suasana seperti inilah yang sangat Yola inginkan. Hanya saja Rio belum bisa mewujudkannya, lantaran belum menemukan wanita yang terbaik untuk di jadikan Ibu sambungnya.
25 menit lamanya, akhirnya mereka sampai di Mall yang cukup besar. Apa lagi di Mall itu memang banyak sekali permainan seru yang bisa menjadi hiburan para pengunjung.
Sesudah mobil terparkir rapi, kini waktunya mereka berjalan memasuki Mall dalam posisi Yola berjalan di tengah. Entah mengapa, dia malah menggandeng keduanya seperti sebuah keluarga yang bahagia. Dimana ada Ayah, Ibu dan juga anak.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1