Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Mencari Keberadaan Becca


__ADS_3

Beberapa menit berlalu, Naku yang mulai cemas akan keadaan Becca. Dia tidak tahu harus bagaimana dan mencari Becca kemana. Selama ini Becca hanya pergi ke salon atau toko kuenya, tetapi melihat kondisi Becca seperti itu tidak mungkin kalau dia lari ke sana.


Sehingga Naku langsung menelepon Gala, di mana Gala malah memberikan kabar kalau dia kehilangan jejak Becca saat di pertigaan. Di situlah Naku frustasi, dia bingung dan juga takut akan kondisi Becca.


"Gimana ini? Mommy pergi dalam kondisi marah, otomatis dia pasti menyetir dengan kecepatan di atas rata-rata. Aku takut kalau Mommy kenapa-kenapa di jalan, arrghhh ... Ini semua gara-gara kebo*dohanku! Aku malah nyuruh Daddy ke rumah hanya demi melawanku main PS."


"Terus aku harus apa? Kemana lagi aku mencari Mommy? Ayolah, mikir Naku, mikir! Gunakan otakmu dengan baik, gimana pun kau harus temukan Mommymu dan membawanya pulang ke rumah, titik!"


Naku berjalan kesana-kemari dalam keadaan panik, gelisah dan juga khawatir. Untuk pertama kali Becca kabur dari rumah karena dirinya, sebelumnya juga sama Gala Becca tidak sampai pergi-pergi dalam kondisi marah.


Jadi, keadaan yang begini selalu membuat hati Naku tidak tenang. Dia bingung harus melakukan apa, karena Naku sudah mencoba menelepon toko dan salon Becca, tetapi tetap tidak ada. Sesuai sama pemikiran Naku yang tidak mungkin Becca lari ke sana.


Di saat Naku sedang kebingungan harus mencari Becca ke mana lagi, satu nama muncul di dalam pikirannya yaitu, Rio. Dialah satu-satunya orang yang sangat dekat sama Becca, otomanis Rio akan lebih paham ke mana saja Becca pergi kalau dia sedang banyak masalah.


Tanpa pikir pnjang, Naku segera menelepon Rio untuk pertama kalinya. Ternyata dia diam-diam menyimpan nomor Rio karena mengambilnya secara diam-diam dari ponsel Becca.


Sebenernya Naku pernah di berikan nomor secara langsung sama Rio, lantaran jika ada apa-apa Naku bisa segera menghubunginya. Akan tetapi Naku menolaknya akibat rasa gengsinya terhadap Rio.


Namun, kali ini Naku menurunkan egonya demi bisa menemukan Becca melalui Rio. Berulang kali Naku melakukan panggilan, tetapi Gala tidak mengangkatnya. Di panggilan ke-5 akhirnya Gala mengangkatnya dalam kondisi baru saja selesai meeting.


[Hallo, mohon maaf. Ini siapa ya? Soalnya nomor tersebut tidak tertera di ponsel saya, apakah ada kepentingan? Jika tidak saya akan menutupnya!]


Rio yang sedikit bingung sama panggilan tersebut, hanya bisa bersikap sopan. Baginya, apa bila nomor tidak di kenal meneleponnya berulang kali. Itu tandanya seseorang sangat mengenalnya, berbeda sama Rio yang tidak kenal sama nomor tertera.


[Ini, Naku. Jangan matikan telponnya, ada yang harus Naku omongin. Penting!]

__ADS_1


Seketika Rio membolakan matanya sambil menghentikan langkahnya yang sedang berjalan kembali ke ruangannya.


"Na-naku? A-apa aku tidak salah mendengarnya? Ini beneran diakah? Ko-kok bisa Naku menghubungiku, da-dapat dari mana nomorku? Bukannya pada waktu itu dia menolak di berikan nomorku. Ehh, ta-tapi tunggu dulu! Ada yang aneh dari nadanya, dia seperti sedang panik dan cemas. Ada apa ya?"


Rio terdiam di tempat sambil berbicara di dalam hatinya. Asisten pribadinya yang ada di samping bersama sekretarisnya pun ikut menghentikan langkahnya sambil menatap satu sama lain. Mereka berdua memberikan kode tertentu, sebab tidak tahu apa yang terjadi sama atasannya saat ini yang tiba-tiba berhenti.


Tidak mendapatkan jawaban apa pun dari Rio, Naku lagi-lagi bersuara untuk memastikan apa bila Rio masih berada di dalam sambungan teleponnya.


[Om Rio! Apa Om masih ada di sana? Katakan! Aku tidak punya banyak waktu, aku harus mencari Mommy!]


Mendengar suara Naku yang sangat lantang dan tegas, berhasil menyadarkan Rio dari lamunannya. Dia langsung menjawab sambungan telepon Naku.


[Ahyaa, a-ada apa dengan Mommymu? Kenapa kamu harus mencarinya? Bukannya Mommymu masih kerja jam segini?]


Seketika wajah Rio berubah, dia pun malah jadi ikut panik karena beberapa jam lalu Becca meneleponnya di ruangan kerjanya saat ada di toko sambil mengecek pemasukan bulan ini.


[Sepertinya Mommymu tidak pernah pergi ke mana-mana, kalau pun bete atau ada masalah dia selalu curhat sama om. Cuman kali ini, Mommymu tidak menghubungi om. Terakhir saat Mommymu ada di tempat kerja, setelah itu tidak ada lagi.]


[Arrghhh ... Si*al! Ini semua gara-gara kebo*dohanku bisa ikut serta dalam rencana Daddy\, tapi aku juga tidak bisa menolaknya jika itu yang terbaik untuk Mommy. Terus aku harus gimana\, Om! Aku pusing!]


[Kamu coba tenang dulu, om akan bantu cari Mommymu. Sekarang bisa jelaskan pada om, apa yang terjadi sebenarnya sampai Mommymu pergi dari rumah?]


Naku sedikit ragu untuk menjelaskan pada Rio, sebab rencana yang sudah di susun oleh Gala dan Naku berkaitan sama dirinya.


Namun, tidak ada jalan keluar lagi selain Naku menceritakan semuanya dari awal sampai akhir kepada Rio. Meski ragu, tapi Naku tetap menceritakan.

__ADS_1


Satu-satunya harapan Naku untuk menemukan Becca hanya melalui Rio, tidak ada orang yang bisa dia minta tolong termasuk Gala sendiri yang malah lalai untuk mengikuti jejak Becca.


Setelah mendengar cerita yang Naku katakan, Rio hanya tersenyum. Dia pun menyuruh asisten dan sekretarisnya untuk pergi duluan menggunakan kode tangannya.


Dari sini Rio bisa menyimpulkan, bahwa apanyang dia duga ternyata benar. Di balik sifatnya Naku yang berubah padanya, adalah campur tangan seseorang yang memang berniat untuk memanfaatkan anaknya sendiri.


Sehabis itu, Rio pun mengatakan agar Naku tidak perlu sepanik itu. Rio akan berusaha mencari keberadaan Becca di semua tempat yang pernah mereka kunjungi.


Tadinya Naku ingin ikut, tetapi Rio melarangnya. Kalau sampai nantinya Rio ketemu Becca membawa Naku, maka amarah yang ada di dalam hati Becca malah semakin meledak-ledak.


Jadi, suka tidak suka. Naku hanya bisa mempercayai Rio untuk saat ini, demi menemukan keberadaan Becca. Saat di pastikan Naku sudah sedikit tenang, Rio pun menutup sambungan teleponnya agar bisa segera mencari Becca.


Rio rela membatalkan satu meetingnya lagi, hanya demi mencari ke mana perginya Becca. Semua tempat satu persatu Rio cari, dari mulai Mall, tempat makan, atau taman-taman lainnya.


Hanya saja Becca tidak ada di sana, sampai akhirnya Rio pusing sendiri memikirkan perginya Becca. Hatinya mulai tidak tenang, pikirannya mulai ke mana-mana sampai fokusnya dalam hal menyetir pun sedikit buyar dan hampir menabrak seorang pedagang.


Untungnya Rio masih bisa mengerem di waktu yang tepat, lalu dia turun untuk meminta maaf dan sedikit memberikan uang sebagai tanda maaf saja. Lalu, kembali mengendarai mobilnya.


Di saat Rio lagi bingung-bingungnya memikirkan kondisi Becca, tiba-tiba dia teringat akan satu tempat yang baru di sadari. Tanpa harus berlama-lama, Rio langsung menancap gasnya menuju tempat tersebut.


.......


.......


.......

__ADS_1


...***💜💜>Bersambung


__ADS_2