Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Bocah Ingusan


__ADS_3

"Astaga, apa lagi sih, Kak!" geram Yola saat melihat Naku begitu sibuk untuk mengubah posisinya agar Joey tidak bisa mendekati Yola.


"Sudahlah, diam! Aku tidak suka dia dekat-dekat denganmu, paham? Kalian itu masih kecil, tidak boleh melakukan hal orang dewasa!" sahut Naku, duduk di samping Yola sambil menggenggam kedua tangannya agar Joey tidak bisa lagi menyentuh Yola.


"Ckk, dasar posesif!" pekik Yola kesal.


"Sudah gapapa, kakakmu itu hanya ingin melindungimu. Jadi, biarkan. Aku masih bisa berdiri di sini kok, setidaknya aku akan tetap menjagamu walaupun dari jarak seperti ini. Jangan marah-marah lagi, oke?"


Joey tersenyum berdiri tepat di belakang Sus Rini yang lagi memeriksa kaki Yola, sedangkan Yola dia tersenyum dibalik tangisnya sambil sedikit mendongak menatap wajah Joey.


"Hueekk ... menjaga taek kucing!" sindir Naku membuat Yola menatap ke arahnya.


"Kakak!" seru Yola, begitu geram atas sikap menyebalkan Naku yang semakin ke sini semakin ke sana.


"Apa? Memang bener kok, masih kecil udah sok-sok'an mau menjaga, bagian jatuh nangis dua-duaan. Menjijikkan, udahlah kamu jangan main lagi sama bocah ingusan itu yang ada kamu malah ketularan sama gilanya kaya dia!" jawab Naku, mulai mencibir layaknya ibu-ibu yang lagi menggosip.


"Ckkk, laki kok mulutnya lemes. Dasar!" sindir Naya membuat Joey hampir tertawa ketika melihat penuturan kata Yola mirip seperti ibu-ibu yang kesal karena terus digosipin.


"Udah mulai membantah ya kalau dibilangin sama orang lebih dewasa, aku bil---"


"Ayolah, Den, Non. Jangan bertengkar mulu, Sus capek loh, harus jongkok mulu kaya gini. Udah tahu badan Sus, gak selangsing Agnes Monika, kalau disuruh lama-lama jongkok bisa-bisa jadi Agnes moambeyen!"


Keluhan dari Sus Rini membuat Joey tertawa kecil, begitu juga Yola. Dia malah menyengir ala kuda ketika melihat wajah kesal Sus Rini, telah menjadi korban pertengkaran mereka sampai-sampai kakinya kesemutan. Sus Rini duduk di lantai tanpa rasa malu sambil berselonjor agar rasa kesemutan itu bisa segera pergi.


Maklum saja, Sus Rini sudah berusia hampir 32 tahun. Dia merupakan seorang janda yang ditinggal mendiang suami meninggal dunia akibat kecelakaan juga belum dikaruniai seorang anak. Untungnya Sus Rini bisa mendapatkan majikan seperti Joey, sehingga kehidupan yang terasa perih dulu bisa terobati secara perlahan.

__ADS_1


"Lebay, baru gitu do-- awsshh!" Yola mencubit paha Naku membuat dia langsng menoleh, "Apaan sih, sakit tahu!" Wajah Naku terlihat kesel, tetapi Yola malah mencibir dengan mulut berkomat-kamit.


"Masih mau dilanjut berantemnya?" tanya Sus Rini ketika mulai jengah dengan pertikaian kakak beradik ini.


Naku mengalah, saat Yola menggelengkan kepalanya sambil cengengesan menatap Sus Rini yang terlihat bosan mendengar mereka bertengkar. Sentara Joey, tetap setia berdiri di belakang Sus Rini sambil terus menatap wajah Yola meski sesekali dilirik sinis oleh bodyguard Yola yang sangat posesif.


Bagaimana ketika Yola beranjak dewasa, apakah sifat ini akan terus berlaku? Ya, tidak tahu. Lihat saja nanti, apabila kisah mereka bisa sampai besar hihi ....


Sus Rini mulai mencoba memeriksa kaki Yola secara perlahan juga penuh kehati-hatian. Yola meringis kesakitan sambil mencekram kuat tangan Naku yang membuat dia malah ikut merasakan kesakitan.


Lagi-lagi perperangan terjadi, membuat Sus Rini benar-benar hilang kesabaran agar Naku menjauh dari Yola dan biarkan Yola duduk di kursi sendiri sambil mencekram bangku. Naku hanya bisa menggeram ingin sekali Naku mencakar punggung Sus Rini dari arah belakang, saat menyaksikan betapa bawelnya seorang perawat tersebut.


"Apa ini sakit, Non?" tanya Sus Rini, membuat Yola mengangguk keras.


"Awsshh, sa-sakit, Sus. Itu sakit banget hiks ...." Yola menangis membuat Naku semakin khawatir, dia langsung memeluk Yola.


"Cukup, Kak! Sus Rini belum melakukan apapun, kau lihat tadi, 'kan? Sus Rini hanya mengecek bukan mengurut seperti pertama kali Yola merasakan kesakitan!"


Joey tidak terima, apa bila perawatnya yang sudah berniat baik malah mendapatkan prilaku tidak mengenakan dari Naku selaku kakak Yola. Disitu juga Yola menggelengkan kepala karena itu bukan salah Sus Rini, dia hanya mencoba mengetahui apa yang terjadi pda kaki Yola.


"Sudah, Den Joey. Sus tidak apa-apa, sebelumnya Sus minta maaf kepada Den, selaku kakaknya Non Yola. Melihat dari apa yang sudah saya cek, sepertinya akibat Non Yola salah dalam melangkah itu membuat persendian di kaki sedikit geser. Jadi, kita harus membawa Non Yola ke dokter spesialis tulang. Saya tahu, rumah sakit mana yang benar-benar bisa menyembuhkan, soalnya dulu Den Joey ketika kecil pernah mengalami seperti itu saat dia terjatuh dan membuat engsel di tangannya sedikit keluar dari jalur seharusnya. Apa Den mau?"


Sus Rini berusaha menjelaskan agar Naku tidak menjadi salah paham, Joey juga ikut menasihati agar Naku bisa membawa Yola berobat agar dia bisa kembali berjalan seperti biasanya.


Tidak ada pilihan lain, Naku mengikuti apa yang mereka katakan demi kesembuhan Yola. Naku menggendong Yola dengan sangat hati-hati menuju mobilnya, begitu juga Joey yang sudah ada di dalam mobil bersama supir serta Sus Rini. Mereka akan menunjukkan arah kepada supir Naku dan Yola yang berada dibelakang saling beriringan.

__ADS_1


Hanya sekitar 35 menit dari Mall, akhirnya mereka sampai di rumah sakit besar yang memang dikhususkan untuk patah tulang, atau sebagainya yang berhubungan dengan tulang, sendi juga otot.


Sus Rini berlari mengambil kursi roda agar Naku bisa lebih mudah mendorong Yola ke rumah sakit. Tidak lupa, Sus Rini membantu Naku mengisi formulir pendaftaran selama Yola sedang di tangani. Setelah itu, mereka menunggu sampai dokter kembali memberitahu apa penyebab rasa sakit yang Yola alami.


Tidak lama dari itu, sang dokter keluar dalam keadaan wajah tersenyum menyambut mereka bertiga secara ramah. Naku langsung to the points untuk menanyakan bagaimana kondisi sang adik di dalam ruangan.


"Bagaimana keadaan adik saya? Apa ada sesuatu yang parah?" tanya Naku, khawatir.


"Maaf, di mana kedua orang tua kalian? Kenapa---"


"Jawab pertanyaan saya, apakah adik saya di dalam baik-baik saja atau tidak?" tanya Naku sekali lagi dengan sangat tegas, membuat Sus Rini dan dokter sedikit terkejut.


"Tenang, Kak. Jaga sopan santunmu, dia jauh lebih tua darimu. Jadi, jangan bersikap seperti orang yang tidak punya tatakrama."


Joey menasihati Naku dengan benar, tetapi dia malah memberikan lirikan maut yang sangat mema*tikan. Sus Rini saja sampai menarik Joey sedikit menjauh agar tidak menjadi santapan siang Naku ketika dalam mode sangar.


"Oke, baiklah. Adikmu tidak apa-apa, dia hanya terkilir biasa. Ada persendian kecil yang tergeser dari tempatnya, cuman kau tidak perlu cemas. Hanya dalam kurang waktu dua sampai tiga bulan, maka semuanya sudah kembali membaik. Untuk sekarang, adikmu harus menggunakan gips dulu agar mencegah sesuatu yang dikhawatirkan akan terjadi."


"Saya sarankan, agar adikmu tidak banyak bergerak menggunakan kaki. Boleh sesekali bergerak, tapi jangan terlalu paksa itu malah akan membuat persendian susah untuk kembali. Itu juga berlaku ketika dia sembuh, sebelum dinyatakan benar-benar sembuh total dan ketika jalan tidak begitu terasa sakit, dia tidak boleh berlari atau berjalan cepat. Sampai sini apakah kamu paham?"


Naku baru merasa lega saat mengetahu kondisi sang adik tidak seperti apa yang ada di dalam pikiran. Sus Rini pun terlihat senang karena Yola tidak mengalami sesuatu yang dia khawatirkan sebelumnya.


.......


.......

__ADS_1


.......


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2