Jangan Renggut Kebahagiaanku!

Jangan Renggut Kebahagiaanku!
Malaikat Penyelamat Terakhir


__ADS_3

Mata Naila mulai berbinar ketika melihat Pangeran kecilnya telah kembali. Sudah lama Naila tidak menatap wajah Naku sedekat ini, semenjak mereka lulus sekolah Naku dan Naila tidak lagi satu sekolah.


Naku yang awalnya satu tingkatan dengan Naila, sekarang tidak lagi. Meskipun, umur mereka seumuran Naku naik satu tingkat diatas Naila yang tidak mendapatkan reword karena Naku memiliki nilai IQ tertinggi dari murid seusianya.


"Ekhem ... Gimana, Kak. Kakakku tampan bukan?" goda Yola dengan nada berbisik. Naila hanya terdiam memandangi wajah yang sudah lama tidak dia pandang.


"Ya, dia sangat tampan," ucap Naila dengan suara kecil tanpa mengalihkan pandangannya.


"Hahh? Ma-maksudnya?" tanya Naku yang baru sampai.


Naila langsung sadar saat Naku sudah ada di depannya. Gadis itu menjadi salah tingkah ketika Naku terus menatapnya dalam keadaan bingung.


"E,ehh ... E-enggak, ma-maksudku tadi i-itu ... E,ee a-anu ...."


Belum sempat menjelaskan apa yang ingin Naila katakan pada Naku, lagi-lagi Yola selalu menggoda Naila hingga membuat kedua pipinya memerah padam bagaikan ketumpahan blush on.


"Kiw-kiww, cukurukuk kugeruu ... Asooyy yehoo haha ...." Yola tertawa puas setelah berhasil mengoda Naila. Semua yang mendengar bahasa Yola merasa sedikit aneh, tetapi terkesan sangat lucu.


Naku melirik sini ke arah Yola membuat gadis kecil itu kembali bertingkah. "Ampuni saya, Yang Mulia. Ampuni saya, ettts ... Bercyandaaa ... Bercyandaaa haha ...."


Hanya Yola, satu-satunya yang berhasil memecahkan kesedihan diantara mereka. Tingkahnya benar-benar membuat semua yang ada di sana tertawa kecil ketika bocah rese itu berhasil meledek sang kakak.


"Hyaak, awas kau, ya! Kakak akan berikan pelajaran yang tidak akan asa kata ampun!"


Tatapan tajam dari Naku terhadap sang adik yang begitu menyebalkan, mampu menghantui Yola. Perlahan langkah kaki Yola mulai mundur, lalu bersiap untuk memasang sebuah jurus andalan.


Dalam hitungan ketiga, Yola langsung berteriak sambil berlari ketika Naku sudah memberikan respons untuk menerkam bocah gemoy yang cukup menggemaskan itu.


"Huaaa ... Lari ada belalang kayu, hahah ...."


"Yaaak, benar-benar kau, ya. Dasar cengcorang!"


"Gapapa, malah bagus bisa goyang dombret hahah ...."


"Sumpah, kau itu menyebalkan sekali, Yola!"


"Sama kaya yang ngomong, wleee ... Hahah ...."


"Hyaaak ... Kena, gak akan aku beri ampun!"

__ADS_1


"Ayahh, ehh, salah deng, hihi ... Hua, Daddy tolong Yola, anak Daddy yang satu itu kanibal!


"Ehhh, punya mulut gak diasah dulu. Dikata Kakakmu ini Zombie kali!"


"Bisa jadi, sejenis itu hahah ...."


"Kambing!"


"Domba, hihi ...."


Mereka berdua persis seperti kucing dan tikus yang saling kejar-kejaran untuk memperebutkan sesuatu. Becca dan Rio yang tidak enak dengan para dokter di dalam, langsung mengamankan kedua anaknya karena mereka bukan ada di hutan, melainkan di rumah sakit.


Benar saja, baru selesai dipisahkan. Seorang suster datang untuk memberitahu keluarga pasien agar tidak berisik, lantaran suara mereka bisa mengganggu konsentrasi para dokter yang sedang melakukan operasi besar terhadap Vivi.


"Cukup, ya. Gak ada lagi yang berisik, awas kalau masih berisik!" ucap Becca penuh ancaman.


Yola di samping kiri Rio. Ketika Naku baru ingin duduk di samping kanan Rio, tiba-tiba saja meringis kesakitan saat Becca tidak sengaja menekan tangan Naku di dekat sikut.


"Ssttt ...."


"E,ehh ... Ke-kenapa, Kak? Apakah sakit? Mo-mommy gak ngapa-ngapain loh, cuman megangin kamu aja biar gak berantem lagi sama Yola. Apa Mommy----"


"Kok, bisa? Kamu habis jatuh?"


"E-enggak, aku baik----"


Belum selesai Naku mengatakan apa yang ingin dikatakan. Becca langsung menggulung sweeter yang Naku gunakan untuk mengecek keadaan tangan sang anak.


Betapa terkejutnya Becca, ketika menemukan sebuah kapas kecil yang di lem menggunakan solasi kertas persis seperti orang yang habis disuntik.


"I-ini tanganmu kenapa, Kak?" tanya Becca, cemas.


"Apa di sekolahanmu habis melakukan imunisasi?" tanya Rio, bingung.


"Tidak mungkin, Sayang. Dia sudah besar, kalaupun di sekolah ada pemeriksaan pasti buka di sini letaknya. Ini kaya habis orang ngambil da*rah. Aku yakin ada sesuatu sama anak ini, katakan apa yang sudah terjadi? Mommy tidak suka ada rahasia-rahasiaan. Paham?"


Naku terdiam sejenak, tidak tahu harus berbicara apa lagi karena tatapan Becca dan Rio benar-benar sangat serius. Baru Naku ingin mengatakan sesuatu, seorang datang sambil membawakan satu kantong da*rah yang masih segar.


Semua orang langsung terfokus pada suster itu dan mengalihkan perhatiannya dari Naku. Apalagi Naila dan Leon begitu senang setelah melihat keajaiban Tuhan kembali datang.

__ADS_1


Leon berdiri mendekati suster sambil bertanya, "Apakah ini donor da*rah ketiga, Sus? Apakah besar kemungkinan istri saya bisa sembuh?" Kedua mata Leon mulai berkaca-kaca.


"Siapa yang donor dar*rah itu, Sus? Apakah orangnya ada masih ada? Jika masih, saya ingin bertemu dengannya dan mengucapkan terima kasih." Naila begitu antusias menatap suster yang matanya malah beralih ke arah seseorang.


Melihat suster itu bersikap aneh, semua mata ikut beralik ke arah pandangan suster. Di mana Naku memberikan kode dan langsung terdiam ketika mereka sudah mengetahui arti dari tatapan itu.


"A-apa O-oppa orangnya yang sudah mendo*norkan da*rah pada bundaku?" tanya Naila.


"Benarkah itu, Nak?" tanya Leon, untuk memastikan.


Naku tidak bisa berkata apa-apa lagi selain mengangguk kecil. Saking bahagianya, Leon memeluk Naku hingga membuatnya sedikit terkejut. Becca merasa bangga pada anaknya, tidak menyangka Naku bisa menjadi bagian dari malaikat yang Tuhan kirim untuk membantu Vivi.


"Terima kasih, Nak. Kamu sudah menolong istriku, aku sangat-sangat berutang budi sama kalian. Sekali lagi terima kasih, pertolongan ini sampai ma*ti pun tidak akan pernah aku lupakan. Terima kasih," ucap Leon disela tangisannya.


Becca mengusap punggung Naila yang sedang tersenyum penuh rasa haru melihat kebaikan mereka semua. "Terima kasih, Oppa. Tante, Om dan Yola. Kalian sudah banyak membantu keluargaku. Terima kasih banyak."


Leon melepaskan pelukan Naku, lalu Yola berhambur memeluk sang kakak. "Kakak hebat, Yola sayang sama Kakak. Maafin Yola ya, tadi Yola udah ledekin Kakak. Pokoknya Kakak itu memang the best. Kakak benar-benar super hero yang Tuhan kirim buat Yola dan Kak Naila. Terima kasih, Oppa hihi ...."


"Hem, mulai deh, mulai!"


"Pisss ... Heheh." Yola melepaskan pelukan Naku, kemudian menunjukkan huruf V menggunakan jari kecilnya pertanda perdamaian.


Sang suster berpamitan untuk segera memberikan cadangan da*rah itu agar bisa dipergunakan untuk mengganti stok da*ra yang sudah habis. Mereka semua mengangguk penuh kebahagiaan. Kini, hanya tinggal menunggu kabar baik dari dokter itu saja.


Semua kembali duduk, tidak lupa Becca menanyakan bagaimana bisa da*rah Naku cocok dengan darah Vivi. Sementara Becca selaku ibunya saja, tidak tahu jika anaknya memiliki golongan dar*rah yang cocok untuk Vivi.


Naku menceritakan semua itu secara singkat, padat dan sangat detail. Di mana ketika mereka berada di dalam mobil, Naku dan Yola ikut mengirimkan pesan singkat yang Rio kirim untuk disebar luaskan. Dari situlah Naku tahu, jika ternyata golongan dar*rah yang Vivi punya sama dengan da*rah Naku.


Ketika sampi di rumah sakit, Naku berpura-pura sakit perut, padahal dia ingin mendonorkan da*rahnya untuk Vivi. Untungnya semua itu tidak ada kendala dari segi kesehatan, sehingga Naku berhasil memberikan sedikit pertolongan untuk bunda Naila.


Walaupun, Naku sedikit takut akan jarum suntik tetap saja dia lakukan demi Naila. Setidaknya bantuan kecil itu akan selalu Naila ingat, bahwa Naku sudah kembali dan berada di dekatnya.


Begitulah sedikit cerita yang Naku berikan, sampai lupa untuk merahasiakan hal ini pada suster. Pdahal, niat pertama Naku ingin merahasiakan semua ini dari mereka. Akan tetapi, takdir tidak merestui Naku dan membuat namanya terus disanjung oleh keluarga Naila bagaikan malaikat penyelamat terakhir untuk menyumbangkan sedikit da*rahnya demi keselamatan Vivi.


.......


.......


.......

__ADS_1


...💜💜>Bersambung<💜💜...


__ADS_2