
Namun, Becca yang belum siap membicarakan semua perlakuan Gala di belakangnya kepada Naku. Hanya bisa mencari alasan demi alasan yang tidak akan membuat Naku kembali curiga.
"Mommy gapapa, kok. Mommy hanya kangen aja sama Naku, sudah lama loh Mommy tidak pernah merasakan pelukan Naku. Apa lagi semenjak rumah ini awalnya ramai dengan canda tawa, seketika berubah menjadi hutan yang sangat sepi. Maka dari itu Mommy merasa, kenapa ya sifat Naku semakin hari semakin berubah. Apa Mommy ada salah? Apa Mommy sudah mengecewakan Naku atau yang lainnya? "
"Setiap malam Mommy mencoba bertanya pada diri Mommy sendiri, sebenarnya apa sih yang kurang dari Mommy sama kalian? Kenapa Mommy tidak bisa membuat kalian seperti dulu lagi. Dimana Naku dan Daddy selalu bercanda, kejar-kejaran, bahkan tertawa bersama."
"Ya, Mommy paham. Naku pasti masih kecewa atas ucapan Mommy yang seakan-akan Mommy ingin menghancurkan impian Naku, 'kan? Akan tetapi, apa Mommy tidak boleh lagi merasakan pelukan yang selalu Naku berikan tanpa di minta?"
"Bahkan Naku selalu memberikan senyuman manis pada Mommy tanpa di suruh. Dan Naku juga tidak pernah lupa untuk mengucapkan, selamat malam Mommy sayang, selamat pagi Mommy Naku yang cantik. Naku sayang banget sama Mommy, i love you more, Mom."
"Namun sekarang? Tidak ada lagi yang mengatakan semua itu. Rumah ini hanya di penuhi oleh sifat dingin Naku, dan juga kesibukan Daddy. Sedangkan Mommy? Mommy hanya bisa terdiam, memikirkan bagaimana semua kebahagiaan yang dulu kira rangkai bisa kembali utuh?"
Senyuman Becca yang di sertai air mata, membuat hati Naku bergetar. Entah bagaimana, dari kata-kata yang Becca ucapkan pada Naku, seperti merasa ada sesuatu yang Mommynya sembunyikan darinya.
Ya, memang Naku mengakui. Semenjak adanya keributan demi keributan yang terjadi di dalam rumah, membuat Naku seakan malas untuk menegur kedua orang tuanya.
Itu semua karena Naku merasa, kedua orang tuanya hanya memikirkan diri mereka sendiri. Dari pada memikirkan kebahagiaan anaknya.
Sebenarnya Naku tidak pernah meminta apapun dari mereka, selain kebersamaan. Naku hanya takut, perpisahan terjadi di keluarganya seperti beberapa teman-temannya.
Naku tidak bisa membayangkan, jika dirinya harus di perebutkan oleh kedua orang tuanya. Padahal mereka bisa memilikinya bersama, ketika keegoisan di antaranya tidak akan hadir.
__ADS_1
"Apa yang lagi Mommy sembunyikan pada Naku?" ucap Naku, suaranya terdengar begitu gemetar hingga matanya pun mulai memerah.
Becca hanya menggelengkan kepalanya, lalu menggenggam kedua tangan anaknya sambil menciumnya berulang kali.
"Mommy hanya rindu mendengar suara-suara manja Naku yang selalu Naku berikan ketika Naku masih kecil. Mommy juga sadar, mungkin semakin bertambahnya usia Naku, pasti Naku akan semakin malu untuk mengungkapkan ya, 'kan?"
"Namun, gapapa. Selagi Naku masih tetap bersama Mommy. Mommy tidak masalah, yang penting Naku janji sama Mommy. Jika suatu saat nanti kita akan di hadapi dengan masalah yang sangat besar, Naku tidak boleh menanamkan ke bencian di dalam hati Naku."
"Pokoknya Naku harus jadi laki-laki yang kuat, laki-laki yang hebat, dan laki-laki yang bisa memuliakan wanita. Mommy tidak ingin melihat Naku tumbuh menjadi laki-laki yang suka mempermainkan wanita, sebab Mommy Naku sendiri juga wanita. Jadi, sekeras apapun watak Naku, sebandel apapun Naku ketika sudah besar. Jangan sekali-kali yang namanya melukai hati perempuan. Naku, paham 'kan maksud Mommy?"
Di setiap kode-kode yang Becca berikan pada Naku, benar-benar membingungkan Naku. Usia dia saja masih berada di bawa umur, lantas kenapa Becca malah menjelaskan masalah seperti itu?
"Apa maksud Mommy mengatakan semua ini? Pasti ada yang tidak beres dengan Dadd!"
"Apa jangan-jangan yang waktu itu Mommy katakan kalau Daddy selingkuh itu benar adanya? Bukan hanya sekedar salah paham antara Mommy sama Daddy?"
"Kalau memang benar Daddy terbukti selingkuh, maka aku tidak akan pernah tinggal diam!"
"Lihat saja nanti, siapapun yang berani merenggut kebahagiaanku. Dia harus merasakan kehancuran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya!"
Naku berbicara di dalam hatinya dengan tatapan tajam menyorot ke tembok. Becca yang sudah tidak kuat menahan rasa pusing di kepalanya, langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang Naku.
__ADS_1
"Untuk malam ini, izinkan Mommy tidur di sini ya? Please, Mommy mohon sama Naku. Mommy ingin sekali tidur bersama Naku, kali ini saja."
Tatapan yang Becca berikan pada Naku benar-benar menyakitkan Naku. Semarah apapun dia dengan Becca pada waktu itu, tetapi setelah melihat keadaan Becca serapuh ini. Membuat Naku tidak kuat, dia hanya bisa membantu Becca sambil menyelimuti tubuhnya.
"Mommy tidur duluan aja. Naku masih ingin main games." ucap Naku, setelah selesai menyelimuti Becca.
"Jangan tidur malam-malam, besok kamu sekolah. Mommy enggak ingin lihat Naku sakit lagi, karena hanya Naku satu-satunya yang menjadi sumber kekuatan bagi Mommy saat ini."
Lagi-lagi perkataan Becca yang mulai melantur, semakin meyakinkan Naku. Jika memang ada yang di sembunyikan Becca darinya. Naku tidak ingin menekan Becca dalam kondisi seperti ini.
Naku hanya harus mencari kebenaran terlebih dahulu. Apakah benar kecurigaannya bila Becca seperti ini karena ulah Gala? Atau memang Becca hanya sedang kelelahan saja?.
Merasa kasihan melihat Becca, hati nurani seorang anak berhasil kembali membangunkan Becca. Padahal tadinya Becca sudah memejamkan kedua matanya, tetapi kini kembali terbuka. Ketika Becca merasakan sesuatu yang manis menyentuh tubuhnya.
.......
.......
.......
...***💜💜>Bersambung
__ADS_1