
Di saat Becca terdiam, tiba-tiba dari kuping sebelah kiri terdengar suara bisik-bisikan kecil dari seseorang yang tidak lain adalah hasutan se*tan yang berasal dari pikirannya.
"Berikan dia kesempatan, Becca. Bagaimana pun dia tetaplah Ayah dari anakmu, apa lagi semua itu murni dari kecelakaan. Jadi, seharusnya kamu sebagai seorang istri bisa mendukung suamimu agar dia bisa melewati semuanya. Kasihan dia, lihatlah! Dia rela bersimpuh di kakimu hanya demi dirimu, lalu kenapa kamu malah jahat kepadanya sampai ingin meninggalkannya? Kamu itu masih cinta sama dia, jadi jangan sok munafik menjadi wanita!"
Selang beberapa detik terdengar lagi dari bisikan seseorang di kuping sebelah kanannya. Siapa lagi jika bukan malaikat yang berasal dari dalam hatinya.
"Memang berat rasanya ketika kita harus berpisah dengan orang yang sangat-sangat kita cintai. Akan tetapi, yang namanya pengkhianatan itu tidak bisa di benarkan apapun alasan. Ingat, Becca! Jalanmu ini sudah benar ketika memilih berpisah demi menjaga mental anakmu dan juga dirimu sendiri. Percayalah, jika suamimu sangat mencintaimu melebihi kamu mencintainya. Maka semua kejadian ini tidak akan terjadi, meskipun terjadi. Dia akan berkata jujur, bukan malah mencoba menutupinya sampai dia sendiri pun bingung sama arah tujuan hidupnya sendiri. Kali ini, tolong dengarkan apa kata hatimu. Sebab, itulah jalan yang terbaik untukmu dan anakmu!"
Peperangan antara pikiran dan hati membuat Becca sangat dilema. Dia tidak tahu harus mendengarkan suara pikirannya ataukah hatinya. Kedua-duanya telah berhasil membingungkannya. Haruskah dia bertahan meskipun telah di khianati atau dia memilih pergi?
Itulah yang masih membuat Becca seperti sedang bertengkar dengan isi pikiran dan hatinya. Sampai suara-suara itu terus terdengar tanpa henti.
__ADS_1
"Ingat, Becca! Kalau bukan suamimu, kamu tidak akan bisa sampai di titik ini. Dulu kamu hanya orang biasa yang sekolah bantuan beasiswa, sementara setelah kamu menikah sama Gala hidupmu langsung berubah total. Apa lagi sekarang kamu bisa mendapatkan penghasilan sendiri dari salon kecantikan yang Gala berikan untukmu. Jadi, hanya karena masalah kecil ini. Harusnya kamu tidak perlu banyak berpikir, intinya kamu harus bertahan!"
"Tidak, Becca! Ingat perkataan anakmu, kamu harus mempertahankan harga dirimu. Secinta apapun kamu dengan Gala, tapi kamu harus punya pendirian sendiri atas hidupmu! Dia memang sangat baik, akan tetapi baik saja tidak cukup untuk menjadi bekal kebahagiaan kalau kepercayaan sudah hancur. Jadi, pilihlah jalan yang membuatmu bahagia lepas, tanpa harus memikirkan tentang cinta yang menyakitkan! Tenang, jodoh tidak akan kemana. Bila suamimu memang jodohmu, suatu saat kalian akan kembali dengan versi yang berbeda. Akan tetapi, jika dia bukan jodohmu. Sekuat apapun kamu bertahan, takdir tetap tidak akan merestuinya!"
Suara pikiran dan hati selalu bersahutan di telinga Becca, hingga dia yang tidak tahan langsung menutup kedua kupingnya sambil menggelengkan kepalanya secara cepat.
"Tidak, tidak, tidak! Aku tidak mau lagi mendengar suara kalian, pokoknya aku hanya mau hidup tenang bersama anakku! Aku tidak mau menderita hanya karena cinta, bagiku cinta sesungguhnya ketika kita masih berpegang teguh pada janji suci pernikahan. Bukan malah mengkhianatinya!"
"Cukup, Gala. Cukup! Aku sudah tidak ingin mendengar semua penjelasan darimu. Tugasku menjadi istrimu sudah selesai, bahkan aku selalu belajar menjadi istri yang sempurna untukmu. Akan tetapi kamu tidak bisa menghargai pengorbananku. Lebih parahnya lagi, kamu telah mengingkari janji kita. Jadi aku mohon hentikan semua ini. Aku sudah muak! Pokoknya aku ingin kita berpisah, titik!"
Suara dobrakan pintu yang cukup keras dari Becca, membuat Naku yang ada di kamar sedang bermain jadi terganggu. Ingin rasanya Naku keluar kamar, tetapi dia tidak ingin ikut campur urusan kedua orang tuanya. Naku percaya sama keputusan yang akan Becca ambil, karena itulah yang terbaik untuk mereka semua.
__ADS_1
Jika Naku harus kehilangan impiannya, dia sudah siap. Baginya untuk mendapatkan keluarga yang sempurna sangatlah sulit, rumah tangga yang terlihat sangat romantis saja bisa hancur karena orang ketiga. Apa lagi rumah tangga yang terlihat biasa saja.
Namun, Naku juga tidak bisa menutup matanya. Karena masih banyak di luar sana yang nasibnya jauh lebih buruk dari pada dia. Contohnya Yola, orang tuanya di pisahkan oleh maut, sehingga Yola tidak bisa bertemu oleh Ibunya. Sementara dia hanya berpisah melalui perceraian dan masih bisa bertemu sama kedua orang tuanya, walaupun sudah tidak bisa tinggal di satu atap yang sama.
Becca yang sudah masuk ke dalam kamar langsung menutup keras pintu dan menguncinya. Setelah itu dia pun menyandari sampai merosot hingga duduk tepat menyandar di belakang pintu.
Air mata yang dia tahan langsung runtuh sangat deras dalam keadaan kedua kakinya dia tekuk sedada sambil memeluknya dan menenggelamkan kepalanya. Rasanya benar-benar berat bagi Becca harus berpisah dengan Gala. Hanya saja ini memang sudah yang terbaik, mungkin Tuhan belum menakdirkan mereka. Ke romantisan yang mereka dapatkan satu sama lain setiap menitnya, langsung di ganti tuntas oleh rasa sakit yang tidak akan pernah bisa hilang.
.......
.......
__ADS_1
.......
...***💜💜>Bersambung